skip to main | skip to sidebar


Showing posts with label Jibril. Show all posts
Showing posts with label Jibril. Show all posts

Tuesday, September 21, 2010

Asal 4 Buah Sungai Di Dalam Syurga

0 comments

Bersabda Rasulullah : “ Semasa aku israk dan naik ke langit yang tinggi, malaikat Jibril telah memberi kesempatan kepada aku untuk melihat ke dalam semua Syurga Allah. Aku lihat didalamnya terdapat 4 buah sungai yang besar-besar dan airnya bermacam-macam. Ada air susu, air madu, air arak dan air yang tidak masin”.

Aku bertanya kepada Jibril : “Wahai Jibril, dari manakah asalnya sungai-sungai ini dan ke manakah akhirnya?

Jibril menjawab “Wahai Rasulullah, aku hanya tahu ia mengalir ke dalam Telaga al-Kausar sahaja dan aku tidak mengetahui dari mana asalnya”

Aku pun memohon petunjuk Allah dan muncullah seorang malaikat dengan memberi salam. Setelah aku menjawab salamnya, dia menyuruh aku memejamkan mataku. Lalu aku memejamkan mata. Apabila aku membuka mata, aku berada dekat sepohon pokok yang besar dibuat daripada permata yang putih berkilauan manakala pintu-pintunya daripada yakut hijau dan kunci-kuncinya daripada emas.

Aku melihat empat batang sungai sedang mengalir dari bawahnya. Aku mahu kembali tetapi ditahan oleh malaikat dengan bertanya, “Tidakkah engkau ingin melihat didalamnya?” 

Aku pun bertanya “Bagaimana aku dapat masuk sedangkan pintunya berkunci? Dimanakah kuncinya?”

Jawab malaikat itu, “Kunci didalam tanganmu”.

Tanyaku lagi “Dimana?.

Jawabnya “ Cukup engkau membaca Bismillahirahmanirrahim”.

Lalu aku pun ucapkan dan pintu terbuka dengan sendirinya dan aku pun masuk ke dalam. Sungguh hebat ciptaan Allah, sungai-sungai itu memancutkan airnya dari empat buah tiang yang besar.

Melihat aku mahu keluar, malaikat bertanya lagi kepadaku “Apakah engkau sudah cukup puas melihat pemandangan ini? Sesungguhnya masih ada yang engkau belum lihat. Cubalah engkau perhatikan sekali lagi dengan baik-baik, dari apakah sungai-sungai itu memancutkan airnya.

Lalu aku pun perhatikan sekali lagi. Aku lihat terdapat kalimah Bismillahirahmanirrahim di antara empat batang tiangnya. Dari huruf mim perkataan Bismillah, keluar air sungai tawar. Dari lubang ha’ perkataan Allah, keluar air sungai susu. Dari lubang huruf mim perkataan ar-rahman, keluar air sungai arak. Dan dari lubang mim dari perkataan ar-rahim, keluar air sungai madu. 

Dari itu, barang siapa dari umatku membaca Bismillahirahmanirrahim, pasti akan dapat minum air sungai ini di akhirat kelak.




Sunday, June 27, 2010

Malaikat Menawarkan Kedudukan Raja Kepada Rasulullah S.A.W

0 comments

Menurut Ibnu Taimiyah dalam kitabnya “Al-Furqan Baina Auliair Rahman wa Auliaia syaitan,” mengatakan bahawa para Nabi itu juga pun dapat dibahagi menjadi dua golongan, pertama “Hamba Rasul dan Kedua Nabi Raja. ”Kemudian Allah membolehkan Nabi Muhammad S.A.W untuk memilih menjadi “Hamba Rasul” atau “Nabi Raja.” Maka Nabi Muhammad S.A.W memilih menjadi hamba Rasul.

Dalam sebuah hadith yang diriwayatkan oleh Ahmad, “Jibril duduk disamping Nabi S.A.W melihat ke langit , maka ketika itu seorang malaikat turun, 

Jibril berkata:  “Bahawa malaikat itu belum pernah turun sejak diciptakan makhluk. 

