skip to main | skip to sidebar


Showing posts with label Sedekah. Show all posts
Showing posts with label Sedekah. Show all posts

Saturday, October 1, 2011

Anjing Musafir

0 comments

Diceritakan bahawa pada suatu hari Abdullah bin Jaafar sedang berpergian. Ketika sampai di sebuah kebun kurma milik seseorang, dia berhenti untuk beristirehat. Didapatinya di situ ada seorang hamba abdi berkulit hitam yang menjaga kebun kurma tersebut.

Tiba-tiba hamba abdi itu mengeluarkan bekalnya untuk makan yang berupa tiga potong makanan. Seekor anjing datang menghampirinya dan berpusing-pusing berhampiran si hamba sambil menyalak sebagai tanda ingin merasa makanan itu. Lidahnyapun dihulur-hulurkannya keluar.

Hamba abdi yang peka itu mencampakkan sepotong makanannya ke arah anjing dan dimakannya. Kemudian dicampakkannya pula sepotong lagi dan dimakannya pula. Ternyata anjing itu masih belum mahu lari juga. Maka hamba abdi itu mencampakkan lagi makanannya untuk ketiga kalinya dan dimakannya lagi. Maka habislah semua bekal si hamba kerana diberikan kepada anjing yang datang. Abdullah bin Jaafar yang melihat perkara itu sangat hairan, kerana si hamba telah memberikan semua makanannya kepada anjing.

Wahai anakku, berapa banyakkah makananmu sehari di tempat ini? Tanya Abdullah bin Jaafar.

Tiga potong saja yang kesemuanya telah dimakan anjing tadi. Jawab si hamba.

Mengapa engkau berikan semua kepada anjing itu? Dan engkau sendiri akan makan apa? Tanya Abdullah.

Wahaituan. Tempat ini bukanlah kawasan anjing. Jadi aku yakin dia datang dari tempat yang jauh, sedang bermusafir dan tentu dia sangat lapar. Sedang aku sendiri, biarlah tidak makan hari ini sehingga esok. Jawab si hamba.

Mendengar itu, Abdullah berseru: Subhanallah. Bagus...bagus. Ternyata hamba itu lebih dermawan daripada saya.

Kerana rasa terharunya dan merasa kedermawanannya masih dikalahkan oleh seorang hamba hitam, Abdullah bin Jaafar membeli kebun kurma dan hamba abdi itu dari tuannya. Kemudian dia memerdekakan si hamba, dan kebun kurma itu diberikan kepadanya. Setelah itu, dia pergi meninggalkan tempat itu untuk meneruskan perjalanannya.


Wednesday, August 10, 2011

Kerana Sedekah Dikasihani Allah s.w.t

0 comments
 
Ibnul Mubarak pernah bermimpi bertemu Nabi Muhammad SAW sewaktu beliau mengerjakan ibadah haji. Dalam mimpinya, nabi meminta dia mengirim salam kepada seorang Yahudi yang bernama Bahram. Nabi mahu menyampaikan salamnya kepada orang Yahudi itu kerana Allah mewahyukan kepadanya berkenaan Bahram dan Allah mengasihinya.

Ibnul Mubarak bermimpi hal yang sama sebanyak 3 kali. Selesai mengerjakan ibadah haji, Ibnul Mubarak segera mencari Bahram. Apabila dia menemuinya, dia memohon Bahram menceritakan kepadanya kejadian-kejadian penting yang berlaku dalam hidupnya.

Ternyata dia adalah seorang yang suka menolong orang miskin tanpa mengira siapa pun orang itu. Pada suatu hari, seorang wanita datang ke rumahnya dengan niat hendak meminta sedikit makanan. Namun sebaik sahaja dia sampai ke hadapan pintu rumah Bahram, hatinya berkata "Aku ini seorang muslimah, pantang bagiku meminta-minta daripada orang kafir walaupun aku dan anak-anakku kelaparan".

