skip to main | skip to sidebar


Showing posts with label Malaikat. Show all posts
Showing posts with label Malaikat. Show all posts

Saturday, February 4, 2012

Malaikat Mu

0 comments

Suatu hari seorang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia dia bertanya kepada Tuhan : Para malaikat disini mengatakan bahawa besok Engkau akan mengirimkan saya kedunia, tetapi bagaimana cara saya hidup disana? saya begitu kecil dan lemah ?’

Dan Tuhan menjawab: ‘Aku telah memilih satu malaikat untukmu. Ia akan menjaga dan mengasihimu ‘

Bayi bertanya lagi: ‘Tetapi disini didalam syurga ini, apa yang saya lakukan hanyalah bernyanyi, bermain dan tertawa Inikan sudah cukup bagi saya untuk berbahagia.’

‘Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari. Dankamu akan merasakan kehangatan cintanya dan menjadi lebih berbahagia’

‘Dan bagaimana bisa saya mengerti disaat orang-orang berbicara kepada saya jika saya tidak mengerti bahasa mereka ?’

‘Malaikatmu akan berbicara kepadamu dengan bahasa yang paling indah yang pernah kamu dengar dan dengan penuh kesabaran dan perhatian. Dia akan mengajar kepadamu cara berbicara.’

Dan apa yang akan saya lakukan saat saya ingin berbicara kepadaMu ?’

‘Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdoa’

‘Saya mendengar bahawa di Bumi banyak orang jahat. Siapa yang akan melindungi saya ?

‘Malaikatmu akan melindungimu walaupun hal tersebut mungkin akan mengancam jiwanya’

‘Tapi, saya pasti akan merasa sedih kerana tidak melihatMu lagi’

‘Malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang Aku, dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepada Ku walaupun sesungguhnya Aku akan sentiasa disisimu’

Disaat itu, Syurga begitu tenang dan heningnya sehingga suara dari Bumi dapat terdengar, dan sang bayi bertanya perlahan ‘Tuhan, jika saya harus pergi sekarang, bisakah Kamu memberitahuku nama malaikat tersebut?’

‘Kamu akan memanggil malaikatmu itu: ‘ IBU ‘

Ingatlah sentiasa kasih sayang dan pengorbanan ibu. Berbakti, berdoadan cintailah dia sepanjang masa… Dialah sesatunya harta yang tiada galang gantinya dunia akhirat

Dan untuk para ibu, ingatlah kisah ini dikala kamu hilang sabar dengan karenah anak-anak yang sedang membesar sesungguh nya Syurga itu dibawah telapak kakimu…

Sucikanlah 4 hal dengan 4 perkara :

1) Wajahmu dengan linangan air mata keinsafan,

2) Lidahmu basah dengan berzikir kepada Penciptamu,

3) Hatimu takut dan gementar kepada kehebatan Rabbmu, dan dosa-dosa yang silam

4) Di sulami dengan taubat kepada Dzat yang Memiliki mu.’

Dari Abdullah bin 'Amr r.a. , Rasullullah s. a. w. bersabda,

"SAMPAIKANLAH PESANKU BIARPUN SATU AYAT"




Sunday, January 29, 2012

Malaikat Mengajarkan Tentang Erti Dunia

0 comments

Jabir bin Abdullah berkata, "Pada suatu hari sewaktu saya bersama baginda Rasulullah s.a.w maka tiba-tiba datang seorang lelaki yang berwajah putih bersih, rambutnya pula sangat cantik dan dia memakai pakaian yang putih.

Lalu dia menghampiri Rasulullah s.a.w dengan berkata: "Assalamualai-kum ya Rasulullah apakah ertinya dunia ini?"

Maka Rasulullah s.a.w pun bersabda "Dunia itu impian orang yang tidur."

Bertanya orang itu lagi, "Apakah ertinya akhirat itu ya Rasulullah s.a.w?"

Bersabda Rasulullah s.a.w, "Satu kumpulan manusia yang berada di dalam Syurga dan satu kumpulan lagi berada di dalam neraka Sa'ir."

Orang itu bertanya lagi, "Apakah Syurga itu?"

Bersabda Rasulullah s.a.w, "Sebagai ganti dunia untuk mereka yang menjauhkan dunia,kerana sesungguhnya nilai harga Syurga itu sama dengan menjauhkan dunia ini."

Bertanya orang itu lagi,"Apakah Jahanam itu?"

Maka bersabda Rasulullah s.a.w "Jahanam itu adalah sebagai ganti dunia bagi mereka yang mencarinya."

Bertanya orang itu lagi, "Siapakah sebaik umat ini?"

Bersabda Rasulullah s.a.w, "Sebaik-baik umat ialah yang taat kepada Allah s.w.t"

Orang itu bertanya lagi, "Bagaimana yang dikatakan orang yang taat itu?"

Bersabda Rasulullah s.a.w, "Orang yang berusaha bersungguh-sungguh sebagaimana orang mencari kafilah."

Orang itu bertanya lagi, "Seberapakakah keten tuan taat itu?"

Bersabda Rasulullah s.a.w, "Seperti kira-kira perbezaan dari kafilah."

Bertanya orang itu lagi, Berapa jarak jauhnya dunia dengan akhirat'?"

Bersabda Rasulullah s.a.w, "Hanya sekadar memejamkan mata sahaja."

Jabir melanjutkan ceritanya, "Setelah orang itu pergi kami tidak lagi melihat orang itu selepas itu"

Rasulullah s.a.w bersabda,"Orang lelaki yang datang tadi adalah Jibrail a.s, dia datang kepada kamu supaya kamu semua menjauhkan diri dari dunia dan supaya kamu mencintai akhirat.

Bersabda Rasulullah s.a.w lagi,"sesungguhnya Allah s.a.w.tidak mencipta makhluknya yang lebih dibenci selain dunia, bahkan Dia (Allah) tidak melihat nya sejak menciptakannya."

Dunia ini adalah satu alam khayalan yang mana satu masa nanti ianya juga akan musnah, jadi apalah gunanya kita mengejar dunia kekal. Gunakanlah dunia ini untuk kita mengumpul bekalan amal untuk dibawa ke akhirat, janganlah kita menjadi orang bodoh,sebab orang yang bodoh hanya suka mengejar dunia. Seluruh masa dan tenaganya dihabiskan semata-mata untuk mendapatkan dunia.

*Source Buku Rahsia Malaikat Dan Keajaibannya.



Sunday, December 18, 2011

Perisai Api Neraka

0 comments

Seorang lelaki ketika sedang melakukan ibadat wuquf di Padang Arafah, di tangannya tergengam 7 ketul batu sebagai kesaksian terhadap Allah dan RasulNya. Sebelum tidur, lelaki itu mengucap 2 kalimah syahadah. Suatu malam ketika sedang tidur, dia bermimpi seakan-akan kiamat telah tiba. Di sana dia dihisab dan dijatuhi hukuman masuk ke neraka. Lalu diringkan malaikat Zabaniah menuju ke neraka.

Apabila sampai di neraka, malaikat di bahagian azab cuba mencampakkannya tetapi gagal. Ini kerana di tangannya ada seketul batu yang pernah dibawa semasa melakukan wuquf.

Kemudian malaikat mengiringnya ke pintu kedua. Di sini pun malaikat gagal mencampakkannya lelaki itu ke dalam neraka. Batu yang bergengam di tangannya menjadi penghalang. Begitulah seterusnya sehingga genap 7 pintu neraka.

Akhirnya malaikat membawanya ke Arasy. Malaikat melaporkan kepada Allah. “Ya Allah! Kami tidak mampu mencampakkan hambaMu ini ke dalam neraka. Sesungguhnya engkau lebih mengetahui tentang hambaMu ini.”

Allah berfirman kepada lelaki itu, “Wahai hambaku! Adalah batu-batu yang kau gunakan untuk bersaksi dengan kalimah syahadah sewaktu engkau menjalankan ibadah wuquf itulah yang menolongmu. Ia tidak mensia-siakan haqmu? Aku juga tidak akan mensia-siakan haqmu. Masukkan hamba ini ke syurga.

Ketika membawa lelaki tersebut ke syurga pintunya sedang tertutup. Lalu datanglah penyaksian kalimah syahadah, lantas pintu syurga itu terbuka dan masuklah dia ke dalam syurga. Dia kekal di dalamnya.

Pengajaran

1.Janji Allah adalah benar.

2.Allah tidak akan berlaku zalim sama sekali terhadap hambaNya.

3.Setiap amalan yang kita kerjakan sewaktu di dunia akan dibalas walau sekecil zarah sekalipun.

4.Syurga hanyalah untuk mereka yang beriman dan beramal soleh, adapun neraka untuk mereka yang ingkar dan derhaka kepada Allah s.w.t. 

Malaikat Yang Menjelma

0 comments

"(Ingatlah), ketika malaikat berkata, 'Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putra yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya al-Masih Isa putra Maryam,seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah), dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa dan dia termasuk diantara orang-orang yang saleh."(Ali-Imran:45-46)

Pada saat itu, malaikat Jibril a.s. mengubah bentuknya menjadi manusia yang sangat sempurna, karenanya (Maryam) tidak dapat melihat Jibril a.s. dalam bentuk aslinya.

Allah berfirman, "Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalamAl-Qur'an, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur. Maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka.Lalu Kami utus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna." (Maryam: 16-17)

Ketika Maryam melihat seorang pemuda yang sangat tampan (penjelmaan malaikat Jibril a.s.) di hadapannya, menembus tabir yang dibuatnya, ia mengira bahwa pemuda tampan itu ingin berbuat jahat kepadanya. Sementara, dia adalah seorang wanita bersih dan suci yang ditumbuhkan Allah SWT dengan pertumbuhan yang baik.

Maka ia segera berlindung kepada Allah SWT, "Sesungguhnya aku berlindung daripadamu kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa."

"Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci," ujar Jibril a.s.

"Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusiapun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina?," jawab Maryam tegas.