Ketika ia telah turun ia berkata: “Ya Muhammad aku diutus oleh Tuhan engkau kepadamu, Dia berkata Allah menjadikan engkau “Nabi Raja” atau “Hamba Rasul”. 

Kemudian Jibril pun berkata: “Ya Muhammad tawaduklah kepada Allah!”

Nabi Menjawab: “Ya, saya hamba Rasul.” 

Ada pun seorang Nabi dan langsung menjadi raja seperti Nabi Sulaiman, Nabi Daud dan lain-lain. Nabi Raja mengerjakan apa yang diwajibkan oleh Allah kepadanya dan tidak melakukan apa yang di haramkan oleh Allah kepadanya. Ia menjalankan pemerintahan atau kerajaannya dan membelanjakan harta Negara terhadap hal-halyang dicintai dan diredhai oleh Allah S.W.T. Mereka menghindari dari sesuatu yang dapat menimbulkan dosa. Adapun “Hamba Rasul,” tidak memberikan sesuatu kepada seseorang kecuali dengan perintah Allah.

Ia tidak memberikan kepada siapa yang dikehendakinya dan tidak menghalangi kepada siapa yang dikehendakinya,dia hanya memberi dan menghalangi atas perintah Allah. Ia mejalankan kewalian atas perintah Allah oleh sebab itu segala amal perbuatannya adalah ibadah. 

Dalam Shahih Bukhari dari Abu Hurairah Rasulullah S.A.W bersabda:  “Sesungguhnya aku demi Allah, Aku tidak memberi dan tidak menolak seseorang pun hanya pembagi yang mengerjakan atas perintah Allah dan kerana itulah Allah menyandarkan harta syariat itu kepada allah dan Rasul.”

*Sumber Buku 1001 Cahaya Himpunan isah-Kisah Makaikat
Penyusun: Muhammad Isa Selamat
Tag: Kisah abi, Malaikat


Tuesday, May 18, 2010

Keutamaan Surah Al-Fatihah

0 comments

Nama-nama lain Al-Fatihah : Fatihatul-Kitab, Ummul Kitab, Ummul-Qur'an, as-Sab'ul-Matsani, al-Qur'anul-`Azhim,asy-Syifa, dan Assaul-Qur'an.

Imam Ahmad bin Hambal r.a. meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., dia berkata, "Rasulullah saw. Menemui Ubai bin Ka'ab, namun dia sedang shalat.

Rasul berkata, `Hai Ubai.' Maka Ubai melirik, namun tidak menyahut.

Nabi berkata, `Hai Ubai!'

Lalu Ubai mempercepat shalatnya, kemudian beranjak menemui Rasulullah saw. Sambil berkata, `Asalamu'alaika, ya Rasulullah.'

Rasul menjawab, `Wa'alaikassalam. Hai Ubai, mengapa kamu tidak menjawab ketika kupanggil?'

Ubai menjawab, `Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku sedang shalat.'

Nabi bersabda, `Apakah kamu tidak menemukan dalam ayat yang diwahyukan Allah Ta'ala kepadaku yang menyatakan, `Penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila menyeru kamu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu.' (al-Anfal:24) 

Ubai menjawab, `Ya Rasulullah, saya menemukan dan saya tidak akan mengulangi hal itu.' Rasul bersabda, `Sukakah kamu bila ku ajari sebuah surat yang tidak diturunkan surat lain yang serupa dengannya di dalam Taurat, Injil, Zabur dan al-Furqan?'

Ubai menjawab, `Saya suka, wahai Rasulullah.'

Rasulullah saw. Bersabda, `Sesungguhnya aku tidak mau keluar dari pintu ini sebelum aku mengajarkannya.'

Ubai berkata, `Kemudian Rasulullah memegang tanganku sambil bercerita kepadaku. Saya memperlambat jalan karena khawatir beliau akan sampai di pintu sebelum menuntaskan pembicaraannya. Ketika kami sudah mendekati pintu,

aku berkata, `Ya Rasulullah, surat apakah yang janjikan itu?'

