skip to main | skip to sidebar


Showing posts with label Izrail. Show all posts
Showing posts with label Izrail. Show all posts

Monday, March 29, 2010

Nabi Musa Menampar Malaikat Maut

0 comments

Imam al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah berkata, "Malaikat maut diutus kepada Musa, ketika dia datang Musa menamparnya, lalu malaikatmaut kembali kepada Tuhannya, dia berkata, 'Engkau telah mengutusku kepada seorang hamba yang menolak mati.

" Lalu Allah mengembalikan matanya (yang rusak karena tamparan Musa). Allah berfirman kepadanya, "Kembalilah kepada Musa, katakan kepadanya agar dia meletakkan tangannya di punggung sapi jantan, maka bulu sapi yang tertutup oleh tangannya itulah sisa umurnya, satu bulu satu tahun.

" Musa berkata, "Ya Rabbi setelah itu apa?"

Malaikat menjawab, "Maut."

Musa berkata, "Sekarang aku pasrah." Maka Musa memohon kepada Allah agar didekatkan kepada tanah suci sejauh lemparan batu.

Abu Hurairah berkata, Rasulullah SAW bersabda "Seandainya aku di sana niscaya aku tunjukkan kuburnya kepada kalian yang berada di sisi jalan di dataran berpasir merah yang bergelombang."

Dalam riwayat Muslim, "Malaikat maut mendatangi Musa, dia berkata, 'Jawablah panggilan Tuhanmu."

Rasulullah SAW bersabda, "Musa menempeleng mata malaikat maut yang membuatnya rusak. Lalu malaikat maut kembali kepada Allah dan berkata, 'Engkau telah mengutusku kepada seorang hamba-Mu yang tidak mau mati, dia telah merusak mataku.

"Rasulullah SAW bersabda, "Maka Allah mengembalikan matanya dan berfirman kepadanya, "Kembalilah kamu kepada hamba-Ku, katakan kepadanya, 'Apakah kamu ingin hidup?' Jika kamu ingin hidupmaka letakkanlah tanganmu di punggung sapi jantan, rambut yang tertutup oleh tanganmu itulah umurmu yang tersisa, satu rambut satu tahun."

Musa bertanya, "Seterusnya apa?"

Malaikat menjawab, "Kemudian kamu mati."

Musa berkata, "Sekarang ya Rabbi dari dekat." Musa berkata, "Matikanlah aku dekat tanah suci sejauh lemparan batu."

Rasulullah SAW bersabda, "Demi Allah seandainya aku di sana niscaya aku tunjukkan kuburnya kepada kalian di samping jalan di pasir merah."

Hadis ini diriwayatkan oleh Bukhari di Kitab Ahadisil Anbiya Bab Wafat Musa nombor 3407. Hadis juga ini diriwayatkan oleh Muslim di Kitabal-Fadha`il Bab Fadha`il Musa 4/1842.

PENJELASAN HADIS:

Rasulullah saw memberitakan kepada kita bahwa di antara kemuliaan para nabi disisi Allah adalah bahwa mereka diberi pilihan menjelang kematian antara hidup di dunia atau berpindah ke Rafiq al-A'la. Dalam beberapa hadis yang shahih dari Aisyah bahwa Nabi saw juga diberi pilihan maka beliau memilih Rafiqil A'la.

Allah mengutus malaikat maut yang menjelma dalam wujud seorang laki-laki kepada Musa. Malaikat meminta agar Musa menjawab panggilan Tuhannya, ini berarti bahwa ajalnya telah tiba dan saatnya telah dekat.

Musa memiliki temper mental yang cukup tinggi, maka dia menempeleng malaikat maut dan merusak matanya yakni mata manusia di mana dia mewujudkan diri dengannya. Karena seandainya dia dalam wujud aslinya yakni malaikat niscaya Musa tidak akan mampu menempelengnya, tidak akan bisa.

Malaikat maut kembali kepada Allah mengadukan apa yang diperolehnya dari Musa. Lalu Allah menyembuhkan matanya dan menyuruhnya agar kembali kepadanya dan mengatakan kepada Musa agar meletakkan tangannya di atas punggung sapi, kemudian bulu-bulu yang tertutup oleh tangannya itu dihitung, satuhelai satu tahun, maka ajal Musa sama dengan jumlah bulu itu.

Dengan itu Musa mendapatkan kehidupan yang panjang. Jika Musa melakukan itu niscaya tidak menutup kemungkinan dia tetap hidup sampai hari ini. Akan tetapi manakala Musa bertanya kepada malaikat maut tentang apa yang ada di balik kehidupan panjang tersebut, malaikat menjawab, "Maut."