Wanita itu kemudian berulang alik beberapa kali antara rumahnya dan rumah Bahram tetapi tidak jadi
meminta apa-apa daripadanya. Bahram yang melihat wanita itu jadi gelisah. Dia berfikir mungkin wanita
itu ada niat jahat kepada dirinya. Jadi, apabila wanita itu mula beredar dari hadapan rumahnya, Bahram ke rumahnya dan Bahram melihat anak-anak perempuan itu menangis menahan lapar.

Menyaksikan kejadian itu, Bahram segera pulang ke rumahnya dan mengambil makanan. Dia memasukkan banyak makanan ke dalam sebuah guni dan memikul guni itu sendiri ke rumah wanita itu. Selepas Ibnul Mubarak mendengar kisah itu, dia pun menyampaikan salam nabi kepadanya. Bahram merasa begitu gembira. Dia terus sujud dan mengucap dua kalimah syahadah. Lama sekali Bahram sujud hingga Ibnul
Mubarak menggerakkannya. Betapa terkejutnya Ibnul Mubarak mendapati Bahram sudah meninggal dunia. Sejurus itu, dia menguruskan pengebumian Bahram mengikut cara Islam. Beberapa hari kemudian, Ibnul Mubarak bermimpi melihat Bahram disyurga

*Source Roslina-Mustamin



Wednesday, November 24, 2010

Bersedekah akan Menyehatkan Jiwa dan Raga

0 comments

Salah satu manfaat sedekah yang dapat dipetik pelakunya adalah kesembuhan dari berbagai penyakit jiwa dan raga. Dengan kata lain, sedekah adalah sebagai ikhtiar seseorang untuk mengobati penyakit yang selama ini tengah ia derita. Realita ini telah dipraktekkan oleh sejumlah orang yang telah terbukti khasiatnya.

Hal ini ditunjukkan oleh sebuah hadits “obatilah orang-orang sakit di antara kalian dengan sedekah” (HR Baihaqi). 

Ibnu Al Hajj berkata “Sedekah yang dimaksud disini ialah si sakit membeli dirinya dari Rabbnya dengan nilai yang ia anggap pantas untuk dirinya disisiNya. Sebuah keniscayaan bila sedekah mempunyai pengaruh terhadap kesembuhan, sebab Rasulullah SAW yang membawa informasi ini seseorang yang jujur, sedangkan yang di informasikan berasal dari Zat Yang Maha Mulia lagi Maha Memberi”.

Dikisahkan, seseorang bertanya kepada Ibnu Mubarak rahimahullah tentang luka bernanah di lututnya yang diderita selama tujuh tahun, dan para dokter telah angkat tangan menyerah mengobatinya. Ibnu Mubarak menyuruh orang itu untuk menggali sumur di tempat orang membutuhkan air, ia berkata “Saya berharap ada mata air yang mengalir dari sumur tersebut sehingga darah tidak keluar lagi dari tubuhmu”.

Kisah lain adalah apa yang menimpa Abu Abdullah Hakim, penyusu kitab Al Mustadrak. Di wajahnya pernah muncul luka-luka dan tak kunjung sembuh hingga kurang lebih satu tahun. Ia meminta doa kepada ahli kebaikan dan mereka pun banyak berdoa memohon kesembuhannya. Kemudian ia bersedekah kepada kaum muslimin, yakni dengan menyediakan air minum untuk umum di depan rumahnya, orang-orang bisa minum sepuasnya. Belum genap satu pekan tanda-tanda kesembuhan mulai terlihat, luka-lukanya menghilang dan wajahnya kembali pulih bahkan lebih tampan dari sebelumnya.

Fenomena ini sebagaimana yang dikatakan oleh Al Munawi telah dipraktekkan oleh orang-orang yang beruntung (yakni berobat dengan bersedekah) dan mereka menemukan bahwa obat spiritual mampu melakukan apa yang tidak mampu dilakukan obat medis. Tidak ada yang menyangkal fenomena ini kecuali orang yang mata hatinya telah tertutup.

