skip to main | skip to sidebar


Showing posts with label Ayat Al Quran. Show all posts
Showing posts with label Ayat Al Quran. Show all posts

Sunday, January 29, 2012

Surah Al-Qamar Ayat 1-8

0 comments


Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Mengasihani

1.Telah dekat datangnya kiamat dan bulan telah terbelah

2. Dan jika mereka melihat suatu tanda,mereka hanyaberpaling dan berkata: “Ini adalah sihir yang berterusan”.

3.Mereka mendustakannya dan mengikuti hawa nafsu mereka,sedangkan tiap-tiap urusan itu sudah ada kepastiannya.

4.Sesungguhnya telah datang kepada mereka beberapa beritayang sepatutnya sudah cukup untuk mencegah mereka (dari kelalaian).

5.Itulah suatu hikmat yang sempurna, namun peringatan itumasih belum berguna bagi mereka.

6. Maka berpalinglah engkau (Wahai Muhammad) dari mereka daningatilah heri ketika seorang penyeru (Malaikat) memanggil mereka kepada suatuyang tidak mereka ingini (Hari pembalasan).

7. Ketika itu akan tunduklah pandangan mereka. Mereka keluardari kuburan seakan-akan belalang yang berterbangan.

8. Mereka datang dengan cepat kepada penyeru itu: makaorang-orang kafir berkata “Ini adalah hari yang berat untuk dipikul(dijalani)”.



Doa Minta Rezeki

0 comments

"Ya Allah Ya Tuhanku, kayakanlah aku melalui kurniaMu Ya Allah bukan kaya melalui orang dan Ya Allah rahmatilah aku dengan rahmatMu Ya Allah bukan dari orang".

Doa ini diajar oleh junjungan besar Nabi Muhammad SAW ketika berjumpa dengan hamba dengan raut wajah sangat sedih, Nabi bertanya kenapa beliau bersedih, dia memberitahu bahawa dia sangat sedih kerana terlalu banyak menanggung beban hutang, lalu Baginda mengajarkan beliau doa tersebut.

Dan ingatlah Allah menjadikan seseorang itu berubah dari miskin kepada kaya dengan sebab Insyallah dia berubah jadi lagi baik apabila dia kaya dan Allah mengubah seseorang itu dari kaya  kepada miskin dengan sebab dia berubah jadi lebih baik apabila dia miskin. Ada juga Allah jadikan orang itu kaya sebagai fitnah pada org tersebut untuk diuji oleh Allah. 

Wallahualam.

*Baca surah Al-Waqiah tiap-tiap malam, rezeki tak putus hingga akhir hayat.
*Baca Surah Al-Imran & Solat sunat Dhuha untuk dimurahkan rezeki.

*Source aria21

Saturday, December 31, 2011

Berkat Di Sebalik Membaca Bismillah

0 comments


Ada seorang perempuan tua yang taat beragama, tetapisuaminya seorang fasik dan tidak mahu mengerjakan kewajipan agama dan tidakmahu berbuat kebaikan. Perempuan itu sentiasa membaca Bismillah setiap kalihendak bercakap dan setiap kali dia hendak memulakan sesuatu sentiasa didahului dengan Bismillah. Suaminya tidak suka dengan sikap isterinya dan sentiasamemperolok-olokan isterinya.

Suaminya berkata sambil mengejek “Asyik Bismillah, Bismillahsekejap-sekejap Bismillah.”

Isterinya tidak berkata apa-apa sebaliknya dia berdoa kepadaAllah s.w.t supaya memberikan hidayah kepada suaminya.

Suatu hari suaminya berkata “Suatu hari nanti akan aku buatkamu kecewa dengan bacaan-bacaan mu itu.”

Untuk membuatkan sesuatu yang memeranjatkan isterinya. Diamemberikan wang yang banyak kepada isterinya dengan berkata “Simpan duit ini.”

Isterinya mengambil duit itu dan menyimpan ditempat yang selamat, disamping itu suaminya telah melihat tempat yang disimpan olehisterinya. Kemudian dengan senyap-senyap suaminya itu mengambil duit tersebutdan mencampakkan beg duit itu ke dalam perigi di belakang rumahnya.

Setelah beberapa hari kemudian suaminya itu memanggilisterinya dan berkata “Berikan padaku wang yang aku berikan kepada engkaudahulu untuk disimpan.”

Kemudian isterinya pergi ketempat dia menyimpan duit itu dandiikuti oleh suaminya dengan berhati-hati dia menghampiri tempat dia menyimpanduit itu dia membuka dengan membaca 

“Bismillahirrahmanirrahiim”

Ketika itu Allah s.w.t menghantar Malaikat Jibrail a.s untukmengembalikan beg duit dan menyerahkan duit itu kepada suaminya kembali.Alangkah terperanjat suaminya, dia berasa bersalah dan mengaku segalaperbuatannya kepada isterinya, ketika itu juga dia bertaubat dan mengerjakanperintah Allah s.w.t dan dia juga membaca Bismillah apabila dia hendakmemulakan sesuatu kerja.

*Source Mingguan Perdana.


Sunday, December 18, 2011

Kemukjizatan Al Quraan

0 comments

Di antara ciri agama yang layak dianut di abad modern adalah bahwa agama tersebut dibawa oleh manusia pilihan ( yaitu Nabi) yang dikuatkan dengan mukjizat. Sebagian mukjizat nabi tersebut masih bisa kita saksikan sekarang ini, sehingga kita bisa membuktikan apakah agama tersebut benar-benar asli dari Pencipta atau tidak, dengan cara menentang mukjizat tersebut. Kalau mukjizat itu bisa kita kalahkan berarti bukanlah mukjizat.

Dalam pengetahuan agama, mukjizat bisa diartikan sebagai sesuatu yang luar biasa, muncul pada diri seorang yang mengaku menjadi Nabi, bersifat menantang dan tidak mungkin untuk ditandingi oleh siapapun. Kalau mukjizat bisa ditandingi oleh manusia tidak ada artinya mukjizat tersebut sebagai tanda kebenaran Rasulullah saw. Agama nantinya bisa dipalsukan oelh orang-orang yang mengaku menjadi nabi.