Maka Musa memilih yang dekat. Apa yang ada di sisi Allah bagi para rasul dan nabi-Nya serta hamba-hamba-Nya yang shalih adalah lebih baik dan lebih kekal.

Jika roh para syuhada berada di perut burung yang hijauyang beterbangan di kebun-kebun Surga, ia makan dari buah-buahnya dan minum dari sungainya dan berlindung di lampu-lampu yang bergantungan diatap Arasy Allah, maka kehidupan para nabi dan rasul di atas semua itu. Apa yang didapat oleh Musa seandainya dia hidup sampai hari ini, dia pasti memikul kesulitan-kesulitan dunia dan ujian-ujiannya, dia akan menyaksikan peristiwa-peristiwa besar yang terjadi sepanjang sejarah yang membuat pikiran sibuk, hati bersedih.

Bukan kah lebih baik diaberada di Rafiqil A'la dengan para rasul dan para nabi menikmati kenikmatan Surga daripada hidup di rumah kesengsaraan dan ujian. Musa memohon kepada Allah pada waktu rohnya dicabut agar didekatkan kepada tanah yang suci sejauh lemparan batu.

Permintaan Musa ini adalah wujud kecintaannya kepada tanah suci yang bertapak di dalam jiwanya, sehingga dia meminta dikubur di perbatasannya, dekat dengannya tetapi Musa tidak meminta kepada Allah agar mematikannya di tanah suci karena dia mengetahui bahwa Allah mengharamkannya atas generasi di mana Musa berasal darinya sebagai hukuman atas mereka karena ketidak taatan mereka kepada Tuhan mereka ketika Dia memerintahkan mereka agar masuk tanah suci yang telah Allah tulis untuk mereka, mereka berkata,

"Pergilah kamu bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini saja." (Al-Maidah: 24).

Lalu Allah menulis atas mereka kesesatan selama empat puluh tahun di gurun Sinai. Allah menjawab doa Musa. Rasulullah SAW telah menyampaikan kepada kita bahwa kuburan Musa ada di sana di pinggiran tanah suci di dataran pasir merah. Seandainya beliau di sana niscaya beliau menunjukkan itu kepada sahabat-sahabatnya.

PENGAJARAN

1. Hadis ini menunjukkan bahwa sebelum nyawa para nabi dicabut, mereka diberi pilihan antara terus hidup atau berpindah kepada rahmatullah sebagaimana Musa diberipilihan. Aisyah telah mendengar Rasulullah SAW bersabda pada waktu beliau sakit menjelang wafatnya, "Ya Allah, Rafiqul A'la." Aisyah mengerti bahwa beliau diberi pilihan maka beliau memilih.

2. Kemampuan malaikat menjelma dalam wujud manusia sebagaimana malaikat maut mendatangi Musa dalam wujud manusia.

3. Kematian adalah haq dan pasti, jika ada yang terlepas dari maut tentulah mereka adalah para nabi dan rasul.

4.Kedudukan Musa di sisi Allah di mana dia menampar malaikat maut lalurusak matanya, kalau bukan karena kemuliaan Musa di hadapan Allah mungkin saja malaikat akan membalas dengan keras.

5. Tidak ada alasan yang logik untuk menolak kejadian yang shahih ini. Rusaknya mata malaikat karena tamparan Musa terjadi karena malaikat datang dalam wujud seorang manusia. Di sinilah letak ujian bagi orang-orang beriman, apakah mereka mempercayainya atau tidak?

6. Ke beradaan kubur Musa ditepi perbatasan tanah suci dan Rasulullah mengetahui tempat kuburnya, beliau menunjukkan sebagian alamat kuburnya yaitu di tepi jalan ditanah pasir merah.

7. Keinginan Musa agar kuburnya dekat dengan tanah suci dan boleh-boleh saja bagi siapa yang ingin mati di tanah suci.

8.Tanah suci yang diberkahi memiliki batasan. Musa meminta kepada Allahagar mendekatkan kuburnya darinya sejauh batu dilempar, oleh karena ituMusa dikuburdi luar di pinggirannya.



Monday, March 1, 2010

Iblis Laknatullah Menemui Ajal

0 comments

Abu Laits Samarkandi meriwayatkan dengan sanadnya dari Afnah bin Qaysberkata: Saya pergi ke Madinah ingin bertemu dengan Omar bin Al Khattab RA, tiba-tiba saya bertemu dengan Ka'bul Ahbaar yang menceritakan dalam suatu majlis,

Ketika Adam AS sedang menghadapi saat kewafatan, baginda berkata: "Ya Rabbi, musuhku pasti akan mengejek padaku jika ia melihataku telah mati, padahal ia diberi hingga hari kiamat".

