skip to main | skip to sidebar


Showing posts with label Yahudi. Show all posts
Showing posts with label Yahudi. Show all posts

Saturday, October 1, 2011

Nabi Muhammad S.A.W Dengan Pengemis Yahudi Buta

0 comments

Di sudut pasar Madinah Al-Munawarah seorang pengemis Yahudi buta, hari demi hari apabila ada orang yang mendekatinya ia selalu berkata "Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya".

Setiap pagi Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawa makanan, dan tanpa berkata sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapi makanan yang dibawanya kepada pengemis itu walaupun pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad. Rasulullah SAW melakukannya setiap hari hingga menjelang Beliau SAW wafat.

Setelah kewafatan Rasulullah tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari Abu Bakar r.a berkunjung ke rumah anaknya Aisyah r.ha.

Beliau bertanya kepada anaknya, "anakku adakah sunnah kekasihku yang belum aku kerjakan?"

Aisyah r.ha menjawab pertanyaan ayahnya, "Wahai ayahanda engkau adalah seorang ahli sunnah hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayahanda lakukan kecuali satu sunnah saja".

"Apakah Itu?", tanya Abu Bakar r.a.

Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang berada di sana", kata Aisyah r.ha.

Keesokan harinya Abu Bakar r.a. pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikannya kepada pengemis itu. Abu Bakar r.a mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan itu kepada nya. Ketika Abu Bakar r.a. mulai menyuapinya,

si pengemis marah sambil berteriak, "siapakah kamu ?".

Abu Bakar r.a menjawab, "aku orang yang biasa".

"Bukan !, engkau bukan orang yang biasa mendatangiku", jawab si pengemis buta itu.

Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut dengan mulutnya setelah itu ia berikan pada ku dengan mulutnya sendiri", pengemis itu melanjutkan perkataannya...

Abu Bakar r.a. tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, aku memang bukan orang yang biasa datang pada mu, aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada lagi. ia adalah Muhammad Rasulullah SAW.

Setelah pengemis itu mendengar cerita Abu Bakar r.a. ia pun menangis dan kemudian berkata, benarkah demikian?, selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia....

Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat dihadapan Abu Bakar r.a.

Tuesday, August 24, 2010

Kesabaran Nabi Muhammad SAW menghadapi Kaum Yahudi

0 comments

Agama Islam yang diajarkan oleh Rasulullah SAW adalah kesimpulan ajaran semua Nabi dan Rasul Allah. Sebab itu maka banyak sekali persamaanya dengan ajaran agama Yahudi  dan Kristen. Di zaman Rasulullah SAW orang Yahudi hidup secara diaspora/menyebar, ada yang tinggal di Arab Saudi terutama di kota Madinah dan Khaibar.

Ketika Nabi Muhammad hijrah ke Madinah, siasat pertama yang beliau lakukan berdasarkan wahyu Allah adalah mendekati orang-orang Yahudi, sehingga menghasilkan sebuah perjanjian “ Orang-orang Yahudi dan Islam bersama-sama hidup rukun di Madinah menurut ajaran agama masing-masing. Bila Madinah diserang musuh maka orang Yahudi dan Islam bersama-sama mempertahankan. Bila orang Yahudi yang diserang maka orang Islam membela. Begitu juga bila orang Islam yang diserang dari luar maka orang Yahudi harus membela orang Islam”.

Orang-orang Yahudi dalam masa berabad-abad lamanya sudah meramalkan berdasarkan kitab suci mereka bahwa akan bangkit Nabi dan Rasul baru. Tetapi setelah Nabi dan Rasul itu lahir di Mekkah dan pindah ke Madinah dan pengaruh ajarannya bertambah luas maka orang-orang Yahudi merasa iri hati. Lalu mereka sekalipun sudah ada perjanjian senantiasa berusaha agar orang banyak tidak percaya kepada Nabi Muhammad SAW. Bahkan mereka berusaha membendung bahkan mau mmbunuh Nabi SAW dengan segala macam cara khianat. Tetapi segala usaha mereka itu selalu digagalkan Allah dan mereka tetap tidak berputus asa.