Agama islam adalah agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw. Beliau dikuatkan dengan berbagai mukjizat seperti membelah bulan, Al Quran dsb. Mukjizat Nabi Muhammad saw yang masih bisa disaksikan adalah Al Quran . Al quran adalah mukjizat Nabi muhammad yang abadi sampai hari Kiamat.

Ciri-ciri kemukjizatan Alquran adalah : Dia merupakan kitab suci yang luar biasa hebatnya baik ditinjau dari segi keindahan susunan bahasa ataupun dari isinya. Dia diwahyukan Allah kepada Nabi Muhammad saw yang menantang semua orang kafir untuk menandinginya (lihat surat Al Baqarah 23-24 Yunus 37-39), tapi sampai sekarang tidak ada seorangpun yang mampu menandinginya.

Allah berfirman dalam surat Al Baqarah :

و إن كنتم فى ريب مما نزلنا على عبدنا فأتتوا بسورة من مثله وادعوا شهداءكم من دون الله إن كنتم صادقين فإن لم تفعلوا ولن
تفعلوا فاتقوا النار التى وقود ها الناس والحجارة أعدت للكا فرين

Artinya :' Bila Kamu sekalian ragu-ragu terhadap apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (berupa Alquran), buatlah satu surat saja yang sepadan (dengan salah satu surat Alquran) dan panggillah penolong-penolongmu selain Allah bila kamu sekalian benar. Bila kami tidak bisa melakukannya dan pasti tidak akan bisa melakukannya, takutlah kepada api neraka yang bahan bakarnya dari manusia dan batu, yang disiapkan untuk orang-orang kafir'. ( Albaqarah 23-24).

Al Quran menentang orang-orang kafir yang ragu terhadap kebenaran Alquran untuk membuat surat sepadan dengan Al Quran dari segi keindahan bahasa dan kebenaran isinya. Kemukjizatan Al Quran menurut sebagian ulama terletak pada keindahan susunan kalimatnya dalam hal balaghah, fashahah dan keindahan ungkapannya. Namun sebagian ulama berpendapat bahwa kemukjizatan Alquran terletak pada kesesuaian prinsip-prinsip al quran untuk seluruh umat manusia. Kalau seandainya prinsip-prinsip ajaran itu dari produk manusia atau produk masyarakat tertentu pasti tidak akan cocok untuk diterapkan sepanjang masa . Sebagian ulama berpendapat bahwa kemukjizatan Al Quran terletak pada pemberitannya tentang hal-hal ghaib. Misalnya, dalam surat Ali Imran disebutkan sbb.:

Artinya : 'Katakanlah kepada orang-orang yang kafir:” Kamu pasti akan dikalahkan di dunia ini dan akan digiring ke dalam neraka jahannam. Dan itulah tempat yang seburuk-buruknya. Sesungguhnya telah ada tanda bagi kamu pada dua golongan yang telah bertemu (bertempur) Segolongan berperang di jalan Allah dan segolongan lain kafir yang dengan mata kepala seakan-akan orang-orang muslimin dua kali jumlah mereka . Allah menguatkan dengan bantuanNya siapa yang dikehendakiNya, Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai mata hati.' ( Ali Imran 12-13)

Alquran telah memberitakan akhir dari masyarakat di jazirah Arabia dengan kemenangan umat islam atas orang-orang kafir. Padahal saat diturunkannya ayat tersebut orang kafir Quresy dalam kondisi kuat luar biasa baik dari segi kualitas dan kuantitas dan kaum mukminin berada dalam kelemahan . Dalam surat Ar Rum Allah menyatakan :

Artinya :'Alif laam miim, Telah dikalahkan bangsa Romawi, di negeri yang terdekat (yaitu Syam) dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang. Dalam beberapa tahun lagi. Bagi Allahlah urusan sebelum dan sesudah mereka menang.Dan di hari kemenangan Romawi itu bergembiralah orang-orang yang beriman.'( Ar Ruum 1-4)

Romawi dikalahkan oleh Persia dalam peperangan yang dimulai tahubn 603 M sampai setelah tahun 610 M pada masa Imperator romawi Heraklius yang memerintah dari tahun 610 M s/d 642 M. Pada perang tersebut Persia mengalahkan secara telah tentara Romawi. Aleppo, Damaskus dan sebagai besar kota-kota di Siria direbut oleh Persia. Yerussalem direbut tahun 614-615 yaitu tujuh tahun sebelum hijrahnya Nabi Muhammad SAW. Yerussalem dibakar diblokade dan orang-orang Nasrani diusir, gereja-gereja dibakar dan peninggalan-peninggalan bersejarah dirampas khususnya tiang salib yang diyakini kaum nasrani sebagai tempat digantungnya Yesus.

Para tokoh agama Persia berpesta pora karena mengalahkan pendata dan pastur Nasrani. Pada tahun 610 M Nabi Muhammad saw memulai dakwah kepada seluruh umat manusia. Dunia sedang disibukkan dengan berita kemenangan Persia atas Romawi. Akan tetapi Alquran menyebutkan bahwa kemenangan itu adalah kemenangan sementara yang akan disusul dengan kekalahan Persia setelah lewat beberapa tahun saja. Romawi akan mengalahkan Persia secara telak .

Ramalan ini benar. Romawi mendapatkan kemenangan atas Persia pada masa pemerintahan Heraklius atau setelah terjadinya hijrah Nabi ke Madinah. yaitu pada taun 622 M. Pada sat itu Heraklius merayakan kemenangannya di Konstantinopel tahun 628 . Pada saat kemenangan itu terdapat kabar gembira bagi umat mukminin . Karena kemenagan itu akan disusul dengan kehancuran suatu umat. Kemenagan ada di fihak Romawi akan tetapi kemenagan ini akan disusul dengan kehancuran imperium Romawi di Tmur dan juga di utara Afrika yang kemudian akan diwarisi oleh umat Islam.