"Demikianlah Tuhanmu berfirman, 'Hal itu adalah mudah bagi-Ku dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami. Dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan,' jawab Jibril a.s.menjelaskan (Maryam: 18-21)

Kadang-kadang para malaikat mengubah bentuk sebagai orang biasa dan menemui sebagian manusia, guna memberikan kabar yang menggembirakannya dan melapangkan dadanya atas perbuatan dan tingkah lakunya yang baik serta karakteristiknya yang mulia.

Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shahih-nya dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw bersabda : "Ada seorang lelaki yang ingin mengunjungi saudaranya di sebuah desa. Di dalam perjalanannya Allah SWT mengutus seorang malaikat untuk mengawasinya. Ketika lelaki itu sampai padanya,

malaikat itu berkata, "Kemanakah engkau akan pergi?'

Lelaki itu menjawab, 'Aku ingin mengunjungi saudaraku di desa ini.'

Malaikat itu bertanya lagi, 'Apakah engkau punya kepentingan dari kenikmatan di desa ini?'

Lelaki itu menjawab, 'Tidak, hanya saja aku mencintainya karena Allah.'

Kemudian malaikat itu berkata, 'Sesungguhnya aku adalah utusan Allah SWT yang diutus kepadamu,
bahwa Allah juga mencintaimu sebagaimana kamu mencintai-Nya.'"

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah r.a.. Ia mendengar Rasulullah bersabda, "Ada tiga orang dari kalangan Bani Israel, yang pertama menderita kusta, kedua berkepala botak, dan ketiga matanya buta. Allah SWT ingin menguji mereka dengan mengutus salah seorang malaikat.

Lalu malaikat itu (yang sudah mengubah bentuk menjadi manusia) mendatangi seorang yang menderita kusta itu sembari bertanya, 'Apakah gerangan yang engkau sukai?'

Orang itu menjawab, 'Warna yang bagus, kulit yang mulus, dan sembuhnya penyakit yang membuat semua orang merasa jijik padaku.'

Kemudian malaikat itu mengusapnya hingga penyakit yang membuat orang jijik padanya lenyap, serta memberinya warna yang bagus dan kulit yang mulus. Setelah itumalaikat bertanya lagi, 'Harta apakah yang engkau inginkan?'

Orang itu menjawab, 'Seekor unta.'

Lalu malaikat itu memberikan seekor unta betina yang sedang hamil tua seraya berkata, "Semoga Allah SWT, menganugerahkan berkah-Nya padamu dengan unta ini.'

Kemudian malaikat itu mendatangi orang yang berkepala botak sambil bertanya, 'Apakah gerangan yang engkau sukai?'

Lelaki itu menjawab, 'Rambut yang bagus dan kesembuhan dari penyakit yang membuat orang jijik padaku.'

Malaikat itu mengusapnya kemudian berlalu setelah memberinya rambut yang bagus. Lebih lanjut malaikat itu bertanya, 'Harta apakah yang engkau inginkan?'

Lelaki itu menjawab, 'Seekor sapi.'

Malaikat itu memberinya seekor sapi yang sedang bunting seraya berujar, 'Semoga Allah menganugerahkan berkah-Nya kepadamu dengan seekor sapi ini.'

Setelah itu malaikat tersebut mendatangi orang yang buta dan berkata, 'Apakah gerangan yang sangat engkau inginkan?'

Lelaki buta menjawab, 'Allah SWT mengembalikan penglihatanku hingga aku bisa melihat manusia.'

Malaikat itu mengusapnya dan kembalilah penglihatannya. Selanjutnya malaikat itu berkata, "Harta apakah yang engkau inginkan?'

Lelaki itu menjawab, 'Seekor kambing.'

Malaikat itu mengabulkannya dengan memberikan seekor kambing yang sedang bunting. Hewan yang ini melahirkan dan yang ini melahirkan. Akhirnya,orang ini memiliki lahan peternakan unta, orang ini memiliki lahan peternakan sapi dan orang ini memiliki lahan peternakan kambing.

Setelah itu malaikat mendatangi orang yang pernah menderita penyakit kusta dengan menyamar sebagai orang tua yang menderita kusta seraya berkata, 'Seorang lelaki miskin yang hidup sebatang kara dalam perjalanan hidupnya. Hari ini ia tidak bisa memohon kepada siapa pun kecuali Allah SWT kemudian kepadamu. Aku meminta kepadamu apa-apa yang telah dianugerahkan (Allah SWT)kepadamu, warna yang bagus, kulit yang mulus, dan harta yang berupa unta untuk kelangsungan hidupku.'

Lelaki itu berkata, 'Banyak sekali hak-hak yang kau minta.'

Malaikat itu berkata, 'Sepertinya aku mengenalmu. Bukankah engkau dulu juga seorang penderita kusta yang dikucilkan masyarakat. Saat itu engkau sangat miskin dan kemudian Allah SWT menganugerahkan kekayaan padamu?'

'Harta ini kuwarisi secara turun temurun,' ujar lelaki itu dengan sombong.

'Jika engkau berbohong, maka Allah SWT mengembalikanmu seperti keadaan semula…."

Beliau melanjutkan, "Lalu malaikat itu mendatangi orang yang pernah menderita kebotakan dangan menyamar sebagai seorang lelaki botak seperti dirinya. Ia mengatakan seperti apa yang dikatakannya kepada lelaki yang menderita kusta di atas. Dan diapun menjawab seperti apa yang dijawab oleh rakannya.

Kemudian malaikat berkata, 'Jika engkau berbohong, maka Allah SWT akan mengembalikanmu pada keadaanmu semula…'"

Beliau bersabda, "Setelah itu ia mendatangi orang yang pernah kehilangan penglihatannya dengan menyamar sebagai lelaki tua buta dan berkata, 'Seoranglelaki miskin dan Ibnu Sabil. Dalam perjalanan hidupku aku tidak lagi memiliki siapa-siapa dan tidak memiliki apa-apa. Hari ini tidak ada seorangpun yang ku minta, kecuali Allah SWT kemudian kepadamu. Aku meminta atas nama yang mengembalikan penglihatanmu, seekor kambing guna kelangsungan hidupku.

Lelaki itu berkata, 'Aku pernah mengalami kebutaan, lalu Allah SWTmengembalikan penglihatanku seperti sedia kala. Ambilah sesukamu dan tinggalkan sesukamu. Demi Allah, hari ini aku tidak akan mempersulit segala sesuatu yang ingin kau ambil, demi Allah. (Yakni aku tidak akan mempersulitmu dengan menolak sesuatu yang ingin kau minta dan kau ambil).

'Lalu malaikat itu berkata, 'Peliharalah apa-apa yang kau miliki.Sesungguhnya kalian telah diuji. Sesungguhnya Allah SWT meridhaimu dan memurkai kedua rakanmu.'"

*Source Kisah-Kisah Islam.

Wednesday, December 14, 2011

Kisah Harut Dan Marut

0 comments

Al-Israa-iiliyaat dalam kisah "Harut dan Marut (Dinukil dari kitabal-israa-iiliyaat fit-Tafsiir, Dr. Muhammad bin Muhammad Abu Syahbah) Diriwayatkan oleh as-Sayuthi dalam kitab ad-Durrul Mantsuur.

Ditafsirkan dalam firman Allah SWT, "Dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut" (al-Baqarah: 102).

Terdapat riwayat yang sangat banyak dan kisah-kisah yang menakjubkan ini yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar, Ibnu Mas'ud, dan Ali. Juga oleh IbnuAbbas, Mujahid, Ka'ah, Rabi', dan as-Sady yang meriwayatkan dari Ibnu Jarirath-Thabari dalam tafsirnya, Ibnu Mardaweh, dan al-Hakim. Ibnu al-Mundzirdan Ibnu Abi ad-Dunya serta al-Baihaqi dan al-Khatib dalam tafsir-tafsir,kitab-kitab, dan khulashah-nya, Ketika masyarakat dari anak-anak Adam a.s.terjerumus dalam perbuatan-perbuatan maksiat dan kafir kepada Allah SWT.

Para malaikat di atas langit berkata, "Ya Rabb, alam raya ini Engkau ciptakan sebagai tempat untuk beribadah dan taat kepada-Mu. Mereka telah berbuat maksiat, kafir, membunuh orang yang diharamkan, memakan harta haram, mencuri, berzina, dan meminum khamar (minuman keras). Mereka (para malaikat)selalu mengajukan tuntutan atas apa yeng diperbuat manusia tanpa bisa memakluminya.

Lalu dikatakan kepada mereka, 'Manusia-manusia itu dalam keadaan tidak sadar.' Namun mereka tetap saja tidak mau memakluminya.

Didalam sebagian riwayat dikatakan bahwa Allah SWT berfirman kepada mereka, 'Jika kalian menempati posisi mereka niscaya kalian juga akan melakukan seperti apa yang mereka lakukan.'

Mereka berkata, 'Mahasuci Engkau, kami tidak akan pernah melakukan hal itu'

Didalam riwayat lain dikatakan kepada mereka, 'Tidak akan pernah.'

Lalu dikatakan kepada mereka, 'Pilihlah dua orang malaikat diantara kalian, Aku akan memerintahkan nya untuk melakukan apa-apa yang-Ku perintahkan dan melarangnya untuk berbuat maksiatkepada-Ku.

Lalu mereka memilih Harut dan Marut. Keduanya segera turun ke bumi setelah dilengkapi dengan perangkat syahwat, sebagaimana yang terdapat pada manusia. Keduanya diperintahkan untuk senantiasa menyembah Allah SWT dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun, dilarang membunuh manusia yang diharamkan, memakan harta haram, mencuri, berzina, dan meminum khamar.Keduanya tinggal di bumi selama beberapa tahun dan tinggal diantara manusia dengan benar.

Pada suatu zaman terdapat seorang wanita yang kecantikannya dikalangan manusia laksana kecantikan planet Venus diantara gugusan galaksi diangkasa. Kedua malaikat itu sama-sama ingin memiliki wanita tersebut. Namun wanita itu menolak kecuali jika keduanya mengikuti agamanya. Lalu keduanya menanyakan agama yang dianut oleh wanita tersebut. Wanita cantik itu segera mengeluarkan dan memperlihatkan sebuah berhala.