Beliau bertanya, `Apa yang kamu baca dalam shalat?'

Ubai berkata, `Maka aku membacakan Ummul-Qur'an kepada beliau.'

Beliau bersabda, `Demi yang jiwaku dalam genggaman-Nya, Allah tidak menurunkan surat yang setara dengan itu baik dalam Taurat, Injil, Zabur, maupun al-Furqan. Ia merupakan tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang.'

"Muslim meriwayatkan dalam sahihnya dan Nasa'I meriwayatkan dalam sunannya dengan sanad dari Ibnu, dia berkata, "Suatu ketika Rasulullah saw. (sedang duduk) dan di sisinya ada Jibril. Tiba-tiba jibril mendengar suara dari atas. Maka dia mengarahkan pandangannya ke langit,

lalu berkata, `Inilah pintu langit dibukakan, padahal sebelumnya tidak pernah.'

Ibnu Abbas berkata, "Gembirakanlah (umatmu) dengan dua cahaya. Sungguh keduanya diberikan kepadamu dan tidak pernah diberikan kepada seorang nabi pun sebelummu, yaitu Fatihatul-Kitab dan beberapa ayat terakhir surat al-Baqarah. Tidakkah Anda membaca satu hurufpun darinya melainkan Anda akan diberi (pahalanya).'"


Monday, May 17, 2010

Al-An'aam 151

0 comments

Katakanlah ,  "Marilah kubacakan apa yg diharamkan oleh Tuhanmu kepadamu, yaitu janganlah kamu menyekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah kepada ibu bapak, janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin - Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka - janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan keji baik yang tampak maupun yang tersembunyi, janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali atas dasar alasan yang benar," Demikianlah yang diperintahkan oleh Tuhanmu kepadamu supaya kamu memahami.

Daud al-Audi meriwayatkan bahwa Ibnu Mas;ud r.a. berkata, "Barangsiapa ingin melihat wasiat Rasulullah saw. Yang terdapat pada cincinnya, maka bacalah ayat, `Katakanlah, `Marilah kubacakan apa yang diharamkan oleh Tuhanmu kepadamu, yaitu janganlh kamu menyekutukan sesuatu dengan Dia, `sampai dengan…..'agar kamu bertakwa.'"

Al-Hakim meriwayatkan dalam Mustadraknya sebuah hsdits Yazid bin Harun dari Ubadah bin Shamit, bahwa Rasulullah saw, bersabda, "Siapakah diantara kam yang ingin berbaiat kepadaku mengenai tiga perkara?

Kemudian Rasulullah saw. membaca ayat,' Katakanlah, `Marilah kubacakan apa yang diharamkan oleh Tuhanmu kepadamu….." Beliau menyelesaikan bacaan ayat itu. Barangsiapa yang memenuhi ketiganmya, maka pahalanya dijamin Allah. Barang siapa mengurangi salah satu dari ketiganya, dan masih hidup maka Allah akan menyiksanya di dunia. Dan barangsiapa yang ditangguhkan ke akhirat, maka terserah kepada Allah: jika Dia berkehendak, maka Dia menyiksanya dan bila Dia berkehendak, maka Dia mengampuninya."

Kemudian Hakim mengatakan bahwa sanad hadits ini sahih walaupun Bukhari-Muslim tidak mengeluarkannya dan keduanya menyepakati hadits az-Zuhri yang diterima dari Abu Idris dari Ubadah, "Berbaiatlah kepadaku untuk tidak menyekutukan apa pun dengan Allah…..'