Perang antara Persia dan Romawi adalah pendahuluan untuk kemnangan umat Islam di Jazirah Arabia dan sekitarnya. Kemangan umat Islam ini adalah kemangan yang diraih oleh umat Islam sendiri bukan hasil peperangan kedua super power tsb Mulai dari kemenganan di Badar, kemudian terus ke luar jazirah Arabia ke Persia dan akhirnya sampai ke Romawi.

Alquran memberitahukan dua hal yang terbukti setelah beberapa tahun kemudian:
  1. Sebelum hijrah ke Madinah Al Quran memberitahukan kemenagan Romawi atas Persia . Kemenangan ini baru terwujud 6 tahun setelah hijrah ke Madinah.
  2. Alquran memberitahukan bahwa Umat Islam akan bergembira dengan memengankan pertempuran atas orang-orang materialis di Mekkah , Persia dan Romawi.

Pemberitaan Alquran tentang hal-hal ghaib ini merupakan bukti kebenaran Rasulullah saw. Rasulullah bukanlah seorang yang ahli di bidang ini. Al Quran bukanlah dari Rasul akan tetapi dari Allah SWT.
Lain dari pada itu ada sebagian ulama yang menyatakan bahwa Kemukjizatan Al Quran terletak pada keindahan bahasanya yang amat mampengaruhi hati sanubari manusia. Banyak orang yang  masuk Islam karena mendengarkan bacaan Al Quran, seperti Umar Bin Khattab, Najasyi dan sebagainya.

Kemukjizatan Alquran juga bisa dilihat dari segi kandungan keilmuan di dalamnya. Al Quran telah menyebutkan berbagai hakekat ilmiyah yang belum ditemukan para ilmuwan saat itu seperti bulatnya bumi, bergeraknya semua benda-benda angkasa dan sebagainya.

Kemu'jizatan Ilmiyah

Mukjizat yang diberikan Alah kepada setiap rasul disesuaikan dengan keistimewaan kaum di mana rasul itu diutus. Nabi Musa a.s. diberi mukjizat tongkat untuk mengungguli kehebatan sihir yang berkembang saat itu, Nabi Isa a.s diberi mukjizat bisa menghidupkan orng mati untuk menentang kemajuan ilmu kedokteran saat itu. Kalau kita amati semua mukjizat terdahulu bersifat indrawi yang bisa dirasakan atau dilihat. Yang sudah barang tentu pengaruhnya terbatas pada waktu tertentu dan terbatas pada risalah tertentujuga .

Ketika risalah dipungkasi dengan Islam , Allah memberikan mukjizat yang abadi sampai akhir zaman demi memelihara agama Islam mendukung kenabian rasulullah SAW. Kemukjizatan yang paling cocok bagi risalah akhir zaman yang menjadi pemungkas risalah samawiyah dan paling cocok untuk menghadapi berbagai level masyarakat adalah kemukjizatan ilmiyah.

Allah SWT berfirman dalam S. Al An’am ayat 19 yang artinya :

“Katakanlah : siapakah yang lebih kuat persaksiannya ? Katakanlah : “Allah” Dia menjadi saksi antara aku dan kamu dan AlQuran itu diwahyukan kepadaku suapaya dengan dia aku memberi peringatan kepadamu dan kepapda orang yang sampai AlQuran kepadanya.”

Di antara persaksian itu adalah dengan mukjizat ilmiah yang terkadndung dalam Al Quran. Allah berfirman dalam surat An Nisa’ ayat 166 yang artinya :

‘ Mereka tidak mau mengakui yang diturunkan kepadamu itu tetapi Allah engakui Alquran yang diturunkannya kepadamu Allah menurunkannya dengan ilmuNya.”

Dalam ayat yang diturunkan untuk membantah orang-orang kafir di atas terdapat penjelasan watak kemukjizatan ilmiyah Alquran yang tetap ada papda manusia dan akan terus muncul sesuai dengan perkembangan ilmu yang ditemukan manusia. Dengan demikian kemukjizatan ilmiah Alquran akan dikenali oleh manusia pda setiap zaman . Rasulullah SAW pernah menyatakan :dalam haditsnya yang artinya :

“Tiadalah seorang nabi yang diutus kecuali diberikan kepadanya ayat atau mukjizat yang mendorong manusia beriman kepadanya. Akan tetapi yang diberikan kepadaku adalah wahyu yaitu alQuran) yang diwahyukan Allah kepadaku , maka aku berharap pengiutku adalah yang terbanyak dia antara pengikut para nabi lainnya pada hari kiamat kelak.” H. R al Bukhari dan Muslim . (lih Fathul Bari juz 9 hal 3 . dan Shohih Muslim Kitab al Iman)

Allah menghendaki agar setiap berita dan kejadian terjajdi pada waktu tertentu. Bila suatu peristiwa terjadi di hadapan kita maka akan terbersitlah makna-makna yang menunjukan kemukjizatan ayat-ayat yang ada dalam alQuran. Kemukjizatan ilmiah ini akan muncul sepanjang masa . Hal ini telah disitir oleh Allah dalam firmanNya yang artinya :

”Untuk tiap-tiap berita yang dibawa oleh Rasul-rasul ada waktu terjadinya dan kelak kamu akan mengetahui.” ( al An’am 67)

Berdasarkan hal di atas para mufassirin berpendapat bahwa berita-berita tentang bumi, langit dalam al Quran akat tersingkap pada abad penemuannya dan sesunggunya berita yang dikandung Al quran merupakan berita dari Ilahi yang |Maha Mengetahui rahasia segala sesuatu. Oleh sebab itu kita harus terus menggali kemukjizatan ilmiyah yang terkandung dalam Al Quran. Allah telah menyatakan dalam firmanNya yang artinya :

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda kekuasaan Kami disegenap penjuru dan pada diri mereka sendiri sehingga jelaslah bagi mereka bahwa AlQuran itu benar.” (Fushshilat 53)

Wallahu a’lamu bis showab.