'Kami tidak punya keinginan untuk menyembah ini,' tolak kedua malaikat itu.

Setelah itu, keduanya berlalu dan mnyembah kepada Allah SWT. Kemudian kedua malaikat itu mendatangi wanita tersebut dan berusaha menaklukannya dengan kata-kata, dengan harapan bisa memilikinya. Namun,wanita itu tetap menolak kecuali jika keduanya menyembah berhala yang disembahnya. Kedua malaikat itu tetap menolak. Ketika wanita itu melihat dua laki-laki itu tetap tidak mau menyerah dan menyembah berhala,

ia berkata,'Jika kalian tetap menolak, pilihlah satu diantara tiga pilihan. Kalian menyembah berhala ini, membunuh manusia atau minum khamar.'

Keduanya segera berkata, 'Yang paling mudah dari ketiga pilihan itu adalah meminum khamar.'

Wanita itu segera meminumkan khamar kepada keduanya. Setelah minum khamar mereka menyetubuhi wanita itu. Pada saat mereka melakukan perbuatan itu,seorang lelaki lewat dihdapannya. Karena keduanya merasa khawatir bahawa orang itu akan menyebarluaskan apa yang dilakukannya, mereka segera membunuhnya.

Begitu sadar dari mabuknya, keduanya segera menyadari kesalahan yang baru saja dilakukannya dan ingin segera kembali ke atas langit. Namun, mereka tidak bisa melakukannya. Dengan demikian penutup tabir rahasia antara keduanya dengan penghuni langit sudah terungkap. Pada saat itu, para malaikat menyaksikan sendiri perbuatan dosa yang telah dilakukan oleh kedua rakannya dan mengetahui dengan pasti bahwa orang yang kehilangan kesadaran mereka kadar rasa takutnya akan lebih sedikit. Sejak saat itu, mereka selalu memohonkan ampunan untuk penghuni bumi.

Setelah kesalahan yang menimpa kedua malaikat itu terjadi, lalu dikatakan kepadanya, 'Sekarang pilihlah, azab dunia atau azab akhirat.'

Keduanya berkata, 'Azab dunia akan berakhir sedangkan azab akhirat tidak akan pernah berakhir.'

Keduanya memilih azab dunia. Kemudian keduanya ditempatkan dinegeri Babil dan diazab dengan kedua kaki terikat. Di dalam sebagian riwayat dikatakan, 'Bahwa keduanya mengajari wanita itu kalimat yang dapat membuat keduanya naik kelangit. Lalu wanita itu naik ke atas langit, namun Allah memutuskannya. Planet yang dikenal dengan nama Zahrah (Venus) adalah penjelmaan wanita tersebut!'"

Semua cerita diatas adalah khurafat-khurafat anak cucu Israel dan kebohongan mereka yang tidak masuk akal, tidak masuk dalam nukilan dan tidak masuk dalam syariat. Dan, sebagian perawi kisah khurafat batil ini dalam meriwayatkannya tidak sampai kepada para sahabat dan tabi'in. Akan tetapi,mereka telah membuka pintu-pintu kejahatan dan memasukinya. Mereka telah melekatkan dan mengangkat kebohongan ini kepada Rasulullah saw. Maha suciAllah Rabb-ku, ini adalah perbuatan keji yang sangat besar.

Imam Abu al-Farj telah menghukumi kisah itu sebagai hadith palsu danas-Syihab al-Iraqi telah me-nash-kan bahwa orang percaya bahwa Harut dan Marut adalah dua orang malaikat yang diazab, karena kesalahan yang telah dilakukannya, maka ia telah kafir kepada Allah Yang Maha Agung.

Imam al-Qadhi 'Ayadh dalam kitab asy-Syifa berkata, "Bahwa apa yang disebutkan oleh para perawi dan dinukil oleh para ahli tafsir tentang kisah Harut dan Marut tidak memiliki arti apa-apa dan tidak benar berasal dari sabda Rasulullah saw. serta bukan sesuatu yang diambil dari qiyas."

Kemudian jika ditinjau dari segi akal kisah ini tidak bisa diterima. Karena para malaikat suci dan bersih dari dosa besar semacam ini yang tidak bersumber, kecuali dari akhlak yang buruk. Allah SWT telah memberitahukan tentang mereka tidak pernah mengingkari apa-apa yang diperintahkan-Nya dan senantisa menjalankan apa-apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka.Sebagaimana yang telah disebutkan dalam sebagian riwayat yang telah dikemukankan yang menjawab firman Allah SWT.

Di dalam riwayat lain dikatakan bahwa Allah SWT berfirman kepada mereka, "Jika kalian berdua diuji sebagaiman ujian yang diterapkan kepada anak cucu Adam a.s., kalian juga akan berbuat maksiat kepada-Ku."

Kedua malaikat itu menjawab, "Kalaupun Engkau juga menguji kami dengan ujian yang Kau terapkan kepada anak-anakAdam, kami sekali-kali tidak akan berbuat maksiat kepada-Mu."

Menanggapi firman Allah SWT adalah suatu kekafiran, karena akan menjauhkan orang yang memiliki pengetahuan tentang Allah dan sifat-sifat-Nya dari-Nya. Bagaimana mungkin seorang yang jahat dapat naik ke langit dan menjadi salah satu gugusan galaksi yang berkilau. Lalu bintang apakah gerangan yang mereka berinama az-Zahrah dan mereka anggap sebagai penjelmaan dari wanita jahat tersebut. Lalu Allah memutuskannya kecuali tetap berada di tempatnya sejak Ia menciptakan lapisan langit dan bumi. Khurafat yang tidak ditemukan tersebut, sebenarnya cerita itu dinukil dan tidak berdasarkan pada logika yang benar, sangat bertentangan dengan keyakinan yang dianut oleh para ilmuwan modern.

*Source Kisah-Kisah Islam.


Wednesday, April 6, 2011

Banyaklah Berzikir

0 comments

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a.. Ia berkata bahwa Rasulullah saw. Bersabda, "Sesungguhnya Allah SWT memiliki malaikat-malaikat yang berkeliling di jalan-jalan guna mencari hamba ahli berzikir. Jika mereka mendapati kaum yang selalu berzikir kepada Allah SWT,

mereka menyerunya, `Serukanlah kebutuhan kalian.' Kemudian mereka membawanya dengan sayap-sayapnya ke atas langit bumi.

Lalu mereka ditanya oleh Rabb-nya (Dia Maha Mengetahui), `Apa yang dikatakan oleh hamba-hamba-Ku?'

Para malaikat menjawab, `Mereka menyucikan dan mengagungkan Engkau, memuji dan memuliakan Engkau.'

Allah berfirman, `Apakah mereka melihat-Ku?'

Para malaikat menjawab, `Tidak, demi Allah, mereka tidak melihat-Mu.'

Allah berfirman, `Bagaimana kalau mereka melihat Aku?'

Para malaikat berkata, `Kalau mereka melihat-Mu, tentunya ibadah mereka akan bertambah, tambah menyucikan dan memuliakan Engkau.'

Allah SWT berfirman, `Apa yang mereka minta?'

Para malaikat berkata, `Mereka memohon surga kepada-Mu.'

Allah berfirman, `Apakah mereka pernah melihatnya?'

Para malaikat berkata, `Tidak, demi Allah, mereka tidak pernah melihatnya.'

Allah SWT berfirman, `Bagaimana kalau mereka melihatnya?'

Para malaikat berkata, `Kalau mereka melihatnya, niscaya mereka akan semakin berhasrat serta tamak dalam memohon dan memintanya.'

Allah SWT berfirman, `Pada apa mereka memohon perlindungan?'

Para malaikat berkata, `Mereka memohon perlindungan dari neraka-Mu.'

Allah SWT berfirman, `Apakah mereka pernah melihatnya?'

Para malaikat berkata, `Kalau mereka melihatnya, niscaya mereka akan semakin berlari menjauhinya dan semakin takut.'

Allah SWT berfirman, `Kalian Aku jadikan saksi bahwa Aku telah mengampuni mereka.'

Salah seorang dari malaikat itu berkata, `Di dalam kelompok mereka terdapat si Fulan yang bukan bagian dari mereka. Ia datang ke sana hanya untuk suatu keperluan.'

Allah SWT berfirman, `Anggota majelis itu tidak menyengsarakan orang yang duduk bergabung dalam majelis mereka.'"

*Source Kisah-Kisah Islam


Tuesday, September 21, 2010

Asal 4 Buah Sungai Di Dalam Syurga

0 comments

Bersabda Rasulullah : “ Semasa aku israk dan naik ke langit yang tinggi, malaikat Jibril telah memberi kesempatan kepada aku untuk melihat ke dalam semua Syurga Allah. Aku lihat didalamnya terdapat 4 buah sungai yang besar-besar dan airnya bermacam-macam. Ada air susu, air madu, air arak dan air yang tidak masin”.

Aku bertanya kepada Jibril : “Wahai Jibril, dari manakah asalnya sungai-sungai ini dan ke manakah akhirnya?

Jibril menjawab “Wahai Rasulullah, aku hanya tahu ia mengalir ke dalam Telaga al-Kausar sahaja dan aku tidak mengetahui dari mana asalnya”

Aku pun memohon petunjuk Allah dan muncullah seorang malaikat dengan memberi salam. Setelah aku menjawab salamnya, dia menyuruh aku memejamkan mataku. Lalu aku memejamkan mata. Apabila aku membuka mata, aku berada dekat sepohon pokok yang besar dibuat daripada permata yang putih berkilauan manakala pintu-pintunya daripada yakut hijau dan kunci-kuncinya daripada emas.

Aku melihat empat batang sungai sedang mengalir dari bawahnya. Aku mahu kembali tetapi ditahan oleh malaikat dengan bertanya, “Tidakkah engkau ingin melihat didalamnya?” 

Aku pun bertanya “Bagaimana aku dapat masuk sedangkan pintunya berkunci? Dimanakah kuncinya?”

Jawab malaikat itu, “Kunci didalam tanganmu”.

Tanyaku lagi “Dimana?.