Tafsir ayat itu ialah bahwaa Allah Ta'ala berfirman kepada Nabi Muhammad saw., "Hai Muhammad, katakanlah kepada kaum musyrikin yang menyembah selain Allah, mengharamkan perkara yang telah direzekikan Allah, dan membunuh anak-anaknya; semua itu dilakukan menurut pikiran mereka dan bujuk rayu setan." "Katakanlah" kepada mereka, "Marilah kubacakan apa yang diharamkan oleh Tuhanmu kepadamu, `yaitu janganlah kamu menyekutukan sesuatu dengan Dia." Mulanya ayat itu kira-kira berbunyi, "saya berpesan kepadamu janganlah kamu menyekutukan sesuatu denga Dia." Oleh itu, pada akhir ayat Allah berfirman, "Demikianlah, yang dipesankan kepadamu."

Dalam Shahihain, yaitu dalam hadits Abu Dzar r.a. dia berkata: Rasulullah saw. Bersabda, "Jibril datang kepadaku dan menyampaikan berita gembira bahwa barangsiapa diantara umatmu mati sedang dia tidak menyekutukan sesuatu dengan Allah, maka dia akan masuk syurga.

Saya bertanya, `Walaupun dia berzina dan mencuri?'

Jibril menjawab, `Walaupun dia berzina dan mencuri.'

Saya bertanya, `Walaupun dia berzina dan mencuri?'

Jibril menjawab, `Walaupun dia berzina dan mencuri.'

Saya bertanya, `Walaupun dia berzina dan mencuri?'

Jibril menjawab, `Walaupun dia berzina, walaupun dia mencuri, walaupun dia meminum khamr.'"

Dalam riwayat lain dikatakan bahwa orang yang bertanya itu tiada lain Abu Dzar sendiri. Dalam Shahih Muslim dikatakan dari Ibnu Mas'ud, "Barangsiapa yang meninggal sedang dia tidak menyekutukan sesuatu dengan Allah, maka dia akan masuk surga."

Ibnu Mardawih meriwayatkan dari hadits Ubadah dan Abud Darda, "Jangan kamu menyekutukan apa pun dengan Allah meskipun kamu dipotong, disalib atau dibakar."

Firman Allah Ta'ala, "dan berbuat baiklah kepada ibu bapak, "Yakni dipesankan dan diperintahkan kepadamu supaya kamu berbuat baik kepada ibu bapak. Yakni, hendaklah kamu berbuat baik kepada mereka. Sering sekali Allah membarengkan ketaatan kepada-Nya dengan berbuat baik kepada ibu bapak, sebagaiman Allah berfirman, "bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Ku-lah kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik" (Luqman:14-15). 

Allah menyuruh berbuat baik kepada keduanya, walaupun keduanya itu musyrik. Ayat-ayat yang berkaitan dengan masalah ini masih banyak. Dalam Shahihain diriwayatkan bahwa Ibnu Mas;ud berkata, "Saya bertanya kepada Rasulullah saw., `Amal apakah yang paling utama?'

Beliau menjawab, `Shalat tepat waktu.'

Saya bertanya, `Kemudian amal apa lagi?'

Beliau bersabda, `Berbakti kepada kedua orang tua.'

Saya bertanya, `Kemudian apa lagi?' Beliau bersabda, `Berjihad di jalan Allah.'"

Kemudian Ibnu Mas'ud berkata, "Rasulullah saw. Menceritakannya kepadaku. Seandainya aku menanyakannya lagi, niscaya beliau akan menambahnya."

Firman Allah Ta'ala, "Janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin - Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka." Setelah Allah memerintahkan berbuat baik kepada orang tua dan kakek-nenek, maka perintah itu disusul dengan perintah berbuat baik kepada anak-cucu. Maka Allah berfirman, :Janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan." Oleh karena itu Allah Ta'ala berfirman, "Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka." Yakni semua itu merupakan wewenang Allah.

Firman Allah Ta'ala, "Dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan keji baik yang nampak maupun yang tersembunyi" adalah seperti firman Allah, "Katakanlah, `Sesungguhnya Tuhanku hanyalah mengharamkan perkara yang buruk-buruk, baik yang nampak maupun yang tersembunyi.'"