Daftar bacaan:
  1. Dr. Juyusyi, Dirasaatun Qur aniyyah, Maktabah Al Azhar, Kairo.
  2. Dr. Al Bahy,m Nahwa Al Quran, Maktabah Wahbah , Kairo.
  3. Dr. Mun’im Khafaji, Al Qur’anu Mu’jizatun Ushuri, Al Haiah Al Misriyyah al Ammah lil kitab, Kairo.
  4. Mukhtashor Tafsir Ibni Katsir, Juz I dan III.
  5. Dr. Abdullah Mahmud Syahhatah, Ahdaaf Kulli Surah Wa Maqashidiha Fil Quranil Karim, Juz IV. 

Monday, December 5, 2011

Surah Teristimewa Rasulullah S.A.W

0 comments

Al-Fatihah atau dikenali sebagai ummu kitab. Ibu bagi surah-surah yang terkandung di dalan Al-Quran. Al-Fatihah juga merulapah antara surah teragung yang terkandung di dalam Al-Quran selain surah Yaasin. Sebagaimana yang kita tahu, surah ini terdapat pelbagai keistimewaannya tersendiri. Antaranya ialah:

Penyembuh Penyakit

Abdullah bin Abas telah berkata: Pada suatu hari, Husain bin Ali, cucuanda Rasulullah telah mengalami satu kesakitan yang menyebabkan nabi berdukacita. Lalu nabi mengambil satu bejana yang berisi air dan terus membaca surah Al-Fatihah sebanyak 40 kali.

Surah Teristimewa Untuk Nabi Muhammad s.a.w Sesungguhnya Allah telah menurunkan kepadaku sebuah surah yang tidak diturunkanNya kepada sesiapapun daripada nabi-nabi dan rasul-rasul sebelumku. Riwayat Ibnu Abbas.

Bacaan Al-Fatihah sendiri menjadi salah satu cabaran bagi seorang imam yang paling menggoncangkan perasaan apabila ada suara menyatakan, “Imam tidak betul membaca Al-Fatihah.” Saya pernah juga mendengar kata-kata tersebut. akibatnya ada pula yang berkata, “Aku tidak mahu solat di masjid kerana imamnya tidak betul membaca Al-Fatihah.”

Bacaan Al-Fatihah sangat kritikal. Berubah makna bacaan maka tidak sahlah solat tersebut. Saya orang biasa-biasa yang sentiasa takut dengan bacaan Al-Fatihah. Ia bukan soal menjadi imam tetapi saya  mahu bacaan saya menjadi setepat mungkin. Tidak mungkin saya mahu membiarkan solat saya tidak sempurna hanya kerana bacaan Al-Fatihah saya tidak baik. dan solat saya menjadi sia-sia begitu sahaja.

Pernahkah anda terfikir akan bacaan Al-Fatihah masing-masing? Pernah anda menyemak semula bacaan Al-Fatihah anda? Manalah tahu ada yang tersilap baca, yang menyebabkan kita tersalah lafaz bacaan Al-Fatihah di dalam solat kita.

Bukan saya hendak menakutkan pembaca sekalian dengan bacaan Al-Fatihah masing-masing. Bagi saya, setiap surah yang yang sudah menjadi kelaziman kita melafazkannya di dalam solat, hendaklah kita perbaharui hafalannya. Sama seperti kereta yang kita miliki. Kita tidak menggunakannya tanpa menservis kereta itu. Kita akan berusaha untuk memastikan kereta yang kita miliki itu mampu untuk digunakan dalam jangka masa yang lama.

Seperti hafalan kita juga. Kita juga perlu sentiasa membaiki hafalan surah-surah yang kita sudah pun hafal. Lebih-lebih lagi surah AL-Fatihah kerana ia merupakan rukun dalam solat yang kita lakukan 5 kali setiap hari.

Sabda rasulullah: “Tidak ada solat bagi orang yang tidak membacakan Al-Fatihah didalammya. Riwayat Anas bin Malik.

Jadi, marilah kia sama-sama muhasabah diri masing-masing. Adakah sudah sempurna bacaan Al-Fatihah kita?

*Source Azzariyat .


Saturday, October 1, 2011

Nasihat Anak Kecil Kepada Orang Tua

0 comments


Dalam sebuah riwayat menyatakan bahawa ada seorang lelaki tua sedang berjalan-jalan di tepi sungai. Semasa dia berjalan-jalan dia terpandang seorang anak kecil sedang menangis sambil mengambil wudhuk.

Apabila orang tua itu melihat si anak kecil menangis, maka diapun bertanya: "Wahai anak kecil, kenapa kamu menangis?"

Anak kecil itu berkata: "Wahai pakcik, saya telah membaca Al-Quran sehingga sampai ke ayat yang berbunyi "Yaa ayyuhal ladziina aananuu quuanfusakum" yang bermaksud  "Wahai orang-orang yang beriman, jagalah olehmu akan dirimu". saya menangis sebab saya takut akan dimasukkan kedalam neraka."

Orang tua itu berkata: "Wahai anak, janganlah kamu takut sesungguhnya kamu terpelihara dan tidak akan dimasukkan ke dalam neraka."

Anak kecil itu berkata: "Wahai pakcik, pakcik adalah orang yang berakal, tidak kah pakcik lihat kalau orang menyalakan api maka yang pertama sekali mereka akan meletakkan ranting-ranting kayu yang kecil dahulu kemudian baru mereka meletakkan kayu yang besar. Jadi tentulah saya yang kecil ini dahulu akan dibakar sebelum dibakar orang dewasa."

Orang tua itu berkata sambil menangis: "Sesungguhnya anak kecil ini lebih takut kepada neraka daripada orang dewasa, maka bagaimana keadaan kamu nanti."

Diriwayatkan orang tua tersebut adalah Hassan AlBasri.