Jawabnya “ Cukup engkau membaca Bismillahirahmanirrahim”.

Lalu aku pun ucapkan dan pintu terbuka dengan sendirinya dan aku pun masuk ke dalam. Sungguh hebat ciptaan Allah, sungai-sungai itu memancutkan airnya dari empat buah tiang yang besar.

Melihat aku mahu keluar, malaikat bertanya lagi kepadaku “Apakah engkau sudah cukup puas melihat pemandangan ini? Sesungguhnya masih ada yang engkau belum lihat. Cubalah engkau perhatikan sekali lagi dengan baik-baik, dari apakah sungai-sungai itu memancutkan airnya.

Lalu aku pun perhatikan sekali lagi. Aku lihat terdapat kalimah Bismillahirahmanirrahim di antara empat batang tiangnya. Dari huruf mim perkataan Bismillah, keluar air sungai tawar. Dari lubang ha’ perkataan Allah, keluar air sungai susu. Dari lubang huruf mim perkataan ar-rahman, keluar air sungai arak. Dan dari lubang mim dari perkataan ar-rahim, keluar air sungai madu. 

Dari itu, barang siapa dari umatku membaca Bismillahirahmanirrahim, pasti akan dapat minum air sungai ini di akhirat kelak.




Tuesday, August 24, 2010

Mangkuk yang Cantik, Madu yang Manis dan Sehelai Rambut

0 comments

Rasulullah SAW dengan sahabat-sahabatnya Abu Bakar Ash Shiddiq r.a., Umar bin Khattab r.a., Utsman bin Affan r.a., dan ‘Ali bin Abi Thalib r.a. bertamu ke rumah Ali r.a. Di rumah Ali r.a. istrinya Fathimah Az Zahra r.ha. putri kesayangan Rasulullah SAW menghidangkan untuk mereka madu yang diletakkan di dalam sebuah mangkuk yang cantik, dan ketika semangkuk madu itu dihidangkan sehelai rambut ikut di dalam mangkuk itu.

Baginda Rasulullah SAW kemudian meminta kesemua sahabatnya untuk membuat suatu perbandingan terhadap ketiga benda tersebut (Mangkuk yang cantik, madu yang manis, dan sehelai rambut).

Abu Bakar Ash Shiddiq r.a berkata, “iman itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, orang yang beriman itu lebih manis dari madu, dan mempertahankan iman itu lebih susah dari meniti sehelai rambut”.

Umar bin Khattab r.a berkata, “kerajaan itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, seorang raja itu lebih manis dari madu, dan memerintah dengan adil itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut”.

Utsman bin Affan r.a. berkata, “ilmu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, orang yang menuntut ilmu itu lebih manis dari madu, dan ber’amal dengan ilmu yang dimiliki itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut”.

Ali bin Abi Thalib r.a berkata, “tamu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, menjamu tamu itu lebih manis dari madu, dan membuat tamu senang sampai kembali pulang ke rumahnya adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut”.

Fathimah Az Zahra r.ha. berkata, “seorang wanita itu lebih cantik dari sebuah mangkuk yang cantik, wanita yang ber-purdah itu lebih manis dari madu, dan mendapatkan seorang wanita yang tak pernah dilihat orang lain kecuali muhrimnya lebih sulit dari meniti sehelai rambut”.

Rasulullah SAW berkata, “seorang yang mendapat taufiq untuk beramal adalah lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, beramal dengan amal yang baik itu lebih manis dari madu, dan berbuat amal dengan ikhlas adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut”.

Malaikat Jibril AS berkata, “menegakkan pilar-pilar agama itu lebih cantik dari sebuah mangkuk yang cantik, menyerahkan diri, harta, dan waktu untuk usaha agama lebih manis dari madu, dan mempertahankan usaha agama sampai akhir hayat lebih sulit dari meniti sehelai rambut”.

Allah SWT berfirman, ” Sorga-Ku itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik itu, nikmat sorga-Ku itu lebih manis dari madu, dan jalan menuju sorga-Ku adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut”.

*Source Kisah Islami


Sunday, June 27, 2010

Malaikat Menawarkan Kedudukan Raja Kepada Rasulullah S.A.W

0 comments

Menurut Ibnu Taimiyah dalam kitabnya “Al-Furqan Baina Auliair Rahman wa Auliaia syaitan,” mengatakan bahawa para Nabi itu juga pun dapat dibahagi menjadi dua golongan, pertama “Hamba Rasul dan Kedua Nabi Raja. ”Kemudian Allah membolehkan Nabi Muhammad S.A.W untuk memilih menjadi “Hamba Rasul” atau “Nabi Raja.” Maka Nabi Muhammad S.A.W memilih menjadi hamba Rasul.

Dalam sebuah hadith yang diriwayatkan oleh Ahmad, “Jibril duduk disamping Nabi S.A.W melihat ke langit , maka ketika itu seorang malaikat turun, 

Jibril berkata:  “Bahawa malaikat itu belum pernah turun sejak diciptakan makhluk. 

Ketika ia telah turun ia berkata: “Ya Muhammad aku diutus oleh Tuhan engkau kepadamu, Dia berkata Allah menjadikan engkau “Nabi Raja” atau “Hamba Rasul”. 

Kemudian Jibril pun berkata: “Ya Muhammad tawaduklah kepada Allah!”

Nabi Menjawab: “Ya, saya hamba Rasul.” 

Ada pun seorang Nabi dan langsung menjadi raja seperti Nabi Sulaiman, Nabi Daud dan lain-lain. Nabi Raja mengerjakan apa yang diwajibkan oleh Allah kepadanya dan tidak melakukan apa yang di haramkan oleh Allah kepadanya. Ia menjalankan pemerintahan atau kerajaannya dan membelanjakan harta Negara terhadap hal-halyang dicintai dan diredhai oleh Allah S.W.T. Mereka menghindari dari sesuatu yang dapat menimbulkan dosa. Adapun “Hamba Rasul,” tidak memberikan sesuatu kepada seseorang kecuali dengan perintah Allah.

Ia tidak memberikan kepada siapa yang dikehendakinya dan tidak menghalangi kepada siapa yang dikehendakinya,dia hanya memberi dan menghalangi atas perintah Allah. Ia mejalankan kewalian atas perintah Allah oleh sebab itu segala amal perbuatannya adalah ibadah. 

Dalam Shahih Bukhari dari Abu Hurairah Rasulullah S.A.W bersabda:  “Sesungguhnya aku demi Allah, Aku tidak memberi dan tidak menolak seseorang pun hanya pembagi yang mengerjakan atas perintah Allah dan kerana itulah Allah menyandarkan harta syariat itu kepada allah dan Rasul.”

*Sumber Buku 1001 Cahaya Himpunan isah-Kisah Makaikat
Penyusun: Muhammad Isa Selamat
Tag: Kisah abi, Malaikat


Tuesday, May 18, 2010

Keutamaan Surah Al-Fatihah

0 comments

Nama-nama lain Al-Fatihah : Fatihatul-Kitab, Ummul Kitab, Ummul-Qur'an, as-Sab'ul-Matsani, al-Qur'anul-`Azhim,asy-Syifa, dan Assaul-Qur'an.

Imam Ahmad bin Hambal r.a. meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., dia berkata, "Rasulullah saw. Menemui Ubai bin Ka'ab, namun dia sedang shalat.

Rasul berkata, `Hai Ubai.' Maka Ubai melirik, namun tidak menyahut.

Nabi berkata, `Hai Ubai!'

Lalu Ubai mempercepat shalatnya, kemudian beranjak menemui Rasulullah saw. Sambil berkata, `Asalamu'alaika, ya Rasulullah.'

Rasul menjawab, `Wa'alaikassalam. Hai Ubai, mengapa kamu tidak menjawab ketika kupanggil?'

Ubai menjawab, `Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku sedang shalat.'

Nabi bersabda, `Apakah kamu tidak menemukan dalam ayat yang diwahyukan Allah Ta'ala kepadaku yang menyatakan, `Penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila menyeru kamu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu.' (al-Anfal:24) 

Ubai menjawab, `Ya Rasulullah, saya menemukan dan saya tidak akan mengulangi hal itu.' Rasul bersabda, `Sukakah kamu bila ku ajari sebuah surat yang tidak diturunkan surat lain yang serupa dengannya di dalam Taurat, Injil, Zabur dan al-Furqan?'

Ubai menjawab, `Saya suka, wahai Rasulullah.'

Rasulullah saw. Bersabda, `Sesungguhnya aku tidak mau keluar dari pintu ini sebelum aku mengajarkannya.'

Ubai berkata, `Kemudian Rasulullah memegang tanganku sambil bercerita kepadaku. Saya memperlambat jalan karena khawatir beliau akan sampai di pintu sebelum menuntaskan pembicaraannya. Ketika kami sudah mendekati pintu,

aku berkata, `Ya Rasulullah, surat apakah yang janjikan itu?'

Beliau bertanya, `Apa yang kamu baca dalam shalat?'

Ubai berkata, `Maka aku membacakan Ummul-Qur'an kepada beliau.'

Beliau bersabda, `Demi yang jiwaku dalam genggaman-Nya, Allah tidak menurunkan surat yang setara dengan itu baik dalam Taurat, Injil, Zabur, maupun al-Furqan. Ia merupakan tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang.'

"Muslim meriwayatkan dalam sahihnya dan Nasa'I meriwayatkan dalam sunannya dengan sanad dari Ibnu, dia berkata, "Suatu ketika Rasulullah saw. (sedang duduk) dan di sisinya ada Jibril. Tiba-tiba jibril mendengar suara dari atas. Maka dia mengarahkan pandangannya ke langit,

lalu berkata, `Inilah pintu langit dibukakan, padahal sebelumnya tidak pernah.'

Ibnu Abbas berkata, "Gembirakanlah (umatmu) dengan dua cahaya. Sungguh keduanya diberikan kepadamu dan tidak pernah diberikan kepada seorang nabi pun sebelummu, yaitu Fatihatul-Kitab dan beberapa ayat terakhir surat al-Baqarah. Tidakkah Anda membaca satu hurufpun darinya melainkan Anda akan diberi (pahalanya).'"