Selain itu sedekah juga mampu mengobati penyakit hati, yaitu kikir. Sebab secara fitrah manusia mencintai hartanya. Banyak ayat yang menunjukkan betapa besar kecintaan manusia terhadap harta benda. Dengan bersedekah pada hakikatnya seseorang tengah mengikis sifat kikir yang mungkin saja selama ini bersemayam dalam dirinya. Sebelum bersedekah dalam dirinya berseteru antara dua sifat yang bertolak belakang yaitu kikir dan keinginan ingin berbagi kepada sesama, sekaligus ingin memberangus sifat bakhil. Bila ia mampu mengalahkan kekikiran yang ada dalam dirinya maka ia mendapatkan keberuntungan.

Inilah yang telah disampaikan oleh Allah SWT dalam firmannya “Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung” (QS Al Hasyr ayat 9).

Resep menghindari keburukan dengan sedekah pernah dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW sendiri, yaitu ketika terjadi gerhana. Telah kita ketahui bersama bahwa gerhana adalah salah satu tanda kebesaran Allah. Ketika orang-orang kebingungan menyaksikan peristiwa gerhana matahari,

Rasulullah SAW bersabda “Maka apabila kalian menyaksikan peristiwa tersebut berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, dirikanlah sholat dan bersedekahlah” (HR Bukhari).

Ibnu Daqiq Al`id  berkata ketika menjelaskan hadits ini “Di dalam hadits ini terdapat dalil tentang anjuran memberi sedekah pada peristiwa menakutkan guna menolak bencana yang dikhawatirkan akan menimpa”.
Mendapatkan kebahagiaan dunia akhirat adalah dambaan setiap muslim. Hal ini terlihat secara nyata dalam doa yang sering kali dilantunkan dan tidak bosan-bosannya dipanjatkan kepada Zat Yang Maha mengbulkan doa. Sering kali doa ini disebut-sebut sebagai doa sapu jagad yang mengindikasikan kandungannya yang meliputi segalanya.

Doa inilah yang paling sering dilantunkan Nabi Muhammad SAW “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka

Sedekah adalah satu sarana untuk mewujudkan cita-cita di atas, yaitu meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Ini membuktikan bahwa sedekah merupakan sarana luar biasa dalam perjalanan seorang muslim guna mewujudkan cita-citanya serta meraih keselamatan di dunia dan akhirat, baik selamat dari mara bahaya maupun hal-hal yang tidak diinginkan.

Dalam hadits Rafi` bin Khudaij dengan sanad marfu` disebutkan “Sedekah itu menutup tujuh puluh pintu keburukan” (HR Thabrani).

*Source Kisah Islami

Friday, May 21, 2010

Sufi Sebagai Amalan Hidup

0 comments


Orang yang bercita-cita menjalani hidup cara sufi adalah mereka yang ingin menempuh jalan tasawuf. Amalan hidup sufi sangat dituntut oleh Allah s.w.t kerana ia menyamai kehidupan para nabi dan orang-orang soleh. Seorang sufi bukanlah lari daripada harta dan kemewahan tetapi hatinya tidak terpaut kepadanya. Begitu juga seorang sufi tidak menahan nafsunya sebagaimana ahli-ahli agama bukan Islam tetapi dapat mengawalnya ketika berhadapan dengan godaan.

Selama ini ramai orang menyangka seorang sufi suka hidup menyendiri dan jauh dari masyarakat umum serta sering berpakaian buruk. Namun sebenarnya seorang sufi adalah mereka yang dapat mentadbir dunia ini dengan mudah. Hidup sufi yang dituntut adalah diantaranya, syukur dengan nikmat, berani ketika berhadapan dengan kezaliman, sabar dengan ujian dan redha menghadapi kesusahan. Sekiranya dia seorang ulama, dia akan mempengaruhi rajadan bukannya membiarkan sahaja kemungkaran terutama di kalangan atasan.

Di dunia moden ini, kita memerlukan jiwa-jiwa sufi yang dapat mengendalikan segala kemudahan dan cara hidup dengan lebih bermaruah. Insya-Allah tiada lagi amalan rasuah, khianat, iri hati, berdendam dan suka menyalahkan orang lain.