Sunday, March 27, 2011

Fadhilat Membaca Al-Quran

0 comments

  • Membaca dua ayat terakhir dari surah al-Baqarah terhindar dari malapetaka dan sebagai ganti solat tahajud.
  • Membaca seratus ayat al-Quran pada satu hari-ibarat orang yang beribadat tiap-tiap malam.
  • Membaca 10 ayat dalam 1 malam-dituliskan 1 Qintar baginya.1 Qintar lebih baik dari dunia dan seisi-isinya dan tidak digolongkan dikalangan orang yang lalai.
  • Membaca 3 ayat dari surah al-Kafhi-terhindar dari fitnah dajjal.
  • Membaca 10 ayat dari awal surah al-Kahfi-terhindar dari fitnah dajjal.
  • Membaca 10 ayat dari  akhir surah al-Kahfi-terhindar dari fitnah dajjal.
  • Membaca surah Yassin-diampunkan dosanya.
  • Membaca surah Waqi'ah-terhindar dari kemiskinan.
  • Membaca surah al-Mulk-diberi syafaat dan diampunkan dosanya dan terhindar dari seksaan kubur.
  • Membaca surah al-Kafirun-menyamai 1/4 al-Quran dan terhindar dari syirik.
  • Membaca surah al-ikhlas-menyamai 1/3 al-Quran dan wajib syurga baginya.
  • Membaca surah Idha Zulzilat-menyamai 1/2 al-Quran.
  • Membaca surah An Nasru-menyamai 1/4 al-Quran.
  • Membaca 10 x surah al-ikhlas-sebuah mahligai didalam syurga.
  • Membaca surah at Takathur-menyamai 1000 ayat al Quran.
  • Membaca19 ayat terakhir surah al hasyr-70000 malaikat akan menemani.
*Source lailahaillallah


Tuesday, September 21, 2010

Asal 4 Buah Sungai Di Dalam Syurga

0 comments

Bersabda Rasulullah : “ Semasa aku israk dan naik ke langit yang tinggi, malaikat Jibril telah memberi kesempatan kepada aku untuk melihat ke dalam semua Syurga Allah. Aku lihat didalamnya terdapat 4 buah sungai yang besar-besar dan airnya bermacam-macam. Ada air susu, air madu, air arak dan air yang tidak masin”.

Aku bertanya kepada Jibril : “Wahai Jibril, dari manakah asalnya sungai-sungai ini dan ke manakah akhirnya?

Jibril menjawab “Wahai Rasulullah, aku hanya tahu ia mengalir ke dalam Telaga al-Kausar sahaja dan aku tidak mengetahui dari mana asalnya”

Aku pun memohon petunjuk Allah dan muncullah seorang malaikat dengan memberi salam. Setelah aku menjawab salamnya, dia menyuruh aku memejamkan mataku. Lalu aku memejamkan mata. Apabila aku membuka mata, aku berada dekat sepohon pokok yang besar dibuat daripada permata yang putih berkilauan manakala pintu-pintunya daripada yakut hijau dan kunci-kuncinya daripada emas.

Aku melihat empat batang sungai sedang mengalir dari bawahnya. Aku mahu kembali tetapi ditahan oleh malaikat dengan bertanya, “Tidakkah engkau ingin melihat didalamnya?” 

Aku pun bertanya “Bagaimana aku dapat masuk sedangkan pintunya berkunci? Dimanakah kuncinya?”

Jawab malaikat itu, “Kunci didalam tanganmu”.

Tanyaku lagi “Dimana?.

Jawabnya “ Cukup engkau membaca Bismillahirahmanirrahim”.

Lalu aku pun ucapkan dan pintu terbuka dengan sendirinya dan aku pun masuk ke dalam. Sungguh hebat ciptaan Allah, sungai-sungai itu memancutkan airnya dari empat buah tiang yang besar.

Melihat aku mahu keluar, malaikat bertanya lagi kepadaku “Apakah engkau sudah cukup puas melihat pemandangan ini? Sesungguhnya masih ada yang engkau belum lihat. Cubalah engkau perhatikan sekali lagi dengan baik-baik, dari apakah sungai-sungai itu memancutkan airnya.

Lalu aku pun perhatikan sekali lagi. Aku lihat terdapat kalimah Bismillahirahmanirrahim di antara empat batang tiangnya. Dari huruf mim perkataan Bismillah, keluar air sungai tawar. Dari lubang ha’ perkataan Allah, keluar air sungai susu. Dari lubang huruf mim perkataan ar-rahman, keluar air sungai arak. Dan dari lubang mim dari perkataan ar-rahim, keluar air sungai madu. 

Dari itu, barang siapa dari umatku membaca Bismillahirahmanirrahim, pasti akan dapat minum air sungai ini di akhirat kelak.




Tuesday, August 24, 2010

Mangkuk yang Cantik, Madu yang Manis dan Sehelai Rambut

0 comments

Rasulullah SAW dengan sahabat-sahabatnya Abu Bakar Ash Shiddiq r.a., Umar bin Khattab r.a., Utsman bin Affan r.a., dan ‘Ali bin Abi Thalib r.a. bertamu ke rumah Ali r.a. Di rumah Ali r.a. istrinya Fathimah Az Zahra r.ha. putri kesayangan Rasulullah SAW menghidangkan untuk mereka madu yang diletakkan di dalam sebuah mangkuk yang cantik, dan ketika semangkuk madu itu dihidangkan sehelai rambut ikut di dalam mangkuk itu.

Baginda Rasulullah SAW kemudian meminta kesemua sahabatnya untuk membuat suatu perbandingan terhadap ketiga benda tersebut (Mangkuk yang cantik, madu yang manis, dan sehelai rambut).

Abu Bakar Ash Shiddiq r.a berkata, “iman itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, orang yang beriman itu lebih manis dari madu, dan mempertahankan iman itu lebih susah dari meniti sehelai rambut”.

Umar bin Khattab r.a berkata, “kerajaan itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, seorang raja itu lebih manis dari madu, dan memerintah dengan adil itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut”.

Utsman bin Affan r.a. berkata, “ilmu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, orang yang menuntut ilmu itu lebih manis dari madu, dan ber’amal dengan ilmu yang dimiliki itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut”.