Monday, May 17, 2010

Al-An'aam 151

0 comments

Katakanlah ,  "Marilah kubacakan apa yg diharamkan oleh Tuhanmu kepadamu, yaitu janganlah kamu menyekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah kepada ibu bapak, janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin - Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka - janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan keji baik yang tampak maupun yang tersembunyi, janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali atas dasar alasan yang benar," Demikianlah yang diperintahkan oleh Tuhanmu kepadamu supaya kamu memahami.

Daud al-Audi meriwayatkan bahwa Ibnu Mas;ud r.a. berkata, "Barangsiapa ingin melihat wasiat Rasulullah saw. Yang terdapat pada cincinnya, maka bacalah ayat, `Katakanlah, `Marilah kubacakan apa yang diharamkan oleh Tuhanmu kepadamu, yaitu janganlh kamu menyekutukan sesuatu dengan Dia, `sampai dengan…..'agar kamu bertakwa.'"

Al-Hakim meriwayatkan dalam Mustadraknya sebuah hsdits Yazid bin Harun dari Ubadah bin Shamit, bahwa Rasulullah saw, bersabda, "Siapakah diantara kam yang ingin berbaiat kepadaku mengenai tiga perkara?

Kemudian Rasulullah saw. membaca ayat,' Katakanlah, `Marilah kubacakan apa yang diharamkan oleh Tuhanmu kepadamu….." Beliau menyelesaikan bacaan ayat itu. Barangsiapa yang memenuhi ketiganmya, maka pahalanya dijamin Allah. Barang siapa mengurangi salah satu dari ketiganya, dan masih hidup maka Allah akan menyiksanya di dunia. Dan barangsiapa yang ditangguhkan ke akhirat, maka terserah kepada Allah: jika Dia berkehendak, maka Dia menyiksanya dan bila Dia berkehendak, maka Dia mengampuninya."

Kemudian Hakim mengatakan bahwa sanad hadits ini sahih walaupun Bukhari-Muslim tidak mengeluarkannya dan keduanya menyepakati hadits az-Zuhri yang diterima dari Abu Idris dari Ubadah, "Berbaiatlah kepadaku untuk tidak menyekutukan apa pun dengan Allah…..'

Tafsir ayat itu ialah bahwaa Allah Ta'ala berfirman kepada Nabi Muhammad saw., "Hai Muhammad, katakanlah kepada kaum musyrikin yang menyembah selain Allah, mengharamkan perkara yang telah direzekikan Allah, dan membunuh anak-anaknya; semua itu dilakukan menurut pikiran mereka dan bujuk rayu setan." "Katakanlah" kepada mereka, "Marilah kubacakan apa yang diharamkan oleh Tuhanmu kepadamu, `yaitu janganlah kamu menyekutukan sesuatu dengan Dia." Mulanya ayat itu kira-kira berbunyi, "saya berpesan kepadamu janganlah kamu menyekutukan sesuatu denga Dia." Oleh itu, pada akhir ayat Allah berfirman, "Demikianlah, yang dipesankan kepadamu."

Dalam Shahihain, yaitu dalam hadits Abu Dzar r.a. dia berkata: Rasulullah saw. Bersabda, "Jibril datang kepadaku dan menyampaikan berita gembira bahwa barangsiapa diantara umatmu mati sedang dia tidak menyekutukan sesuatu dengan Allah, maka dia akan masuk syurga.

Saya bertanya, `Walaupun dia berzina dan mencuri?'

Jibril menjawab, `Walaupun dia berzina dan mencuri.'

Saya bertanya, `Walaupun dia berzina dan mencuri?'

Jibril menjawab, `Walaupun dia berzina dan mencuri.'

Saya bertanya, `Walaupun dia berzina dan mencuri?'

Jibril menjawab, `Walaupun dia berzina, walaupun dia mencuri, walaupun dia meminum khamr.'"

Dalam riwayat lain dikatakan bahwa orang yang bertanya itu tiada lain Abu Dzar sendiri. Dalam Shahih Muslim dikatakan dari Ibnu Mas'ud, "Barangsiapa yang meninggal sedang dia tidak menyekutukan sesuatu dengan Allah, maka dia akan masuk surga."

Ibnu Mardawih meriwayatkan dari hadits Ubadah dan Abud Darda, "Jangan kamu menyekutukan apa pun dengan Allah meskipun kamu dipotong, disalib atau dibakar."

Firman Allah Ta'ala, "dan berbuat baiklah kepada ibu bapak, "Yakni dipesankan dan diperintahkan kepadamu supaya kamu berbuat baik kepada ibu bapak. Yakni, hendaklah kamu berbuat baik kepada mereka. Sering sekali Allah membarengkan ketaatan kepada-Nya dengan berbuat baik kepada ibu bapak, sebagaiman Allah berfirman, "bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Ku-lah kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik" (Luqman:14-15). 

Allah menyuruh berbuat baik kepada keduanya, walaupun keduanya itu musyrik. Ayat-ayat yang berkaitan dengan masalah ini masih banyak. Dalam Shahihain diriwayatkan bahwa Ibnu Mas;ud berkata, "Saya bertanya kepada Rasulullah saw., `Amal apakah yang paling utama?'

Beliau menjawab, `Shalat tepat waktu.'

Saya bertanya, `Kemudian amal apa lagi?'

Beliau bersabda, `Berbakti kepada kedua orang tua.'

Saya bertanya, `Kemudian apa lagi?' Beliau bersabda, `Berjihad di jalan Allah.'"

Kemudian Ibnu Mas'ud berkata, "Rasulullah saw. Menceritakannya kepadaku. Seandainya aku menanyakannya lagi, niscaya beliau akan menambahnya."

Firman Allah Ta'ala, "Janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin - Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka." Setelah Allah memerintahkan berbuat baik kepada orang tua dan kakek-nenek, maka perintah itu disusul dengan perintah berbuat baik kepada anak-cucu. Maka Allah berfirman, :Janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan." Oleh karena itu Allah Ta'ala berfirman, "Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka." Yakni semua itu merupakan wewenang Allah.

Firman Allah Ta'ala, "Dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan keji baik yang nampak maupun yang tersembunyi" adalah seperti firman Allah, "Katakanlah, `Sesungguhnya Tuhanku hanyalah mengharamkan perkara yang buruk-buruk, baik yang nampak maupun yang tersembunyi.'"

Dalam Shahihain dikatakan dari Ibnu Mas'ud r.a. dia bahwa Rasulullah saw. Bersabda, "Tiada yang lebih cemburu daripada Allah. Oleh karena itu, Dia mengharamkan perbuatan keji, baik yang terang-terangan maupun yang tersembunyi."

Allah Ta'ala berfirman, "Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali atas dasar alasan yang benar." Penggalan ini ditetapkan oleh Allah untuk lebih menegaskan larangan. Jika bukan untuk tujuan itu, niscaya penggalan tadi masuk ke dalam larangan melakukan yang buruk-buruk baik yang nyata maupun yang tersembunyi.

Dalam Shahihain dikatakan dari Ibnu Mas'ud r.a.: Rasulullah saw. Bersabda, "Tidaklah halal darah seorang muslim yang bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah dan aku adalah Rasulullah kecuali karena salah satu dari tiga alasan: orang yang telah pernah kawin yang berzina, jiwa dibalas dengan jiwa, dan orang yang meninggalkan agamanya serta memisahkan diri dari jamaah."

Adapula larangan, cegahan, dan ancaman membunuh orang kafir yang telah memenuhi perjanjian. Al-Bukhari meriwayatkan dari Abdullah bin Amr, dikatakan dari Nabi saw. Secara marfu', "Barang siapa yang membunuh orang yang telah memenuhi perjanjiannya, maka dia tidak akan mencium bau surga, yang wanginya dapat tercium dari jarak perjalanan 40 tahun."

Firman Allah Ta'ala, "Demikianlah yang diperintahkan oleh Tuhanmu kepadamu supaya kamu memahami."
Perkara yang diperintahkan kepadamu ini dimaksudkan supaya kamu memahami perintah dan larangan Allah

*Source Kisah-Kisah Islam


Wednesday, April 28, 2010

Rasulullah s.a.w Pilih Susu Kambing

0 comments


Nabi Muhammad s.a.w ketika masih bayi tidak ada wanita mahu menyusukannya kerana kebanyakan ibu susuan memilih anak orang berharta. Halimah saadiah seorang ibu susuan yang tidak mendapat seorang pun bayi untuk disusukan bersetuju mengambil Muhammad untuk dibawa tinggal bersamanya di kampong BaniSaad.

Satu keajaiban berlaku apabila semua kambing, termasuk kambing tua peliharaan Halimah saadiah menjadi gemuk dan mengeluarkan banyak susu. Selama dua tahun Muhammad tinggal bersama keluarga Bani Saad semua susu kambing menjadi kegemaran baginda.

Ketika Nabi Muhammad israk dari masjidil Haram ke Masjidil Aqsa baginda telah menjadi imam solat kepada para nabi dan para Malaikat serta setiap roh para mukmin. Selepas itu malaikat Jibril membawa talam berisi dua gelas, iaitu gelas arak dan gelas berisi susu. Ada mengatakan susu itu susu kambing yang menjadi kegemaran baginda. Nabi telah memilih gelas berisi susu lalu meminumnya.

Kata Jibril: “Engkau telah pilih minuman yang tepat untuk kebaikan umat islam, jika kamu pilih yang satu lagi sudah tentu umatmu akan menjadi mabuk dan porak peranda.”

Satu lagi peristiwa berlaku ketika putera Rasulullah bernama Ibrahim, Hasil perkahwinannya bersama Maria Qibtiah selalu demam ketika masih kecil. Lalu Rasulullah mengarahkan puteranya itu dibawa ke sebuah kebun tamar yang ada ternakan kambing kerana di tempat itu baik untuk terapi kesihatan dengan udara bersih. Diladang  itu Ibrahim diberi minum susu kambing sebagai rawatan.