Firman Allah di QS Ali Imran ayat 186 “Dan engkau (Muhammad) akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu (orang-orang Yahudi) yang musyrik, gangguan yang banyak dan menyakitkan hati. Jika engkau bersabar dan bertaqwa maka sesungguhnya itu adalah termasuk urusan yang utama”.

Bersabar dan bertaqwa tentu saja tidak berarti membiarkan saja tetapi harus melawan dengan cara yang ditentukan oleh Allah, tidak boleh melewati batas. Berpuluh dan bahkan beratus peristiwa demi peristiwa tentang Kaum Yahudi yang mengejek dan menghina Rasululla SAW dan ajaran beliau, juga mengejek Allah dan mempermainkan kalimat-kalimat Allah dari sejak dahulu di zaman Nabi Musa a.s dan Harun a.s, Daud a.s, Sulaiman a.s, Zakariya a.s, Yahya a.s, lalu Isa a.s.

Turunlah ratusan ayat Al Quran menerangkan dan menjawab ejekan dan tantangan Yahudi itu. Rasulullah SAW dan umat islam menghadapi segala tindakan Yahudi dengan cara yang baik, tetapi harus membalas tindakan kekerasan dengan kekerasan yang setimpal.

Firman Allah SWT QS Al Baqarah ayat 194 “ Barang siapa yang menyerang kamu maka seranglah ia dengan cara yang seimbang dengan serangannya terhadap kamu, dan bertaqwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah berpihak kepada orang-orang yang bertaqwa”

Tetapi diantara pendeta-pendeta Yahudi ada yang beriman dan membela Rasulullah Muhammad SAW , diantaranya Hushain dari Bani Tsalabah yang menyerahkan semua kekayaanya untuk perjungan dakwah Islam dan akhirnya ia mati syahid membela Islam dalam perang Uhud. Namanya diganti Rasulullah menjadi Abdullah bin Salam. Keislamannya disembunyikan jangan sampai diketahui oleh orang-orang Yahudi karena akan diuji oleh Rasulullah.

Dan ketika orang-orang Yahudi datang ke rumah Rasulullah Muhammad SAW , beliau bertanya kepada mereka “Apa yang kalian ketahui tentang Hushain bin Salam?”

Mereka menjawab “Ia penghulu kami, anak dari penghulu kami, orang alim kami dan seorang yang paling alim ditengah-tengah kami”

Setelah mereka berkata demikian, Abdullah bin Salam muncul ditengah tengah mereka, kemudian Abdullah bin Salam berseru kepada mereka “Hai Kaum Yahudi, takutlah kamu akan Allah, terimalah apa yang sudah disampaikan kepadamu dari Muhammad, demi Allah tentu kamu tahu bahwa ia (Muhammad) adalah Rasul Allah, bahkan namanya tercantum dalam Kitab Tauratmu begitu juga sifat-sifatnya. Saya sendiri sudah beriman kepadanya”

Baru saja mereka mendengar perkataan Abdullah bin Salam, mereka langsung berkata “Engkau pembohong”

lalu mereka mengejeknya. Mengertilah Rasulullah SAW bagaimana karakter bangsa Yahudi itu sesuai dengan ayat-ayat Al Quran yang diturunkan kemudian. Tetapi ada pula orang-orang Yahudi yang jujur dan mengimani dan membela Rasulullah SAW, diantaranya Said bin Syanah, Tsalabah bin Said, As`ad bin Asad bin Ubaid.