Ali bin Abi Thalib r.a berkata, “tamu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, menjamu tamu itu lebih manis dari madu, dan membuat tamu senang sampai kembali pulang ke rumahnya adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut”.

Fathimah Az Zahra r.ha. berkata, “seorang wanita itu lebih cantik dari sebuah mangkuk yang cantik, wanita yang ber-purdah itu lebih manis dari madu, dan mendapatkan seorang wanita yang tak pernah dilihat orang lain kecuali muhrimnya lebih sulit dari meniti sehelai rambut”.

Rasulullah SAW berkata, “seorang yang mendapat taufiq untuk beramal adalah lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, beramal dengan amal yang baik itu lebih manis dari madu, dan berbuat amal dengan ikhlas adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut”.

Malaikat Jibril AS berkata, “menegakkan pilar-pilar agama itu lebih cantik dari sebuah mangkuk yang cantik, menyerahkan diri, harta, dan waktu untuk usaha agama lebih manis dari madu, dan mempertahankan usaha agama sampai akhir hayat lebih sulit dari meniti sehelai rambut”.

Allah SWT berfirman, ” Sorga-Ku itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik itu, nikmat sorga-Ku itu lebih manis dari madu, dan jalan menuju sorga-Ku adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut”.

*Source Kisah Islami


Tuesday, May 18, 2010

Keutamaan Surah Al-Fatihah

0 comments

Nama-nama lain Al-Fatihah : Fatihatul-Kitab, Ummul Kitab, Ummul-Qur'an, as-Sab'ul-Matsani, al-Qur'anul-`Azhim,asy-Syifa, dan Assaul-Qur'an.

Imam Ahmad bin Hambal r.a. meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., dia berkata, "Rasulullah saw. Menemui Ubai bin Ka'ab, namun dia sedang shalat.

Rasul berkata, `Hai Ubai.' Maka Ubai melirik, namun tidak menyahut.

Nabi berkata, `Hai Ubai!'

Lalu Ubai mempercepat shalatnya, kemudian beranjak menemui Rasulullah saw. Sambil berkata, `Asalamu'alaika, ya Rasulullah.'

Rasul menjawab, `Wa'alaikassalam. Hai Ubai, mengapa kamu tidak menjawab ketika kupanggil?'

Ubai menjawab, `Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku sedang shalat.'

Nabi bersabda, `Apakah kamu tidak menemukan dalam ayat yang diwahyukan Allah Ta'ala kepadaku yang menyatakan, `Penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila menyeru kamu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu.' (al-Anfal:24) 

Ubai menjawab, `Ya Rasulullah, saya menemukan dan saya tidak akan mengulangi hal itu.' Rasul bersabda, `Sukakah kamu bila ku ajari sebuah surat yang tidak diturunkan surat lain yang serupa dengannya di dalam Taurat, Injil, Zabur dan al-Furqan?'

Ubai menjawab, `Saya suka, wahai Rasulullah.'

Rasulullah saw. Bersabda, `Sesungguhnya aku tidak mau keluar dari pintu ini sebelum aku mengajarkannya.'

Ubai berkata, `Kemudian Rasulullah memegang tanganku sambil bercerita kepadaku. Saya memperlambat jalan karena khawatir beliau akan sampai di pintu sebelum menuntaskan pembicaraannya. Ketika kami sudah mendekati pintu,

aku berkata, `Ya Rasulullah, surat apakah yang janjikan itu?'

Beliau bertanya, `Apa yang kamu baca dalam shalat?'

Ubai berkata, `Maka aku membacakan Ummul-Qur'an kepada beliau.'

Beliau bersabda, `Demi yang jiwaku dalam genggaman-Nya, Allah tidak menurunkan surat yang setara dengan itu baik dalam Taurat, Injil, Zabur, maupun al-Furqan. Ia merupakan tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang.'

"Muslim meriwayatkan dalam sahihnya dan Nasa'I meriwayatkan dalam sunannya dengan sanad dari Ibnu, dia berkata, "Suatu ketika Rasulullah saw. (sedang duduk) dan di sisinya ada Jibril. Tiba-tiba jibril mendengar suara dari atas. Maka dia mengarahkan pandangannya ke langit,

lalu berkata, `Inilah pintu langit dibukakan, padahal sebelumnya tidak pernah.'

Ibnu Abbas berkata, "Gembirakanlah (umatmu) dengan dua cahaya. Sungguh keduanya diberikan kepadamu dan tidak pernah diberikan kepada seorang nabi pun sebelummu, yaitu Fatihatul-Kitab dan beberapa ayat terakhir surat al-Baqarah. Tidakkah Anda membaca satu hurufpun darinya melainkan Anda akan diberi (pahalanya).'"


Monday, May 17, 2010

Al-An'aam 151

0 comments

Katakanlah ,  "Marilah kubacakan apa yg diharamkan oleh Tuhanmu kepadamu, yaitu janganlah kamu menyekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah kepada ibu bapak, janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin - Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka - janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan keji baik yang tampak maupun yang tersembunyi, janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali atas dasar alasan yang benar," Demikianlah yang diperintahkan oleh Tuhanmu kepadamu supaya kamu memahami.

Daud al-Audi meriwayatkan bahwa Ibnu Mas;ud r.a. berkata, "Barangsiapa ingin melihat wasiat Rasulullah saw. Yang terdapat pada cincinnya, maka bacalah ayat, `Katakanlah, `Marilah kubacakan apa yang diharamkan oleh Tuhanmu kepadamu, yaitu janganlh kamu menyekutukan sesuatu dengan Dia, `sampai dengan…..'agar kamu bertakwa.'"

Al-Hakim meriwayatkan dalam Mustadraknya sebuah hsdits Yazid bin Harun dari Ubadah bin Shamit, bahwa Rasulullah saw, bersabda, "Siapakah diantara kam yang ingin berbaiat kepadaku mengenai tiga perkara?