Rasulullah berkata: “Susu kambing minuman kesukaanya dai ia makanan lengkap, dapat menggantikan makanan yang lain.” Sehingga sekarang tempat itu dikenali dengan nama Masyroba Ummu Ibrahim (Tempat minum Ummu Ibrahim).

Moral dari cerita tersebut ialah anak-anak yang selalu demam di zaman rasulullah akan diberi minum susu kambing sebagai rawatan dan minuman harian. Bagi orang dewasa susu kambing merupakan pengubatan terutamanya yang kurang zat kalsium dan vitamin D.

Kajian saintis terkini pula mendapati susu kambing bahan paling mujarab untuk merawat demam kuning bagi kanak-kanak, penyakit yangselalu dihidapi kanak-kanak kerana kekurangan hemoglobin yang menyebabkan kekurangan darah merah. Pakar kanak-kanak juga menyarankan agar susu biasa dicampurkan dengan susu kambing untuk minuman kanak-kanak selepas berusia enam bulan ke atas untuk menghindar dari sebarang penyakit kerana ia merupakan makanan yang kaya dengan vitamin yang diperlukan sebagai pertahanan tubuh badan semula jadi.

Yang jelas, susu kambing merupakan minuman kesukaan Rasulullah dan Al-Quran sendiri menyatakan sesiapa yang mengamalkan sunah Rasulullah akan mendapat pahal besar di akhirat kelak.

*Sumber Mingguan warta Perdana.


Tuesday, April 27, 2010

Rahsia Kelebihan Sakit

0 comments

Kalau Sahabat sakit, tak perlu terlalu bersedih dalam sakit karena itu adalah ujian dalam ibadah Anda. Salah satu bukti kasih sayang-NYA adalah, Tuhan mengutus 4 malaikat untuk selalu menjaga kita dalam sakit. Berikut adalah penjelasannya:

Hadits Rasulullah SAW. Rasulullah bersabda :

“Apabila seorang hamba mukmin sakit, maka Allah mengutus 4 malaikat untuk datang padanya.”


Allah memerintahkan :

1. Malaikat pertama untuk mengambil kekuatannya sehingga menjadi lemah.

2. Malaikat kedua untuk mengambil rasa lezatnya makanan dari mulutnya

3. Malaikat ketiga untuk mengambil cahaya terang di wajahnya sehingga berubahlah wajah si sakit menjadi pucat lesu

4. Malaikat keempat untuk mengambil semua dosanya , maka berubahlah si sakit menjadi suci dari dosa. Tatkala Allah akan menyembuhkan hamba mukmin itu, Allah memerintahkan kepada malaikat 1, 2 dan 3 untuk mengembalikan kekuatannya, rasa lezat, dan cahaya di wajah sang hamba.

Namun untuk malaikat ke 4 , Allah TIDAK memerintahkan untuk mengembalikan dosa2nya kepada hamba mukmin.

Maka bersujudlah para malaikat itu kepada Allah seraya berkata : “Ya Allah mengapa dosa2 ini tidak Engkau kembalikan?”

Allah menjawab : “Tidak baik bagi kemuliaan-Ku jika Aku mengembalikan dosa2nya setelah Aku menyulitkan keadaan dirinya ketika sakit. Pergilah dan buanglah dosa2 tersebut ke dalam laut.”

Dengan ini , maka kelak si sakit itu berangkat ke alam akhirat dan keluar dari dunia dalam keadaan suci dari dosa.

Sabda Rasulullah SAW :

“Sakit panas dalam sehari semalam, dapat menghilangkan dosa selama setahun.”



Saturday, April 3, 2010

Kisah Janggut Nabi Harun A.S Dua Warna

0 comments

Nabi Musa a.s telah diperintahkan oleh Allah Subhanahu Wataala supaya pergi ke bukit Sina untuk menerima wahyu. Semasa pemergian Nabi Musa,segala urusan telah diserahkan kepada saudaranya Nabi Harun a.s.Pemergian Nabi Musa mengambil masa selama 40 hari dan 40 malam. Ketiadaan Nabi Musa a.s telah mengembirakan seorang musuh dalam selimut bernama Samiri. Dia telah memunafaat masa ini untuk menyesatkan kaum Nabi Musa yang selama ini telah bersusah payah membentuk dan memberi keimanan kepada mereka.

Sewaktu Nabi Musa menyeberangi Laut Merah setelah pulang dari Mesir, kaki kuda yang ditunggangi oleh Nabi Musa telah tenggelam dalam pasir di tengah lautan yang kering itu. Dengan segala usaha yang dilakukan oleh Nabi Musa, kuda yang ditungganginya tetap tidak mahu meneruskan perjalanan untuk menyeberangi Laut Merah.

Kerana itu Allah telah mengutuskan malaikat Jibrail dengan menunggang kuda betina. Melihat lawan sejenisnya kuda yang ditunggangi oleh Nabi Musa telah mengejar kuda yang ditunggangi oleh Malaikat Jibrail. Samiri yang ikut serta dalam rombongan tersebut telah mengambil segenggam pasir bekas tapak kaki kuda yang ditunggangi oleh Jibrail dan disimpannya untuk dijadikan azimat.

Apabila tiba masa yang sesuai iaitu semasa Nabi Musa bersunyi di Bukit Sina, Samiri membuat patung seekor lembu daripada emas murni. Setelah siap, patung itu diisinya dengan pasir yang di ambil dari bekas tapak kaki kuda Jibrail. Dalam waktu yang singkat sahaja patung lembu tersebut dapat mengeluarkan suara. Melihat keadaan tersebut, umat Nabi Musa datang berduyun-duyun kepada Samiri. Samiri memimpin mereka menyembah patung lembu yang menakjubkan itu.

Nabi Harun sangat marah setelah melihat umatnya menyembah berhala, lalu berusaha mencegah umatnya daripada terus syirik kepada Allah bahkan umatnya mengancam Nabi Harun untuk membunuhnya jikaNabi Harun terus melarang mereka menyembah patung lembu tersebut. Nabi Harun tidak dapat berbuat apa-apa untuk melarang mereka daripada terus menyembah patung tersebut. Setelah kembali daripada Bukit Sina, Nabi Musa sangat marah kerana melihat umatnya telah murtad.

Nabi Harun telah di persalahkan dalam hal ini. Dalam keadaan marah yang tidak dapat dikawal Nabi Musa telah menarik janggut Nabi Harun menyebabkan janggut yang dipegang oleh Nabi Musa telah bertukar menjadi putih manakala janggut yang tidak terkena tangan Nabi Musa kekal berwarna hitam. Sejak itu janggut Nabi Harun mempunyai dua warna iaitu putih dan hitam.

Iblis Laknatullah Membangkang.‏

0 comments


Iblis laknatullah membangkang dan enggan mematuhi perintah Allah s.w.t.seperti para malaikat yang lain, yang segera bersujud di hadapan Adam sebagai penghormatan bagi makhluk Allah s.w.t. yang akan diberi amanatmenguasai bumi dengan segala apa yang hidup dan tumbuh di atasnya sertayang terpendam di dalamnya. Iblis laknatullah merasa dirinya lebih mulia, lebih utama dan lebih agung dari Adam, kerana ia diciptakan dari unsur api, sedang Adam dari tanah dan lumpur. Kebanggaannya dengan asal usulnya menjadikan ia sombong dan merasa rendah untuk bersujud menghormati Adam seperti para malaikat yang lain, walaupun diperintah oleh Allah s.w.t..

Allah s.w.t. bertanya kepada Iblis laknatullah: "Apakah yang mencegahmu sujud menghormati sesuatu yang telah Aku ciptakan dengan tangan-Ku?"

Iblis laknatullah menjawab: "Aku adalah lebih mulia dan lebih unggul dari dia. Engkau ciptakan aku dari api dan menciptakannya dari lumpur.

"Kerana kesombongan, kecongkakan dan pembangkangannya melakukan sujud yang diperintahkan, maka Allah s.w.t. menghukum Iblis laknatullah dengan mengusir dari syurga dan mengeluarkannya dari barisan malaikat dengan disertai kutukan dan laknat yang akan melekat pada dirinya hingga hari kiamat. Di samping itu ia dinyatakan sebagai penghuni neraka. Iblis laknatullah dengan sombongnya menerima dengan baik hukuman Tuhan itudan ia hanya mohon agar kepadanya diberi kesempatan untuk hidup kekal hingga hari kebangkitan kembali di hari kiamat.

Allah s.w.t. meluluskan permohonannya dan ditangguhkanlah ia sampai hari kebangkitan, tidak berterima kasih dan bersyukur atas pemberian jaminan itu, bahkan sebaliknya ia mengancam akan menyesatkan Adam, sebagai sebab terusirnya dia dari syurga dan dikeluarkannya dari barisan malaikat, dan akan mendatangi anak-anak keturunannya dari segala sudut untuk memujuk mereka meninggalkan jalan yang lurus dan bersamanya menempuh jalan yang sesat, mengajak mereka melakukan maksiat dan hal-hal yang terlarang, menggoda mereka supaya melalaikan perintah-perintah agama dan mempengaruhi mereka agar tidak bersyukur dan beramal soleh.

Kemudian Allah s.w.t. berfirman kepada Iblis laknatullah yang terkutuk itu: "Pergilah engkau bersama pengikut-pengikutmu yang semuanya akan menjadi isi neraka Jahanam dan bahan bakar neraka. Engkau tidak akan berdaya menyesatkan hamba-hamba-Ku yang telah beriman kepada Ku dengan sepenuh hatinya dan memiliki aqidah yang mantap yang tidak akan tergoyah oleh rayuanmu walaupun engkau menggunakan segala kepandaian mu menghasut dan memfitnah."

Monday, March 29, 2010

Nabi Musa Menampar Malaikat Maut

0 comments

Imam al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah berkata, "Malaikat maut diutus kepada Musa, ketika dia datang Musa menamparnya, lalu malaikatmaut kembali kepada Tuhannya, dia berkata, 'Engkau telah mengutusku kepada seorang hamba yang menolak mati.