Diantara Kaum Yahudi yang tidak jujur karena kekuatan Rasulullah SAW semakin meluas dan mereka pura-pura masuk Islam yang sebenarnya mau melenyapkan Islam bahkan kalau dapat membunuh Rasulullah. Diantara yang tidak jujur ini ialah As`ad bin Hanif, Said bin Shait dan Says bin Qais. Merekalah yang disebut golongan Munafiqun

*Source Kisah Islami


Thursday, July 15, 2010

Perpindahan Ke Habshah Dan Pemulauan Dilembah Ibnu Abi Talib

0 comments

Kesusahan dan penderitaan yang ditanggung oleh kaum Muslimin semakin bertambah-tambah. Baginda s.a.w akhirnya membenarkan mereka meninggalkan Mekah. Negeri Habshah pada masa itu diperintahkan oleh seorang raja Kristian (kemudiannya telah memeluk Islam) yangmasyhur dengan belas-rahim dan keadilannya.

Dalam bulan Rejab, selepas selepaslima tahun Nabi Muhammad s.a.w. menjalankan dakwahnya, kumpulan orang-orang pelarian yang pertama telah berlepas ke Habshah.Kumpulan ini terdiri daripada lima belas orang lelaki dan lima orang perempuan. Puak Quraish yang mengejar mereka tiba dipelabuhan selepas kapal mereka bertolak. Setibanya mereka diHabshah , mereka mendengar khabar angin yang mengatakan bahawa kesemua puak Quraish telah beriman dan menerima ajaran Islam.Kegembiraan mereka bukan kepalang. 

Mereka pun memutuskan hendak kembali ketanahair mereka, tetapi apabila hampir-hampir tiba keMekah mereka dapati yang beritaangin yang mereka dengar semasa diHabshah tidak benar sama sekali. Kempen mengganggu orang-orang Islam tidak sedikit punberkurangan. Oleh hal yang demikian setengah daripada mereka terpaksa belayarkembali keHabshah sedangkan yang lainnya memasuki kota Mekah dengan perlindunganorang-orang yang berpengaruh. 

Peristiwa ini dikenali dengan 'PERPINDAHANKEHABSHAH YANG PERTAMA'
Tidak lama kemudian satu rombongan yang lebih besarterdiri daripada lapan puluh orang lelaki dan lapan belas perempuan telahberlepas keHabshah. 

Pemergian yang kedua ini disebut sebagai 'PERPINDAHAN KEHABSHAH YANG KEDUA'.

Ahli-ahli rombongan yang kedua ini termasuk jugasebilangan kecil para sahabat Nabi Muhammad s.a.w.

Pemergian orang-orang Islam ke Habshah menimbulkan kemarahan kafir-kafir Quraish. Suatu rombongan puak Quraish lengkap dengan hadiah-hadiah yang akan diberi kepada Raja Habshah, pembesar-pembesar istananya dan paderi-paderi Kristian telah berlepas kesana. Setelah pembesar-pembesar istana disogok mereka dengan senang masuk keistana penghadapan untuk menemuiRaja. Mereka disujudkan dihadapan Raja sambil meletakkan hadiah-hadiah didepannya. 

Mereka pun berbicara: "Tuanku, sebilangan kecil orang-orang kami telah meninggalkan agama mereka yang turun termurun dan telah memeluk agama baru yang bertentangan dengan agama kami dengan agama kamu. Mereka telah datang untuk tinggal disini. Pembesar-pembesar Mekah, ibu bapa dan kaum kerabat mereka telahmenghantar kami untuk membawa mereka balik. Kami memohon Tuanku supaya mereka diserahkan kepada kami."

Jawab Raja Habshah:" Kami tidak dapat menyerah orang yang telah diminta perlindungan kami tanpa usul periksa. Biarlah mereka dibawa kehadapan kamisupaya dapat kami mengkaji hujah-hujah mereka. Kalau tuduhan kemurtadan yangtelah kamu melemparkan terdapat mereka itu benar kami akan serahkan mereka kepada kamu." 