Kemudian Rasulullah saw. membaca ayat,' Katakanlah, `Marilah kubacakan apa yang diharamkan oleh Tuhanmu kepadamu….." Beliau menyelesaikan bacaan ayat itu. Barangsiapa yang memenuhi ketiganmya, maka pahalanya dijamin Allah. Barang siapa mengurangi salah satu dari ketiganya, dan masih hidup maka Allah akan menyiksanya di dunia. Dan barangsiapa yang ditangguhkan ke akhirat, maka terserah kepada Allah: jika Dia berkehendak, maka Dia menyiksanya dan bila Dia berkehendak, maka Dia mengampuninya."

Kemudian Hakim mengatakan bahwa sanad hadits ini sahih walaupun Bukhari-Muslim tidak mengeluarkannya dan keduanya menyepakati hadits az-Zuhri yang diterima dari Abu Idris dari Ubadah, "Berbaiatlah kepadaku untuk tidak menyekutukan apa pun dengan Allah…..'

Tafsir ayat itu ialah bahwaa Allah Ta'ala berfirman kepada Nabi Muhammad saw., "Hai Muhammad, katakanlah kepada kaum musyrikin yang menyembah selain Allah, mengharamkan perkara yang telah direzekikan Allah, dan membunuh anak-anaknya; semua itu dilakukan menurut pikiran mereka dan bujuk rayu setan." "Katakanlah" kepada mereka, "Marilah kubacakan apa yang diharamkan oleh Tuhanmu kepadamu, `yaitu janganlah kamu menyekutukan sesuatu dengan Dia." Mulanya ayat itu kira-kira berbunyi, "saya berpesan kepadamu janganlah kamu menyekutukan sesuatu denga Dia." Oleh itu, pada akhir ayat Allah berfirman, "Demikianlah, yang dipesankan kepadamu."

Dalam Shahihain, yaitu dalam hadits Abu Dzar r.a. dia berkata: Rasulullah saw. Bersabda, "Jibril datang kepadaku dan menyampaikan berita gembira bahwa barangsiapa diantara umatmu mati sedang dia tidak menyekutukan sesuatu dengan Allah, maka dia akan masuk syurga.

Saya bertanya, `Walaupun dia berzina dan mencuri?'

Jibril menjawab, `Walaupun dia berzina dan mencuri.'

Saya bertanya, `Walaupun dia berzina dan mencuri?'

Jibril menjawab, `Walaupun dia berzina dan mencuri.'

Saya bertanya, `Walaupun dia berzina dan mencuri?'

Jibril menjawab, `Walaupun dia berzina, walaupun dia mencuri, walaupun dia meminum khamr.'"

Dalam riwayat lain dikatakan bahwa orang yang bertanya itu tiada lain Abu Dzar sendiri. Dalam Shahih Muslim dikatakan dari Ibnu Mas'ud, "Barangsiapa yang meninggal sedang dia tidak menyekutukan sesuatu dengan Allah, maka dia akan masuk surga."

Ibnu Mardawih meriwayatkan dari hadits Ubadah dan Abud Darda, "Jangan kamu menyekutukan apa pun dengan Allah meskipun kamu dipotong, disalib atau dibakar."

Firman Allah Ta'ala, "dan berbuat baiklah kepada ibu bapak, "Yakni dipesankan dan diperintahkan kepadamu supaya kamu berbuat baik kepada ibu bapak. Yakni, hendaklah kamu berbuat baik kepada mereka. Sering sekali Allah membarengkan ketaatan kepada-Nya dengan berbuat baik kepada ibu bapak, sebagaiman Allah berfirman, "bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Ku-lah kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik" (Luqman:14-15). 

Allah menyuruh berbuat baik kepada keduanya, walaupun keduanya itu musyrik. Ayat-ayat yang berkaitan dengan masalah ini masih banyak. Dalam Shahihain diriwayatkan bahwa Ibnu Mas;ud berkata, "Saya bertanya kepada Rasulullah saw., `Amal apakah yang paling utama?'

Beliau menjawab, `Shalat tepat waktu.'

Saya bertanya, `Kemudian amal apa lagi?'

Beliau bersabda, `Berbakti kepada kedua orang tua.'

Saya bertanya, `Kemudian apa lagi?' Beliau bersabda, `Berjihad di jalan Allah.'"

Kemudian Ibnu Mas'ud berkata, "Rasulullah saw. Menceritakannya kepadaku. Seandainya aku menanyakannya lagi, niscaya beliau akan menambahnya."

Firman Allah Ta'ala, "Janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin - Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka." Setelah Allah memerintahkan berbuat baik kepada orang tua dan kakek-nenek, maka perintah itu disusul dengan perintah berbuat baik kepada anak-cucu. Maka Allah berfirman, :Janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan." Oleh karena itu Allah Ta'ala berfirman, "Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka." Yakni semua itu merupakan wewenang Allah.

Firman Allah Ta'ala, "Dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan keji baik yang nampak maupun yang tersembunyi" adalah seperti firman Allah, "Katakanlah, `Sesungguhnya Tuhanku hanyalah mengharamkan perkara yang buruk-buruk, baik yang nampak maupun yang tersembunyi.'"

Dalam Shahihain dikatakan dari Ibnu Mas'ud r.a. dia bahwa Rasulullah saw. Bersabda, "Tiada yang lebih cemburu daripada Allah. Oleh karena itu, Dia mengharamkan perbuatan keji, baik yang terang-terangan maupun yang tersembunyi."

Allah Ta'ala berfirman, "Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali atas dasar alasan yang benar." Penggalan ini ditetapkan oleh Allah untuk lebih menegaskan larangan. Jika bukan untuk tujuan itu, niscaya penggalan tadi masuk ke dalam larangan melakukan yang buruk-buruk baik yang nyata maupun yang tersembunyi.