" Lalu Allah mengembalikan matanya (yang rusak karena tamparan Musa). Allah berfirman kepadanya, "Kembalilah kepada Musa, katakan kepadanya agar dia meletakkan tangannya di punggung sapi jantan, maka bulu sapi yang tertutup oleh tangannya itulah sisa umurnya, satu bulu satu tahun.

" Musa berkata, "Ya Rabbi setelah itu apa?"

Malaikat menjawab, "Maut."

Musa berkata, "Sekarang aku pasrah." Maka Musa memohon kepada Allah agar didekatkan kepada tanah suci sejauh lemparan batu.

Abu Hurairah berkata, Rasulullah SAW bersabda "Seandainya aku di sana niscaya aku tunjukkan kuburnya kepada kalian yang berada di sisi jalan di dataran berpasir merah yang bergelombang."

Dalam riwayat Muslim, "Malaikat maut mendatangi Musa, dia berkata, 'Jawablah panggilan Tuhanmu."

Rasulullah SAW bersabda, "Musa menempeleng mata malaikat maut yang membuatnya rusak. Lalu malaikat maut kembali kepada Allah dan berkata, 'Engkau telah mengutusku kepada seorang hamba-Mu yang tidak mau mati, dia telah merusak mataku.

"Rasulullah SAW bersabda, "Maka Allah mengembalikan matanya dan berfirman kepadanya, "Kembalilah kamu kepada hamba-Ku, katakan kepadanya, 'Apakah kamu ingin hidup?' Jika kamu ingin hidupmaka letakkanlah tanganmu di punggung sapi jantan, rambut yang tertutup oleh tanganmu itulah umurmu yang tersisa, satu rambut satu tahun."

Musa bertanya, "Seterusnya apa?"

Malaikat menjawab, "Kemudian kamu mati."

Musa berkata, "Sekarang ya Rabbi dari dekat." Musa berkata, "Matikanlah aku dekat tanah suci sejauh lemparan batu."

Rasulullah SAW bersabda, "Demi Allah seandainya aku di sana niscaya aku tunjukkan kuburnya kepada kalian di samping jalan di pasir merah."

Hadis ini diriwayatkan oleh Bukhari di Kitab Ahadisil Anbiya Bab Wafat Musa nombor 3407. Hadis juga ini diriwayatkan oleh Muslim di Kitabal-Fadha`il Bab Fadha`il Musa 4/1842.

PENJELASAN HADIS:

Rasulullah saw memberitakan kepada kita bahwa di antara kemuliaan para nabi disisi Allah adalah bahwa mereka diberi pilihan menjelang kematian antara hidup di dunia atau berpindah ke Rafiq al-A'la. Dalam beberapa hadis yang shahih dari Aisyah bahwa Nabi saw juga diberi pilihan maka beliau memilih Rafiqil A'la.

Allah mengutus malaikat maut yang menjelma dalam wujud seorang laki-laki kepada Musa. Malaikat meminta agar Musa menjawab panggilan Tuhannya, ini berarti bahwa ajalnya telah tiba dan saatnya telah dekat.

Musa memiliki temper mental yang cukup tinggi, maka dia menempeleng malaikat maut dan merusak matanya yakni mata manusia di mana dia mewujudkan diri dengannya. Karena seandainya dia dalam wujud aslinya yakni malaikat niscaya Musa tidak akan mampu menempelengnya, tidak akan bisa.

Malaikat maut kembali kepada Allah mengadukan apa yang diperolehnya dari Musa. Lalu Allah menyembuhkan matanya dan menyuruhnya agar kembali kepadanya dan mengatakan kepada Musa agar meletakkan tangannya di atas punggung sapi, kemudian bulu-bulu yang tertutup oleh tangannya itu dihitung, satuhelai satu tahun, maka ajal Musa sama dengan jumlah bulu itu.

Dengan itu Musa mendapatkan kehidupan yang panjang. Jika Musa melakukan itu niscaya tidak menutup kemungkinan dia tetap hidup sampai hari ini. Akan tetapi manakala Musa bertanya kepada malaikat maut tentang apa yang ada di balik kehidupan panjang tersebut, malaikat menjawab, "Maut."

Maka Musa memilih yang dekat. Apa yang ada di sisi Allah bagi para rasul dan nabi-Nya serta hamba-hamba-Nya yang shalih adalah lebih baik dan lebih kekal.

Jika roh para syuhada berada di perut burung yang hijauyang beterbangan di kebun-kebun Surga, ia makan dari buah-buahnya dan minum dari sungainya dan berlindung di lampu-lampu yang bergantungan diatap Arasy Allah, maka kehidupan para nabi dan rasul di atas semua itu. Apa yang didapat oleh Musa seandainya dia hidup sampai hari ini, dia pasti memikul kesulitan-kesulitan dunia dan ujian-ujiannya, dia akan menyaksikan peristiwa-peristiwa besar yang terjadi sepanjang sejarah yang membuat pikiran sibuk, hati bersedih.

Bukan kah lebih baik diaberada di Rafiqil A'la dengan para rasul dan para nabi menikmati kenikmatan Surga daripada hidup di rumah kesengsaraan dan ujian. Musa memohon kepada Allah pada waktu rohnya dicabut agar didekatkan kepada tanah yang suci sejauh lemparan batu.

Permintaan Musa ini adalah wujud kecintaannya kepada tanah suci yang bertapak di dalam jiwanya, sehingga dia meminta dikubur di perbatasannya, dekat dengannya tetapi Musa tidak meminta kepada Allah agar mematikannya di tanah suci karena dia mengetahui bahwa Allah mengharamkannya atas generasi di mana Musa berasal darinya sebagai hukuman atas mereka karena ketidak taatan mereka kepada Tuhan mereka ketika Dia memerintahkan mereka agar masuk tanah suci yang telah Allah tulis untuk mereka, mereka berkata,

"Pergilah kamu bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini saja." (Al-Maidah: 24).

Lalu Allah menulis atas mereka kesesatan selama empat puluh tahun di gurun Sinai. Allah menjawab doa Musa. Rasulullah SAW telah menyampaikan kepada kita bahwa kuburan Musa ada di sana di pinggiran tanah suci di dataran pasir merah. Seandainya beliau di sana niscaya beliau menunjukkan itu kepada sahabat-sahabatnya.

PENGAJARAN

1. Hadis ini menunjukkan bahwa sebelum nyawa para nabi dicabut, mereka diberi pilihan antara terus hidup atau berpindah kepada rahmatullah sebagaimana Musa diberipilihan. Aisyah telah mendengar Rasulullah SAW bersabda pada waktu beliau sakit menjelang wafatnya, "Ya Allah, Rafiqul A'la." Aisyah mengerti bahwa beliau diberi pilihan maka beliau memilih.

2. Kemampuan malaikat menjelma dalam wujud manusia sebagaimana malaikat maut mendatangi Musa dalam wujud manusia.

3. Kematian adalah haq dan pasti, jika ada yang terlepas dari maut tentulah mereka adalah para nabi dan rasul.

4.Kedudukan Musa di sisi Allah di mana dia menampar malaikat maut lalurusak matanya, kalau bukan karena kemuliaan Musa di hadapan Allah mungkin saja malaikat akan membalas dengan keras.

5. Tidak ada alasan yang logik untuk menolak kejadian yang shahih ini. Rusaknya mata malaikat karena tamparan Musa terjadi karena malaikat datang dalam wujud seorang manusia. Di sinilah letak ujian bagi orang-orang beriman, apakah mereka mempercayainya atau tidak?

6. Ke beradaan kubur Musa ditepi perbatasan tanah suci dan Rasulullah mengetahui tempat kuburnya, beliau menunjukkan sebagian alamat kuburnya yaitu di tepi jalan ditanah pasir merah.

7. Keinginan Musa agar kuburnya dekat dengan tanah suci dan boleh-boleh saja bagi siapa yang ingin mati di tanah suci.

8.Tanah suci yang diberkahi memiliki batasan. Musa meminta kepada Allahagar mendekatkan kuburnya darinya sejauh batu dilempar, oleh karena ituMusa dikuburdi luar di pinggirannya.



Thursday, March 11, 2010

Kisah Iblis Laknatullah Dengan ahli Neraka

0 comments


Dalam sebuah hadith diterangkan bahawa apabila penghuni neraka sudah sampai di neraka, maka di situ disediakan sebuah mimbar dari api,dipakaikan pakaian dari api, bermahkota dari api dan diikat iblis laknatullah itu dengan tali dari api.

Kemudian dikatakan kepada iblis laknatullah: "Wahai iblis, naiklah kamu ke atas mimbar dan bersyarahlah kamu kepada penghuni neraka."

Setelah iblis laknatullah menerima arahan maka dia pun naik ke atas mimbar dan berkata: "Wahai para penghuni neraka." Semua orang yang berada dalam neraka mendengarakan ucapannya dan memandang mereka kepada ketua mereka iaitu iblis laknatullah .

Kata iblis laknatullah : "Wahai orang-orang yang kafir dan orang-orang munafiq, sesungguhnya Allah SWT telah menjanjikan kepadamu dengan janji yang benar bahawa kamu semua itu mati dan akan dihalau dan akan dihisab dan akan menjadi dua kumpulan. Satu kumpulan ke syurga dan satu kumpulan ke neraka Sa'iir."

Berkata iblis laknatullah lagi: "Kamu semua menyangka bahawa kamu semua tidak akan meninggalkan dunia bahkan kamu semua menyangka akan tetap berada didunia. Tidaklah ada bagiku kekuasaan di atasmu melainkan aku hanya mengganggu kamu semua. akhirnya kamu semua mengikuti aku, maka dosanya adalah untuk kamu. Oleh itu janganlah kamu mengumpat aku, mencaci aku, sebaliknya umpatlah diri kamu sendiri, kerana sesungguhnya kamu sendirilah yang lebih berhak mengumpat daripada aku yang mengumpat."

Berkata iblis laknatullah lagi: "Mengapakah kamu tidak mahu menyembah Allah sedangkan dia Allah yang menciptakan segala sesuatu?"