Oleh Raja Habshah disuruhnya pegawai-pegawainya membawa orang Islam kebalai penghadapan. Orang-orang Islam itu berasa gelisah kerana tidak tahu apa yang mesti diperbuat tetapi Allah s.w.t. telah memberikan peransang. Sebaik-baik sahaja mereka sampai sampai dihadapan Raja mereka menyampaikan salam kepadanya. Seorang pegawai istana telah membantah mengatakan yang mereka tidak bersujud dihadapan raja. 

Mengikut adat kebiasaan orang-orang Habshi mereka menerangkan:"Nabi kam itelah melarangkan kami supaya bersujud kepada sesiapa melainkan Allah s.w.t."

Kemudian Raja Habshah telah menyuruh mereka membentangkan hujah-hujah mereka sebagai mempertahankan diri dari pertuduhan puak Quraish. Jaafar r.a.hu bangun lalu berucap:"Tuanku! Kami ini manusia yang jahil. Kami tidak mengenal Allah s.w.t. dan Pesuruh-pesuruhNya. Kami menyembah batu-batu, memakan bangkai serta mengerjakan segala jenis kejahatan. Kami tidak menunaikan kewajipan kami terhadfap kaum kerabat kami. Yang kuat diantara kamiakan menindas yang lemah. Akhirnya bangunlah seorang Nabi yang membawa pembaharuan didalam penghidupan kami. Keturunan yang mulia,  perangainya yang lurus dan kehidupannya yang suci bersih diketahui umum.

Dia menyeru kami supaya kami menyembah Allah s.w.t. dan meninggalkan perbuatan-perbuatan syirik. Dia mengajar kami melakukan perbuatan yang Ma'ruf dan meninggalkan yang Mungkar. Dia mengajarkan kami supaya bercakap benar, menunaikan amanah, menghormati kaum-kaum kerabat dan berbuat baik dengan jiran tetangga. Daripadanya kami belajar sembahyang, berpuasa, berzakat dan berkelakuan baik. Kami diajar supaya menjauhi perbuatan-perbuatan jahat dan pertumpahan darah. Dia melarang perzinaan, perbuatan-perbuatan lucah, bercakap bohong, memakan harta-harta anak yatim dengan secara haram, mengada-adakan fitnah dan sebagainya. 

Dia mengajar kami Quran dan Kitabullah yang mengkagumkan. Jadi kami percayakan kepadanya, kami mengikuti jejak langkahnya dan menerima ajaran yang dibawanya.Oleh kerana inilah maka kami telah menggangui dan disiksa dengan harapan kami akan kembali kepada keadaan sediakala. Apabila kekejaman orang-orang kami melampui batas-batas perikemanusiaan, kami pun dengan doa restu Nabi kami telah datang kemari untuk berlindungditempat Tuanku."

Kata Raja Habshab: "Perdengarkan sedikit ku Quran yang telah kamu pelajari daripida Nabi kamu."

Jaafar pun membacalah ayat-ayat pada permulaan 'Surah Mariam'. Ayat-ayat yang dibaca begitu mengharukan hati nurani para pendengar sehingga pipi mereka dibasahi air mata.

"Demi Allah!" kata Raji Habshah." Perkatan-perkataan ini dari perkataan-perkataan yang diturunkan kepada Musa merupakan cahaya dari suatu sumber sinaran yang sama."

Menoleh kepada perwakilan puak Quraish, Dia berkata yang dia enggan menyerah kan orang-orang pelarian itu kepada mereka. Sungguhpun orang-orang Quraish telah berasa malu dan hampa namun mereka tidak mahu mengaku kalah. 

Mereka mengadakanmesyuarat dimasa salah seorang daripada mereka telah berkata,: "Aku ada satu rancangan yang sudah tentu akan menimbulkan kemarahan baginda terhadap mereka."

Rancangan ini tidak dipersetujui oleh rombongan-rombongan Quraishyang lain. Mereka berpendapat bahawa jiwa orang-orang Islam akan terancam jika ianya berhasil. Mereka tidak ingin membahayakan orang yang sedarah sedaging dengan mereka. Tetapi orang mencadangkan itu tidak mahu membatalkannya. 