Dalam Shahihain dikatakan dari Ibnu Mas'ud r.a. dia bahwa Rasulullah saw. Bersabda, "Tiada yang lebih cemburu daripada Allah. Oleh karena itu, Dia mengharamkan perbuatan keji, baik yang terang-terangan maupun yang tersembunyi."

Allah Ta'ala berfirman, "Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali atas dasar alasan yang benar." Penggalan ini ditetapkan oleh Allah untuk lebih menegaskan larangan. Jika bukan untuk tujuan itu, niscaya penggalan tadi masuk ke dalam larangan melakukan yang buruk-buruk baik yang nyata maupun yang tersembunyi.

Dalam Shahihain dikatakan dari Ibnu Mas'ud r.a.: Rasulullah saw. Bersabda, "Tidaklah halal darah seorang muslim yang bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah dan aku adalah Rasulullah kecuali karena salah satu dari tiga alasan: orang yang telah pernah kawin yang berzina, jiwa dibalas dengan jiwa, dan orang yang meninggalkan agamanya serta memisahkan diri dari jamaah."

Adapula larangan, cegahan, dan ancaman membunuh orang kafir yang telah memenuhi perjanjian. Al-Bukhari meriwayatkan dari Abdullah bin Amr, dikatakan dari Nabi saw. Secara marfu', "Barang siapa yang membunuh orang yang telah memenuhi perjanjiannya, maka dia tidak akan mencium bau surga, yang wanginya dapat tercium dari jarak perjalanan 40 tahun."

Firman Allah Ta'ala, "Demikianlah yang diperintahkan oleh Tuhanmu kepadamu supaya kamu memahami."
Perkara yang diperintahkan kepadamu ini dimaksudkan supaya kamu memahami perintah dan larangan Allah

*Source Kisah-Kisah Islam


Wednesday, April 28, 2010

Rasulullah s.a.w Pilih Susu Kambing

0 comments


Nabi Muhammad s.a.w ketika masih bayi tidak ada wanita mahu menyusukannya kerana kebanyakan ibu susuan memilih anak orang berharta. Halimah saadiah seorang ibu susuan yang tidak mendapat seorang pun bayi untuk disusukan bersetuju mengambil Muhammad untuk dibawa tinggal bersamanya di kampong BaniSaad.

Satu keajaiban berlaku apabila semua kambing, termasuk kambing tua peliharaan Halimah saadiah menjadi gemuk dan mengeluarkan banyak susu. Selama dua tahun Muhammad tinggal bersama keluarga Bani Saad semua susu kambing menjadi kegemaran baginda.

Ketika Nabi Muhammad israk dari masjidil Haram ke Masjidil Aqsa baginda telah menjadi imam solat kepada para nabi dan para Malaikat serta setiap roh para mukmin. Selepas itu malaikat Jibril membawa talam berisi dua gelas, iaitu gelas arak dan gelas berisi susu. Ada mengatakan susu itu susu kambing yang menjadi kegemaran baginda. Nabi telah memilih gelas berisi susu lalu meminumnya.

Kata Jibril: “Engkau telah pilih minuman yang tepat untuk kebaikan umat islam, jika kamu pilih yang satu lagi sudah tentu umatmu akan menjadi mabuk dan porak peranda.”

Satu lagi peristiwa berlaku ketika putera Rasulullah bernama Ibrahim, Hasil perkahwinannya bersama Maria Qibtiah selalu demam ketika masih kecil. Lalu Rasulullah mengarahkan puteranya itu dibawa ke sebuah kebun tamar yang ada ternakan kambing kerana di tempat itu baik untuk terapi kesihatan dengan udara bersih. Diladang  itu Ibrahim diberi minum susu kambing sebagai rawatan.

Rasulullah berkata: “Susu kambing minuman kesukaanya dai ia makanan lengkap, dapat menggantikan makanan yang lain.” Sehingga sekarang tempat itu dikenali dengan nama Masyroba Ummu Ibrahim (Tempat minum Ummu Ibrahim).

Moral dari cerita tersebut ialah anak-anak yang selalu demam di zaman rasulullah akan diberi minum susu kambing sebagai rawatan dan minuman harian. Bagi orang dewasa susu kambing merupakan pengubatan terutamanya yang kurang zat kalsium dan vitamin D.