Maka dijawab Allah SWT: "Hai Adam, kamu langsung menuju ke syurga, sedang si celaka (iblis) ditunda hingga hari kiamat supaya merasakan sakit maut,sebanyak makhluk yang pertama hingga yang terakhir".

Lalu nabi Adam AS pun bertanya kepada malaikat Izrail: "Sebutkan kepadaku bagaimana rasa pedihnya maut". Sesudah diterangkan oleh malaikat Izrail, nabi Adam AS pun berkata: "Tuhanku, cukup!! cukup!!"

Maka gemuruhlah suara para hadirin berkata: "Hai Abul Ishaq, ceritakan pada kami, bagaimanakah ia merasakan maut."

Pada mulanya Ka'abul Ahbaar menolak, tetapi kerana didesak, maka ia berkata: "Jika dunia sudah akhir dan hampir di tiup sangkakala, sedang orang ramai di pasar sedang sibuk bertengkar dan berdagang, tiba-tiba terdengarlah suara yang sangat keras di langit, sehingga separuh penduduk bumi pengsan kerananya selama tiga hari.

Bagi mereka yang tidak pengsan bingung bagaikan kambing ketakutan. Dalam keadaan hirik pikuk sedemikian, maka terdengarlah lagisatu suara gemuruh bagaikan suara halilintar yang sangat keras bunyinya, maka tidak seorangpun melainkan mati kerananya dan kesemua manusia, jin, binatang, tumbuh-tumbuhan dan lain-lain makhluk mati,maka tiba giliran iblis laknatullah pula untuk merasainya".

Maka Allah SWT pun memerintahkan malaikat Izrail: "Aku telah menjadikan padamu pembantu sebanyak orang yang pertama hingga yang terakhir dan Aku telah memberikan kekuatan penduduk langit dan bumi dan kini Aku pakaikan kepadamu pakaian murka dan kemarahan, maka turunlah dengan membawa murka dan kemarahanKu kepada si celaka dan terkutuk iblis.

"Maka rasakan kepadanya kepedihan maut yang telah dirasakan oleh orang yang terdahulu hingga terakhir dari jin dan manusia, berlipat-lipat ganda,dan hendaknya kamu membawa tujuh puluh ribu malaikat yang kesemuanya penuh rasa murka dan kecemasan, dan tiap malaikat Zabaniyah membawa rantai dari neraka Ladha, dan cabutlah dengan tujuh puluh ribu bantolan dari neraka Ladha, dan beritakan pada malaikat Malik supaya membuka pintu-pintu neraka".

Maka turunlah malaikat Izrail dengan bentuk yang sangat mengerikan, sehingga andai kata seluruh penduduk langit dan bumi dapat melihat bentuk yang mengerikan itu niscaya akan cair kesemuanya kerana tersangat ngeri akan keadaan bentuknya, maka apabila sampai kepada iblis laknatullah dan dibentaknya sekali sahaja, langsung ia pengsan dan berdengkur dan andaikan dengkur itu dapat didengari oleh penduduk timur hingga barat, niscaya pengsanlah kesemuanya.

Setelah sedar iblis laknatullah, lalu malaikat Izrail pun membentak iblislaknatullah sekali lagi: "Berhentilah hai penjahat!!!, kini aku rasakanpadamu kepedihan maut sebagaimana dirasakan oleh banyaknya hitunganorang yang telah engkau sesatkan dalam beberapa abad yang engkau hidup,dan hari inilah hari yang ditentukan oleh Tuhan bagimu, maka ke manakahengkau akan lari!!"

Maka larilah iblis laknatullah lari ketakutan ke hujung timur, tiba-tiba malaikat Izrail muncul dihadapannya. Lalu iblis laknatullah pun menyelam ke dalam laut, namun malaikat Izrail tetap muncul di hadapannya, lantas ia dilemparkan oleh laut, maka ia berlari keliling bumi, namun tetap tidak ada tempat untuknya berlindung.

Kemudian iblis laknatullah berdiri di tengah duniadi kubur nabi Adam AS sambil berkata: "keranamu aku telah menjadi celaka, duhai sekiranya aku tidak dijadikan". Lalu ia bertanya pada malaikat Izrail: "Minuman apakah yang akan kau berikan padaku dandengan siksa apakah yang akan kau timpakan kepadaku?"