Dalam Shahihain dikatakan dari Ibnu Mas'ud r.a.: Rasulullah saw. Bersabda, "Tidaklah halal darah seorang muslim yang bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah dan aku adalah Rasulullah kecuali karena salah satu dari tiga alasan: orang yang telah pernah kawin yang berzina, jiwa dibalas dengan jiwa, dan orang yang meninggalkan agamanya serta memisahkan diri dari jamaah."

Adapula larangan, cegahan, dan ancaman membunuh orang kafir yang telah memenuhi perjanjian. Al-Bukhari meriwayatkan dari Abdullah bin Amr, dikatakan dari Nabi saw. Secara marfu', "Barang siapa yang membunuh orang yang telah memenuhi perjanjiannya, maka dia tidak akan mencium bau surga, yang wanginya dapat tercium dari jarak perjalanan 40 tahun."

Firman Allah Ta'ala, "Demikianlah yang diperintahkan oleh Tuhanmu kepadamu supaya kamu memahami."
Perkara yang diperintahkan kepadamu ini dimaksudkan supaya kamu memahami perintah dan larangan Allah

*Source Kisah-Kisah Islam


Sunday, February 14, 2010

Kehilangan Unta Kesayangan

0 comments

Seorang Tabiin bernama Umarah bin Zazan pernah bercerita: Pada suatu masa, Umarah menyertai satu rombongan yang besar bersama sahabatnya Ziyad Al-Namiriy. Mereka meredah padang pasir yang luas dengan menunggang unta, kuda dan keldai. Mereka turut membawa barang-barang keperluan seperti bekalan makanan, minuman dan peralatan senjata.

Setelah melalui perjalan yang jauh dari Makkah, ketua rombongannya telah memberi isyarat untuk berhenti berehat sebentar di sebuah tempat. Maka setiap orang dikehendaki menambat binatang tunggangan masing-masing. Mereka menghilangkan rasa penat dan dahaga dengan berbaring dan meneguk air. Setelah lama berehat, mereka bangun dari tempat masing-masing untuk meneruskan perjalanan.

Tiba-tiba seorang ahli rombongan itu telah kehilangan unta kesayangannya. Ia merasa sangat bimbang, lalu berusaha mencari untanya. Ia menyiasat dikawasan sekitarnya tetapi tidak menemui untanya. Puas sudahia mendaki bukit bukit dan menuruni tanah rendah, tetapi tidak menemui unta kesayangannya. Ia terpaksa menerima ujian sedemikian rupa dengan hati yang penuh tabah dan pasrah. Perkara tersebut telah diadukan kepada Ziyad Al-Namiriy. Seorang yang dianggap makbul doanya.

"Mahukah jika aku tunjukkan kepadamu satu amalan yang dilakukan oleh Anas?"  tanya Ziyad Al-Namiriy.

"Sudah tentu," jawab ahli-ahli rombongan.

Kemudian Ziyad Al-Namiriy membaca surah Al-Sajdah. Sampai di ayat Sajdah ia terus sujud (tilawah). Kemudian Ziyad berdoa dengan tiba-tiba datang seekor unta yang sedang ditunggangi oleh seorang lelaki yang tidak dikenali. Lelaki tersebut menyerahkan unta yang hilang itu dengan tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Semua orang yang menyaksikan kegembiraan pemilik unta itu tanpa menyedari pemergian lelaki aneh yang hilang sekelip mata.

*Source buku kisah orang-orang yang dimakbulkan doanya.


Wednesday, February 10, 2010

Hilir Dan Hulu Sungai-Sungai Di Syurga

0 comments

Diriwayatkan bahawa Rasulullah SAW bersabda: "Pada malam perjalananku ke langit, diperlihatkan kepadaku semua syurga. Maka aku melihat empat macam sungai: Sungai Air, Sungai Susu, Sungai Khamar dan Sungai Madu. Lalu aku bertanya kepada Jibrail: "Dari mana air ini bersumber dan kemana ia mengalir?"

Jibrail menjawab: "Mengalir ke kolam Al-Kautsar, tetapi aku belum mengetahui dari mana air ini bersumber. Cuba ku tanya dahulu dengan Tuhanmu."

Kemudian datanglah seorang malaikat dan berkata kepadaku: "Hai Muhammad, pejamkanlah matamu!"

Tiba-tiba aku berada berdekatan sebuah pohon bersebelahan sebuah Kubah yang terdiri dari Mutiara Putih, pintunya dari yaqut hijau dan kuncinya dari emas merah. Jika dunia dan seisinya diletakkan di atas Kubah ini,akan seperti burung yang hinggap di atas gunung atau seperti telur yang diletak di atas gunung. Aku melihat sungai-sungai itu megalir dari bawah kubah tersebut. Ketika aku hendak kembali, berkatalah malaikat tersebut menyuruhku memasukinya.

Aku bertanya: "Bagaimana aku boleh masuk, sedangkan pintunya terkunci?"

Berkatalah malaikat tersebut: "Kuncinya berada di tanganmu, iaitu lafaz Bismillahirrahmanirrahim"

"Maka aku mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim.

Tiba-tiba terbukalah pintu Kubah itu danmasuklah aku ke dalamnya. Maka aku menyaksikan dari keempat sudutnya mengalirnya keempat-empat sungai itu. Ketika aku hendak pulang, maka malaikat itu menunjukkan aku tulisan Bismillahirrahmanirrahim tertulis di atas sudut-sudut Kubah itu. Aku menyaksikan bahawa Sungai Air bersumber dari Mim lafaz Bismillah, Sungai Susu bersumber dari Ha lafaz Allah, Sungai Khamar bersumber dari Min lafaz Arrahman dan Sungai Madu bersumber dari Mim lafaz Arrahim. Maka tahulah aku bahawa sumber-sumber sungai itu dari lafaz Bismillahirrahmanirrahim"

Kemudian Allah SWT berfirman: "Hai Muhammad! Barangsiapa dari umatmu yang menyebutku dengan nama-nama ini, akan Ku beri minum dari sungai-sungai ini".

Wallahu'alam.



ShareThis

 

Kisah Kisah Islam Copyright © 2011 | Template created by O Pregador | Powered by Blogger