Kajian saintis terkini pula mendapati susu kambing bahan paling mujarab untuk merawat demam kuning bagi kanak-kanak, penyakit yangselalu dihidapi kanak-kanak kerana kekurangan hemoglobin yang menyebabkan kekurangan darah merah. Pakar kanak-kanak juga menyarankan agar susu biasa dicampurkan dengan susu kambing untuk minuman kanak-kanak selepas berusia enam bulan ke atas untuk menghindar dari sebarang penyakit kerana ia merupakan makanan yang kaya dengan vitamin yang diperlukan sebagai pertahanan tubuh badan semula jadi.

Yang jelas, susu kambing merupakan minuman kesukaan Rasulullah dan Al-Quran sendiri menyatakan sesiapa yang mengamalkan sunah Rasulullah akan mendapat pahal besar di akhirat kelak.

*Sumber Mingguan warta Perdana.


Saturday, April 3, 2010

Kisah Janggut Nabi Harun A.S Dua Warna

0 comments

Nabi Musa a.s telah diperintahkan oleh Allah Subhanahu Wataala supaya pergi ke bukit Sina untuk menerima wahyu. Semasa pemergian Nabi Musa,segala urusan telah diserahkan kepada saudaranya Nabi Harun a.s.Pemergian Nabi Musa mengambil masa selama 40 hari dan 40 malam. Ketiadaan Nabi Musa a.s telah mengembirakan seorang musuh dalam selimut bernama Samiri. Dia telah memunafaat masa ini untuk menyesatkan kaum Nabi Musa yang selama ini telah bersusah payah membentuk dan memberi keimanan kepada mereka.

Sewaktu Nabi Musa menyeberangi Laut Merah setelah pulang dari Mesir, kaki kuda yang ditunggangi oleh Nabi Musa telah tenggelam dalam pasir di tengah lautan yang kering itu. Dengan segala usaha yang dilakukan oleh Nabi Musa, kuda yang ditungganginya tetap tidak mahu meneruskan perjalanan untuk menyeberangi Laut Merah.

Kerana itu Allah telah mengutuskan malaikat Jibrail dengan menunggang kuda betina. Melihat lawan sejenisnya kuda yang ditunggangi oleh Nabi Musa telah mengejar kuda yang ditunggangi oleh Malaikat Jibrail. Samiri yang ikut serta dalam rombongan tersebut telah mengambil segenggam pasir bekas tapak kaki kuda yang ditunggangi oleh Jibrail dan disimpannya untuk dijadikan azimat.

Apabila tiba masa yang sesuai iaitu semasa Nabi Musa bersunyi di Bukit Sina, Samiri membuat patung seekor lembu daripada emas murni. Setelah siap, patung itu diisinya dengan pasir yang di ambil dari bekas tapak kaki kuda Jibrail. Dalam waktu yang singkat sahaja patung lembu tersebut dapat mengeluarkan suara. Melihat keadaan tersebut, umat Nabi Musa datang berduyun-duyun kepada Samiri. Samiri memimpin mereka menyembah patung lembu yang menakjubkan itu.

Nabi Harun sangat marah setelah melihat umatnya menyembah berhala, lalu berusaha mencegah umatnya daripada terus syirik kepada Allah bahkan umatnya mengancam Nabi Harun untuk membunuhnya jikaNabi Harun terus melarang mereka menyembah patung lembu tersebut. Nabi Harun tidak dapat berbuat apa-apa untuk melarang mereka daripada terus menyembah patung tersebut. Setelah kembali daripada Bukit Sina, Nabi Musa sangat marah kerana melihat umatnya telah murtad.

Nabi Harun telah di persalahkan dalam hal ini. Dalam keadaan marah yang tidak dapat dikawal Nabi Musa telah menarik janggut Nabi Harun menyebabkan janggut yang dipegang oleh Nabi Musa telah bertukar menjadi putih manakala janggut yang tidak terkena tangan Nabi Musa kekal berwarna hitam. Sejak itu janggut Nabi Harun mempunyai dua warna iaitu putih dan hitam.