Pada esoknya, dipengaruhi oleh orang lain, perwakilan Quraish telah menghasut Raja Habshah dengan menatakan yang orang perlarian Islam tidak percaya yang Nabi Musa itu anak Allah s.w.t. Sekali lagi orang-orang Islam dibawa menghadap raja. Meraka gementar kerana ketakutan apabila ditanya mengenai pendirian mereka tentang Nabi Musa a.s mereka dengan tegas menjawab: "Kami percaya kepada kata-kata Allah yang telah diturunkan kepada Nabi kami mengenai Isa iaitu dia hanya seorang hamba dan Pesuruh Allah Kami juga percaya dengan kata-kata Allah s.w.t. yang telah disampaikanNya kepada Maryam"

Negus (Raja Habshah) berkata: "Demikian juga dakwah Isa mengenai dirinya." 

Paderi-paderi yang mendengar kata-kata Negus bersungut-sunut sebagai membantah tetapi dia tidak menghiraukan mereka. Dia mengembalikan hadiah-hadiah yang telah diberikan oleh perwakilan Quraish. 

Berpaling kepada pelarian-pelarian Islam, dia berkata: "Pergilah hidup dengan aman.Orang-orang yang menganiayai kamu akan menerima hukuman yang berat."

Satu pengistiharan diraja telah dirasmikan mengenai perkara ini. Rombongan Quraish telah balik dengan perasaan sedih dan memalukan. Kegagalan perwakilan Quraish dan kemenangan orang-orang Islam telah menyebabkan pihak mushrikin Mekah bertambah berang  Api merahan mereka telah bersemarak lagi apabila Umar telah memeluk agama Islam. Akibat kemarahan yang berleluasa ini, suatu persidangan yang dihadiri oleh pemuka-pemuka puak Quraish telah diadakan.Tujuan utama mesyuarat ini ialah hendak merancang pembunuhan  Baginda s.a.w. Mereka hendak mengatasi masalah Nabi Muhammad s.a.w. dengan sekali gus tetapi pembunuhan ini bukan satu perkara yang senang diselenggarakan.

Banu Hashim, puak Nabi Muhammad s.a.w. sangat banyak bilangan ahli-ahlinya dan sangat kuat pengaruhnya dikalangan bangsa Quraish. Sungguhpun  banyak diantara mereka tidak menganuti agama Islam mereka sudah tentu tak akan berdiam diri kalau salahseorang daripada mereka dibunuh. Oleh hal yang demikian pemuka-pemuka Quraish telah memutuskan hendak menjalankan pemulauan sosial keatas Banu Hashim. Mereka telah menyusun satu dokumen dalam mana dinyatakan puak-puak Quraish lainnya tidak akan bergaul dan berjual-beli dengan puak Banu Hashim selagi mereka tidak menyerahkan Nabi Muhammad s.a.w.untuk dibunuh. 

Dokumen yang ditandatangi oleh pemuka-pemuka Quraish itu digantung di Kaabah.Pemulauan itu berjalan dan berkuatkauasa selama tiga tahun dan selama itu pula NabiMuhammad s.a.w. dan puak Banu Hashim terkepung didalam satu lembah diluarKota Mekah. Mereka tidak dibenarkan keluar dari lembah itu dan tidak boleh berjual-beli dengan puak-puak Quraish yang lain hatta dengan pedagang-pedagang asing sekalipun. Mereka yang melewati batas 'penjara' mereka ataupun yang cuba membeli barang-barang makanan dipukul dengan sekejam-kejamnya. 

Pemulauan ini sudah tentu mengakubatkan puak Bani Hashimmenghadapi kebuluran. Mujur juga ada sedikit makanan yang telah diseludup oleh lelaki puak Quraish yang lain yang telah berkahwin dengan wanita-wanita Bani Hashim. Penderitaan yang dialami oleh mereka tidak dapat dibayangkan. 