Contohi lah Rasulullah yang sentiasa hidup sederhana  meskipun Allah sedia mengurniakan kemewahan kepadanya mahupun ketika berada dipuncak kekuasaan. Baginda tidak suka memerintah orang lain melakukan kerja-kerja yang boleh di buatnya sendiri. Baginda juga sentiasa meluangkan masa bersama keluarganya sengguh pun sibuk dengan berbagai urusan. Jadikan sufi sebagai amalan hidup kita. Mudah-mudahan kita memperolehi kebahagiaan di dunia sebelum menikmati kebahagiaan  di Akhirat. Amin...

Sekian, Wassalam.



Sunday, February 14, 2010

Tepung Menjadi Roti

0 comments

Habib Ajmi merupakan seorang yang warak. Suatu hari, isterinya menyiapkan tepung gandum untuk membuat roti. Kemudian dia keluar sebentar ke rumah jiran untuk meminta api. Pada masa yang sama, datang seorang peminta sedekah ke rumah Habib Ajmi. Habib Ajmi memberikan tepung yang baru disiapkan itu kepada peminta sedekah tersebut. Apabila isterinya pulang membawa api, dia terkejut melihatkan tepungnya sudah tiada!

Dia pun bertanya kepada suaminya, "Kemana tepung yang baru saya siapkan tadi?"

Habib Ajmi menjelaskan, "Tepung itu sudah pergi menjadi roti."

Isterinya tidak berpuas hati dengan jawapan itu lalu bertanya lagi. Akhirnya Habib Ajmi memberitahu bahawa tepung itu sudah disedekahkan olehnya.

Isterinya kehairanan lalu berkata, "Subhanallah! Hanya itulah saja tepung yang ada di rumah kita untuk hari ini. Kini apakah yang akan kita makan? Kita juga memerlukan makanan!"

Sedang isteri Habib Ajmi mencurahkan isi hatinya, tiba-tiba datang seorang lelaki ke rumah mereka. Lelaki itu membawa sebuah bekas besar yang berisi penuh roti berserta semangkuk lauk daging.

Habib Ajmi lalu berkata, "Tengoklah! Begitu cepat tepung menjadi roti. Malah lauk pun ada sebagai tambahan!"

Barangsiapa yang bersedekah kerana Allah, pasti akan digandakan ganjarannya sama ada didunia mahupun diakhirat.


Thursday, January 7, 2010

Sedekah

0 comments

Dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, "Seseorang berkata, 'Sungguh saya akan menyedekahkan sesuatu pada malam ini.' Kemudian dia memberikan sesuatu itu pada tangan seorang pezina. Keesokan harinya orang-orang menceritakan bahwa dia bersedekah kepada seorang pezina.

Orang itu berkata, 'Ya Allah, segala puji kepunyaan Engkau yang telah menetapkan sedekahku bagi pelacur. Sungguh saya akan bersedekah lagi pada malam ini.' Kemudian dia meletakkan di tangan orang kaya.

Keesokan harinya orang-orang membicarakan bahwa pada malam itu dia bersedekah kepada orang kaya. Maka dia berkata, 'Ya Allah, kepunyaan Engkaulah segala puji yang telah menetapkanku bersedekah pada orang kaya. Sungguh, saya akan bersedekah lagi pada malam ini.'

Kemudian, dia pergi dan menyimpan sedekah ditangan pencuri. Maka dia berkata, 'Ya Allah, kepunyaan Engkaulah segala puji yang telah menetapkanku sedekah bagi pezina, orang kaya dan pencuri.'

Kemudian orang itu didatangi oleh seseorang seraya berkata kepadanya, 'Sedekahmu sudah diterima. Adapun sedekah yang sampai ke tangan pelacur, mudah-mudahan saja dia berhenti dari melacur; yang sampai orang kaya, mudah-mudahan saja dia mengambil pelajaran dan mau menginfakkan sebagian harta yang telah diberikan Allah kepadanya; dan yang sampai ke pencuri, mudah-mudahan saja menghentikan perbuatan mencurinya."

*Source Kisah-Kisah Islam.


ShareThis

 

Kisah Kisah Islam Copyright © 2011 | Template created by O Pregador | Powered by Blogger