Malaikat Izrail pun menjawab: "Dengan minuman dari dari neraka Ladha dan serupa dengan siksa ahli neraka dan berlipat-lipat ganda",

Maka bergulingan iblis laknatullah di tanah sambil menjerit sekeras suaranya, kemudian berlari ketakutan dari barat ke timur dan patah balik dari timur kebarat dan sampai ke tempat mula-mula ia diturunkan ke muka bumi ini. Maka malaikat Zabaniyah AS pun menghadang iblis laknatullah dengan bantolan-bantolan dari neraka Ladha.

Bumi ini bagaikan bara api, sedang iblis laknatullah dikerumuni oleh malaikat Zabaniyah dan menikamnya dengan bantolan-bantolan dari neraka itu. Tatkala iblis laknatullah mula merasai sakratul maut maka dipanggil nabi Adam AS dan Siti Hawa untuk melihat keadaan iblis laknatullah itu, maka bangkitlah keduanya untuk menyaksikannya.

Sesudah melihat, maka keduanya berdoa:"Ya Tuhan kami, sungguh engkau telah menyempurnakan nikmat Mu pada kami".

Wallahu'alam.

*Source abumusa2 


Sunday, February 14, 2010

Kehadiran Malaikat Maut

0 comments

Tidak ramai manusia yang mengaitkan kematian itu dengan kehadiran Malaikat maut yang datang tepat pada saat ajal seseorang sudah sampai, sedangkan Malaikat maut sentiasa berligar di sekeliling manusia, mengenal pasti memerhatikan orang-orang yang tempoh hayatnya sudah tamat. Sesungguhnya Malaikat maut menjalankan arahan Allah s.w.t dengan tepat dan sempurna, dia tidak diutus hanya untuk mencabut roh orang sakit sahaja, ataupun roh orang yang mendapat kecelakaan dan malapetaka.

Jika Allah s.w.t menetapkan kematian seseorang ketika berlaku kemalangan, atau ketika diserang sakit tenat, maka Izrail mencabut roh orang itu ketika kejadian tersebut. Namun ajal tidak mengenal orang yang sihat ataupun orang-orang mewah yang sedang hidup rehat dibuai kesenangan. Malaikat maut datang tepat pada waktunya tanpa mengira orang itu sedang ketawa riang atau mengerang kesakitan. Bila ajal mereka sudah tiba, maka kematiannya tidak tertangguh walau sesaat. Walau bagaimanapun ada ketikanya Allah s.a.t. jadikan berbagai sebab bagi sesuatu kematian,yang demikian itu ada hikmah disebaliknya.

Misalnya sakit tenat yang ditanggung berbulan-bulan oleh seseorang,ia akan menjadi rahmat bagi orang beriman dan sabar,kerana Allah Ta'ala memberi peluang dan menyedarkan manusia agar dia mengingat mati,untuk itu dia menggunakan masa atau usia yang ada untuk berbuat sesuatu,membetulkan dan bertaubat dari dosa dan kesilapan serta memperbaiki amalan, serta menambah bekalan untuk akhirat, jangan sampai menjadi seorang yang muflis di akhirat kelak.

Begitu juga orang yang mati mengejut disebabkan kemalangan,ia akan menjadi pengajaran dan memberi peringatan kepada orang yang masih hidup supaya mereka sentiasa waspada dan tidak lalai dari berusaha memperbaiki diri menambah amal kebajikan dan meninggalkan segala kejahatan kerana sekiranya ajal datang secara tiba-tiba pasti akan membawa sesalan yang tidak berguna. Dikalangan orang solihin menganggap bahawa sakit yang ditimpakan kepada dirinya adalah sebagai tanda bahawa Allah s.w.t masih menyayanginya.

Kerana betapa malangnya bagi pandangan orang-orang soleh itu jika Allah s.w.t mengambil roh dengan tiba-tiba, tanpa sebarang amaran terlebih dahulu. Seolah-olah Allah s.w.t sedang murka terhadap dirinya, sebab itula Allah tidak beri amarah terlebih dahulu kepadanya. Keadaan orang itu ibarat orang yang tidak menyedari adanya bahaya di hadapannya, jika tiada amaran terlebih dahulu nescaya dia akan menjerumus ke lembah bahaya itu.

*Source Buku Rahsia Malaikat Dan Keajaibannya.


ShareThis

 

Kisah Kisah Islam Copyright © 2011 | Template created by O Pregador | Powered by Blogger