Walau bagaimanapun Nabi Muhammad s.a.w dan parasahabatnya tetap teguh dengan keimanan mereka dan dalam keadaan yang tidak menyenangkan ini sempat juga mereka menyaampaikan ajaran Ilahi kepada manusia yang senasib dengan mereka. Akhirnya selepas tiga tahun dengan khudrat dan iradat Allahs.w.t. dokumen yang digantung diKaabah telah hancur dimakan olehanai-anai dan pemulauan yang dikenakan keatas Banu Hashim dengan sendirinya terbatal.

Demikianlah dengan serba ringkasnya gambaran penderitaan yang telah dialami oleh Nabi Muhammad s.a.w. dan parasahabatnya. Kita yang mendakwa kita sebagai pengikut-pengikut mereka patut bertanya kepada diri kita sendiri menegenai usaha-usaha yang telah kita jalankanuntuk menegakkan Syariat-syariat Islam. Apakah pengorbanan yang telah kita lakukan dijalan Allah s.w.t.? Kita ingin majukan duniawi dan nikmat hidup ukhrawi tetapi kita lupa yang ini semua tidak mungkin diperolehi tanpa pengorbanan dijalan Allah s.w.t.

*Source Kisah Para Sahabat 

Tuesday, June 22, 2010

Sebuah Kisah Yang Menyayat Hati Di Andalusia (Sepanyol)

0 comments

Kawan-kawanku semua bacalah sebuah kisah yang menyayat hati ini dan ambil iktibar dari kisah ini...

Suatu petang, ditahun 1525. Penjara tempat tahanan orang-orang di situ terasa hening mencengkam. Jeneral Adolf Roberto, pemimpin penjara yang terkenal bengis, tengah memeriksa setiap kamar tahanan. Setiap banduan penjara membongkokkan badannya rendah-rendah ketika ‘algojo penjara’ itu melintasi di hadapan mereka. Kerana kalau tidak, sepatu ‘boot keras’milik tuan Roberto yang fanatik Kristian itu akan mendarat di wajah mereka. Roberto marah besar ketika dari sebuah kamar tahanan terdengar seseorang mengumandangkan suara-suara yang amat ia benci.

“Hai… hentikan suara jelekmu! Hentikan… !” Teriak Roberto sekeras-kerasnya sambil membelalakkan mata.

Namun apa yang terjadi? Laki-laki di kamar tahanan tadi tetap saja bersenandung dengan khusyu’nya. Roberto bertambah berang. Algojo penjara itu menghampiri kamar tahanan yang luasnya tak lebih sekadar cukup untuk satu orang.

Dengan marah ia menyemburkan ludahnya ke wajah tua sang tahanan yang keriput hanya tinggal tulang. Tak puas sampai di situ, ia lalu menyucuh wajah dan seluruh badan orang tua renta itu dengan rokoknya yang menyala. Sungguh ajaib… Tak terdengar secuil pun keluh kesakitan.

Bibir yang pucat kering milik sang tahanan amat galak untuk meneriakkan kata Rabbi, wa ana ‘abduka… Tahanan lain yang menyaksikan kebiadaban itu serentak bertakbir sambil berkata, “Bersabarlah wahai ustaz… InsyaALLAH tempatmu di Syurga.”

Melihat kegigihan orang tua yang dipanggil ustaz oleh sesama tahanan, ‘algojo penjara itu bertambah memuncak marahnya. Ia memerintahkan pegawai penjara untuk membuka sel, dan ditariknya tubuh orang tua itu keras-kerasnya sehingga terjerembab di lantai. “Hai orang tua busuk! Bukankah engkau tahu, aku tidak suka bahasa hinamu itu?! Aku tidak suka apa-apa yang berhubung dengan agamamu!

Ketahuilah orang tua dungu, bumi Sepanyol ini kini telah berada dalam kekuasaan bapa kami, Tuhan Jesus. Anda telah membuat aku benci dan geram dengan ’suara-suara’ yang seharusnya tidak didengari lagi di sini. Sebagai balasannya engkau akan kubunuh. Kecuali, kalau engkau mahuminta maaf dan masuk agama kami.”