Akhirnya iblis laknatullah berkata: "Hari ini aku tidak dapat menyelamatkan kamu semua dari seksa Allah, dan kamu juga tidak akan dapat menyelamatkan aku. Sesungguhnya pada hari aku telah terlepas dari apa yang telah aku katakan kepada kamu, sesungguhnya aku diusir dan ditolak dari keharibaan Tuhan seru sekalian Alam."

Setelah mereka (ahli neraka) mendengar kata-kata iblis laknatullah itu maka mereka melaknati iblis itu. Setelah itu iblis laknatullah dipukul oleh Malaikat Zabaniah dengan tombak dari api dan jatuhlah dia ke tempat yang paling bawah, dia kekal selama-lamanya bersama-sama dengan orang-orang yang menjadi pengikutnya dalam neraka.

Malaikat Zabaniah berkata: "Tidak ada kematian bagi kamu semua dan tidak ada pula bagimu kesenangan, kamu kekal di dalam buat selama-lamanya." 

Wallahu'alam.

*Source abumusa2.


Monday, March 1, 2010

Iblis Laknatullah Menemui Ajal

0 comments

Abu Laits Samarkandi meriwayatkan dengan sanadnya dari Afnah bin Qaysberkata: Saya pergi ke Madinah ingin bertemu dengan Omar bin Al Khattab RA, tiba-tiba saya bertemu dengan Ka'bul Ahbaar yang menceritakan dalam suatu majlis,

Ketika Adam AS sedang menghadapi saat kewafatan, baginda berkata: "Ya Rabbi, musuhku pasti akan mengejek padaku jika ia melihataku telah mati, padahal ia diberi hingga hari kiamat".

Maka dijawab Allah SWT: "Hai Adam, kamu langsung menuju ke syurga, sedang si celaka (iblis) ditunda hingga hari kiamat supaya merasakan sakit maut,sebanyak makhluk yang pertama hingga yang terakhir".

Lalu nabi Adam AS pun bertanya kepada malaikat Izrail: "Sebutkan kepadaku bagaimana rasa pedihnya maut". Sesudah diterangkan oleh malaikat Izrail, nabi Adam AS pun berkata: "Tuhanku, cukup!! cukup!!"

Maka gemuruhlah suara para hadirin berkata: "Hai Abul Ishaq, ceritakan pada kami, bagaimanakah ia merasakan maut."

Pada mulanya Ka'abul Ahbaar menolak, tetapi kerana didesak, maka ia berkata: "Jika dunia sudah akhir dan hampir di tiup sangkakala, sedang orang ramai di pasar sedang sibuk bertengkar dan berdagang, tiba-tiba terdengarlah suara yang sangat keras di langit, sehingga separuh penduduk bumi pengsan kerananya selama tiga hari.

Bagi mereka yang tidak pengsan bingung bagaikan kambing ketakutan. Dalam keadaan hirik pikuk sedemikian, maka terdengarlah lagisatu suara gemuruh bagaikan suara halilintar yang sangat keras bunyinya, maka tidak seorangpun melainkan mati kerananya dan kesemua manusia, jin, binatang, tumbuh-tumbuhan dan lain-lain makhluk mati,maka tiba giliran iblis laknatullah pula untuk merasainya".

Maka Allah SWT pun memerintahkan malaikat Izrail: "Aku telah menjadikan padamu pembantu sebanyak orang yang pertama hingga yang terakhir dan Aku telah memberikan kekuatan penduduk langit dan bumi dan kini Aku pakaikan kepadamu pakaian murka dan kemarahan, maka turunlah dengan membawa murka dan kemarahanKu kepada si celaka dan terkutuk iblis.

"Maka rasakan kepadanya kepedihan maut yang telah dirasakan oleh orang yang terdahulu hingga terakhir dari jin dan manusia, berlipat-lipat ganda,dan hendaknya kamu membawa tujuh puluh ribu malaikat yang kesemuanya penuh rasa murka dan kecemasan, dan tiap malaikat Zabaniyah membawa rantai dari neraka Ladha, dan cabutlah dengan tujuh puluh ribu bantolan dari neraka Ladha, dan beritakan pada malaikat Malik supaya membuka pintu-pintu neraka".

Maka turunlah malaikat Izrail dengan bentuk yang sangat mengerikan, sehingga andai kata seluruh penduduk langit dan bumi dapat melihat bentuk yang mengerikan itu niscaya akan cair kesemuanya kerana tersangat ngeri akan keadaan bentuknya, maka apabila sampai kepada iblis laknatullah dan dibentaknya sekali sahaja, langsung ia pengsan dan berdengkur dan andaikan dengkur itu dapat didengari oleh penduduk timur hingga barat, niscaya pengsanlah kesemuanya.

Setelah sedar iblis laknatullah, lalu malaikat Izrail pun membentak iblislaknatullah sekali lagi: "Berhentilah hai penjahat!!!, kini aku rasakanpadamu kepedihan maut sebagaimana dirasakan oleh banyaknya hitunganorang yang telah engkau sesatkan dalam beberapa abad yang engkau hidup,dan hari inilah hari yang ditentukan oleh Tuhan bagimu, maka ke manakahengkau akan lari!!"

Maka larilah iblis laknatullah lari ketakutan ke hujung timur, tiba-tiba malaikat Izrail muncul dihadapannya. Lalu iblis laknatullah pun menyelam ke dalam laut, namun malaikat Izrail tetap muncul di hadapannya, lantas ia dilemparkan oleh laut, maka ia berlari keliling bumi, namun tetap tidak ada tempat untuknya berlindung.

Kemudian iblis laknatullah berdiri di tengah duniadi kubur nabi Adam AS sambil berkata: "keranamu aku telah menjadi celaka, duhai sekiranya aku tidak dijadikan". Lalu ia bertanya pada malaikat Izrail: "Minuman apakah yang akan kau berikan padaku dandengan siksa apakah yang akan kau timpakan kepadaku?"

Malaikat Izrail pun menjawab: "Dengan minuman dari dari neraka Ladha dan serupa dengan siksa ahli neraka dan berlipat-lipat ganda",

Maka bergulingan iblis laknatullah di tanah sambil menjerit sekeras suaranya, kemudian berlari ketakutan dari barat ke timur dan patah balik dari timur kebarat dan sampai ke tempat mula-mula ia diturunkan ke muka bumi ini. Maka malaikat Zabaniyah AS pun menghadang iblis laknatullah dengan bantolan-bantolan dari neraka Ladha.

Bumi ini bagaikan bara api, sedang iblis laknatullah dikerumuni oleh malaikat Zabaniyah dan menikamnya dengan bantolan-bantolan dari neraka itu. Tatkala iblis laknatullah mula merasai sakratul maut maka dipanggil nabi Adam AS dan Siti Hawa untuk melihat keadaan iblis laknatullah itu, maka bangkitlah keduanya untuk menyaksikannya.

Sesudah melihat, maka keduanya berdoa:"Ya Tuhan kami, sungguh engkau telah menyempurnakan nikmat Mu pada kami".

Wallahu'alam.

*Source abumusa2 


Sunday, February 14, 2010

Kehadiran Malaikat Maut

0 comments

Tidak ramai manusia yang mengaitkan kematian itu dengan kehadiran Malaikat maut yang datang tepat pada saat ajal seseorang sudah sampai, sedangkan Malaikat maut sentiasa berligar di sekeliling manusia, mengenal pasti memerhatikan orang-orang yang tempoh hayatnya sudah tamat. Sesungguhnya Malaikat maut menjalankan arahan Allah s.w.t dengan tepat dan sempurna, dia tidak diutus hanya untuk mencabut roh orang sakit sahaja, ataupun roh orang yang mendapat kecelakaan dan malapetaka.

Jika Allah s.w.t menetapkan kematian seseorang ketika berlaku kemalangan, atau ketika diserang sakit tenat, maka Izrail mencabut roh orang itu ketika kejadian tersebut. Namun ajal tidak mengenal orang yang sihat ataupun orang-orang mewah yang sedang hidup rehat dibuai kesenangan. Malaikat maut datang tepat pada waktunya tanpa mengira orang itu sedang ketawa riang atau mengerang kesakitan. Bila ajal mereka sudah tiba, maka kematiannya tidak tertangguh walau sesaat. Walau bagaimanapun ada ketikanya Allah s.a.t. jadikan berbagai sebab bagi sesuatu kematian,yang demikian itu ada hikmah disebaliknya.

Misalnya sakit tenat yang ditanggung berbulan-bulan oleh seseorang,ia akan menjadi rahmat bagi orang beriman dan sabar,kerana Allah Ta'ala memberi peluang dan menyedarkan manusia agar dia mengingat mati,untuk itu dia menggunakan masa atau usia yang ada untuk berbuat sesuatu,membetulkan dan bertaubat dari dosa dan kesilapan serta memperbaiki amalan, serta menambah bekalan untuk akhirat, jangan sampai menjadi seorang yang muflis di akhirat kelak.

Begitu juga orang yang mati mengejut disebabkan kemalangan,ia akan menjadi pengajaran dan memberi peringatan kepada orang yang masih hidup supaya mereka sentiasa waspada dan tidak lalai dari berusaha memperbaiki diri menambah amal kebajikan dan meninggalkan segala kejahatan kerana sekiranya ajal datang secara tiba-tiba pasti akan membawa sesalan yang tidak berguna. Dikalangan orang solihin menganggap bahawa sakit yang ditimpakan kepada dirinya adalah sebagai tanda bahawa Allah s.w.t masih menyayanginya.

Kerana betapa malangnya bagi pandangan orang-orang soleh itu jika Allah s.w.t mengambil roh dengan tiba-tiba, tanpa sebarang amaran terlebih dahulu. Seolah-olah Allah s.w.t sedang murka terhadap dirinya, sebab itula Allah tidak beri amarah terlebih dahulu kepadanya. Keadaan orang itu ibarat orang yang tidak menyedari adanya bahaya di hadapannya, jika tiada amaran terlebih dahulu nescaya dia akan menjerumus ke lembah bahaya itu.

*Source Buku Rahsia Malaikat Dan Keajaibannya.


ShareThis

 

Kisah Kisah Islam Copyright © 2011 | Template created by O Pregador | Powered by Blogger