Wednesday, February 10, 2010

Peristiwa Israk dan Mikraj Dan Buraq Kenderaan Nabi SAW

0 comments

Adapun terjadinya peristiwa Israk dan Mikraj adalah kerana bumi merasa bangga dengan langit...

Berkata dia kepada langit, "Hai langit, aku lebih baik dari kamu kerana Allah SWT telah menghiaskan aku dengan berbagai-bagai negara, beberapa laut, sungai-sungai, tanam-anaman,beberapa gunung dan lain-lain."

Berkata langit, "Hai bumi, aku juga lebih elok dari kamu kerana matahari, bulan, bintang-bintang, beberapa falah, buruj, Arasy, Kursi dan syurga ada padaku."

Berkata bumi,"Hai langit, ditempatku ada rumah yang dikunjungi dan untuk bertawaf para nabi, para utusan dan arwah para wali dan solihin (orang-orangyang baik)."

Bumi berkata lagi, "Hai langit, sesungguhnya pemimpin para nabi dan utusan bahkan sebagai penutup para nabi dan kekasih Allah serusekalian alam, seutama-utamanya segala yang wujud serta kepadanya penghormatan yang paling sempurna itu tinggal di tempatku. Dan diamenjalankan syari'atnya juga di tempatku."

Langit tidak dapat berkata apa-apa apabila bumi berkata demikian. Langit mendiamkan diri dan dia mengadap Allah SWT dengan berkata, "Ya Allah, Engkau telah mengabulkan permintaan orang yang tertimpa bahaya apabila mereka berdoa kepada Engkau. Aku tidak dapat menjawab soalan bumi, oleh itu aku minta kepadaMu ya Allah supaya Muhammad Engkau dinaikkan kepadaku (langit) sehingga aku menjadi mulia dengan kebagusannya dan berbangga."

LaluAllah SWT mengabulkan permintaan langit, kemudian Allah SWT memberi wahyu kepada Jibrail pada malam tanggal 27 Rejab, "Janganlah engkau (Jibrail) bertasbih pada malam ini dan engkau Izrail jangan engkau mencabut nyawa pada malam ini."

Jibrail bertanya, " Ya Allah, apakah kiamat telah sampai?"

Allah SWT berfirman, maksudnya, "Tidak, wahai Jibrail. Tetapi pergilah engkau ke syurga dan ambillah buraq dan terus pergi kepada Muhammad dengan buraq itu."

Buraq adalah seekor binatang yang rupanya seperti kuda. Saiznya kecil sedikit daripada kudatapi lebih besar dari keldai. Lariannya sepantas kilat. Selangkah lompatannya, sejauh mata memandang jaraknya. Buraq akan memanjangkan kaki belakangnya ketika ia mendaki manakala akan memanjangkan kaki depannya pula apabila ia menurun. Menggerak-gerakkan telinga dan kakinya adalah tabiat semula jadi buraq. Di samping rupanya yang cantik,terdapat sayap pada kedua-dua pehanya. Sayap ini adalah untuk membantu kecepatan lompatannya.

Kemudian Jibrail pun pergi dan diamelihat 40,000 buraq sedang bersenang-lenang di taman syurga dan diwajah masing-masing terdapat nama Muhammad SAW. Di antara 40,000 buraq itu, Jibrail terpandang pada seekor buraq yang berwarna putih sedang menangis bercucuran air matanya.

Jibrail lalu menghampirinya lalu bertanya, "Mengapa engkau menangis, ya buraq?"

Berkata buraq, "YaJibrail, sesungguhnya aku telah mendengar nama Muhammad SAW sejak 40tahun, maka pemilik nama itu telah tertanam dalam hatiku dan sesudahitu aku menjadi rindu kepadanya dan aku tidak mahu makan dan minumlagi. Aku laksana dibakar oleh api kerinduan."