Mendengar “khutbah” itu orang tua itu mendongakkan kepala, menatap Roberto dengan tatapan yang tajam dan dingin. Ia lalu berucap, “Sungguh… aku sangat merindukan kematian, agar aku segera dapat menjumpai kekasihku yang amat kucintai, ALLAH.

Bila kini aku berada di puncak kebahagiaan karena akan segera menemuiNya, patutkah aku berlutut kepadamu, hai manusia busuk? Jika aku turuti kemahuanmu, tentu aku termasuk manusia yang amat bodoh.”

Sejurus sahaja kata-kata itu terhenti, sepatu lars Roberto sudah mendarat di wajahnya. Laki-laki itu terhuyung. Kemudian jatuh terkapar di lantai penjara dengan wajah berlumuran darah. Ketika itulah dari saku baju penjaranya yang telah lusuh, meluncur sebuah ‘buku kecil’. Adolf Roberto berusaha memungutnya.

Namun tangan sang Ustaz telah terlebih dahulu mengambil dan genggenggamnya erat-erat. “Berikan buku itu, hai laki-laki dungu!” bentak Roberto.

“Haram bagi tanganmu yang kafir dan berlumurandosa untuk menyentuh barang suci ini!”ucap sang ustaz dengan tatapan menghina pada Roberto. Tak ada jalan lain, akhirnya Roberto mengambil jalan paksa untuk mendapatkan buku itu.

Sepatu lars seberat dua kilogram itu ia gunakan untuk menginjak jari-jari tangan sang ustaz yang telah lemah. Suara gemeretak tulang yang patah terdengar menggetarkan hati. Namun tidak demikian bagi Roberto. Laki-laki bengis itu malah merasa bangga mendengar gemeretak tulang yang terputus. Bahkan ‘algojo penjara’ itu merasa lebih puas lagi ketika melihat tetesan darah mengalir dari jari-jari musuhnya yang telah hancur.

Setelah tangan tua itu tak berdaya, Roberto memungut buku kecil yang membuatnya baran. Perlahan Roberto membuka sampul buku yang telah lusuh Mendadak algojo itu termenung. “Ah… seperti aku pernah mengenal buku ini. Tetapi bila?

Ya, aku pernah mengenal buku ini.” suara hati Roberto bertanya-tanya. Perlahan Roberto membuka lembaran pertama itu. Pemuda berumur tiga puluh tahun itu bertambah terkejut tatkala melihat tulisan-tulisan “aneh” dalam buku itu. Rasanya ia pernah mengenal tulisan seperti itu dahulu. Namun, sekarang tak pernah dilihatnya di bumi Sepanyol.

Akhirnya Roberto duduk di samping sang ustaz yang sedang melepaskan nafas-nafas terakhirnya. Wajah bengis sang algojo kini diliputi tanda tanya yang dalam. Mata Roberto rapat terpejam. Ia berusaha keras mengingat peristiwa yang dialaminya sewaktu masih kanak-kanak. Perlahan, sketsa masa lalu itu tergambar kembali dalam ingatan Roberto.

Pemuda itu teringat ketika suatu petang di masa kanak-kanaknya terjadi kekecohan besar di negeri tempat kelahirannya ini. Petang itu ia melihat peristiwa yang mengerikan di lapangan Inkuisisi (lapangan tempat pembantaian kaum muslimin di Andalusia).

Di tempat itu tengah berlangsung pesta darah dan nyawa. Beribu-ribu jiwatak berdosa gugur di bumi Andalusia. Di hujung kiri lapangan, beberapapuluh wanita berhijab (jilbab digantung pada tiang-tiang besi yang terpancang tinggi. Tubuh mereka pergelantungan tertiup angin petang yang kencang, membuat pakaian muslimah yang dikenakan berkibar- kibar di udara. Sementara, di tengah lapangan ratusan pemuda Islam dibakar hidup-hidup pada tiang-tiang salib, hanya karena tidak mahu memasuki agama yang dibawa oleh para rahib.