Berkata Jibrail,"Aku akan menyampaikan engkau kepada orang yang engkau rindukan itu."

Kemudian Jibrail memakaikan pelana dan kekang kepada buraq itu dan membawanya kepada Nabi Muhammad SAW. Ketika sampai di bumi, buraq yang dibawa oleh Jibrail itu menojang-nojangkan kakinya. Ia seolah-olah enggan ditunggangi.

Melihat demikian, malaikat Jibrail memegangnya dan berkata: "Wahai buraq! tidak malukah engkau? Demi Allah, orang yang akan menunggangi engkau adalah orang yang paling mulia di sisi Allah SWT".

Mendengar perkataan Jibrail itu maka bercucuranlah peluhnya. Iakelihatan kemalu-maluan dan tidak lagi resah. Nabi SAW pun naik ketempat yang tersedia di atas badan buraq, sebagaimana dilakukan olehnabi-nabi sebelum baginda nabi SAW.

Setelah siap segalanya,terbanglah buraq membawa nabi Muhammad SAW memulakan Israk. Dalam perjalanan itu, Jibrail mendampingi nabi SAW di sebelah kanan bagindaSAW manakala Mikail di sebelah kiri.

Wallahu'alam.

*Source Abumusa


Hilir Dan Hulu Sungai-Sungai Di Syurga

0 comments

Diriwayatkan bahawa Rasulullah SAW bersabda: "Pada malam perjalananku ke langit, diperlihatkan kepadaku semua syurga. Maka aku melihat empat macam sungai: Sungai Air, Sungai Susu, Sungai Khamar dan Sungai Madu. Lalu aku bertanya kepada Jibrail: "Dari mana air ini bersumber dan kemana ia mengalir?"

Jibrail menjawab: "Mengalir ke kolam Al-Kautsar, tetapi aku belum mengetahui dari mana air ini bersumber. Cuba ku tanya dahulu dengan Tuhanmu."

Kemudian datanglah seorang malaikat dan berkata kepadaku: "Hai Muhammad, pejamkanlah matamu!"

Tiba-tiba aku berada berdekatan sebuah pohon bersebelahan sebuah Kubah yang terdiri dari Mutiara Putih, pintunya dari yaqut hijau dan kuncinya dari emas merah. Jika dunia dan seisinya diletakkan di atas Kubah ini,akan seperti burung yang hinggap di atas gunung atau seperti telur yang diletak di atas gunung. Aku melihat sungai-sungai itu megalir dari bawah kubah tersebut. Ketika aku hendak kembali, berkatalah malaikat tersebut menyuruhku memasukinya.

Aku bertanya: "Bagaimana aku boleh masuk, sedangkan pintunya terkunci?"

Berkatalah malaikat tersebut: "Kuncinya berada di tanganmu, iaitu lafaz Bismillahirrahmanirrahim"

"Maka aku mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim.

Tiba-tiba terbukalah pintu Kubah itu danmasuklah aku ke dalamnya. Maka aku menyaksikan dari keempat sudutnya mengalirnya keempat-empat sungai itu. Ketika aku hendak pulang, maka malaikat itu menunjukkan aku tulisan Bismillahirrahmanirrahim tertulis di atas sudut-sudut Kubah itu. Aku menyaksikan bahawa Sungai Air bersumber dari Mim lafaz Bismillah, Sungai Susu bersumber dari Ha lafaz Allah, Sungai Khamar bersumber dari Min lafaz Arrahman dan Sungai Madu bersumber dari Mim lafaz Arrahim. Maka tahulah aku bahawa sumber-sumber sungai itu dari lafaz Bismillahirrahmanirrahim"

Kemudian Allah SWT berfirman: "Hai Muhammad! Barangsiapa dari umatmu yang menyebutku dengan nama-nama ini, akan Ku beri minum dari sungai-sungai ini".

Wallahu'alam.



ShareThis

 

Kisah Kisah Islam Copyright © 2011 | Template created by O Pregador | Powered by Blogger