Seorang kanak- kanak laki-laki comel dan tampan, berumur sekitar tujuh tahun, malam itu masih berdiri tegak di lapangan Inkuisisi yang telah senyap. Korban-korban kebiadaban itu telah syahid semua. Kanak-kanakcomel itu melimpahkan airmatanya menatap sang ibu yang terkulai lemah di tiang gantungan. Perlahan-lahan kanak-kanak itu mendekati tubuh sang ummi yang tak sudah bernyawa, sambil menggayuti abinya.

Sang anak itu berkata dengan suara parau, “Ummi, ummi, mari kita pulang. Hari telah malam. Bukankah ummi telah berjanji malam ini akan mengajariku lagi tentang alif, ba, ta, tsa… .?

Ummi, cepat pulang ke rumah ummi… ” Budak kecil itu akhirnya menangis keras, ketika sang ummi tak jua menjawab ucapannya. Ia semakin bingung dan takut, tak tahu apa yang harus dibuat. Untuk pulang ke rumah pun ia tak tahu arah. Akhirnya budak itu berteriak memanggil bapaknya, “Abi… Abi… Abi… “

Namun ia segera terhenti berteriak memanggil sang bapa ketika teringat petang kelmarin bapanya diseret dari rumah oleh beberapa orang berseragam.

Hai… siapa kamu?!” jerit segerombolan orang yang tiba-tiba mendekati budak tersebut.

“Saya Ahmad Izzah, sedang menunggu Ummi… ” jawabnya memohon belas kasih.

“Hah… siapa namamu budak, cuba ulangi!” bentak salah seorang dari mereka.

“Saya Ahmad Izzah… ” dia kembali menjawab dengan agak kasar.

Tiba-tiba “plak! sebuah tamparan mendarat di pipi si kecil. “Hai budak… ! Wajahmu cantik tapi namamu hodoh. Aku benci namamu. Sekarang kutukar namamu dengan nama yang lebih baik. Namamu sekarang ‘Adolf Roberto’… Awas! Jangan kau sebut lagi namamu yang buruk itu. Kalau kau sebut lagi nama lamamu itu, nanti akan kubunuh!” ancam laki-laki itu.Budak itu mengigil ketakutan, sembari tetap menitiskan air mata. Dia hanya menurut ketika gerombolan itu membawanya keluar lapangan Inkuisisi. Akhirnya budak tampan itu hidup bersama mereka.

A.Roberto sedar dari renungannya yang panjang. Pemuda itu melompat ke arah sang tahanan. Secepat kilat dirobeknya baju penjara yang melekat pada tubuh sang ustaz. Ia mencari-cari sesuatu di pusat laki-laki itu. Ketika ia menemukan sebuah ‘tanda hitam’ ia berteriak histeria, “Abi… Abi… Abi… “

Ia pun menangis keras, tak ubahnya seperti Ahmad Izzah dulu. Fikirannya terus bergelut dengan masa lalunya. Ia masih ingat betul, bahawa buku kecil yang ada di dalam genggamannya adalah Kitab Suci milik bapanya, yang dulu sering dibawa dan dibaca ayahnya ketika hendak menidurkannya. Ia jua ingat betul ayahnya mempunyai ‘tanda hitam’ pada bahagian pusat.

Pemuda bengis itu terus meraung dan memeluk erat tubuh tua nan lemah. Tampak sekali ada penyesalan yang amat dalam atas tingkah-lakunya selama ini. Lidahnya yang sudah berpuluh-puluh tahun lupa akan Islam, saat itu dengan spontan menyebut, “Abi… aku masih ingat alif, ba, ta, tha… ”

Hanya sebatas kata itu yang masih terakam dalam benaknya. Sang ustaz segera membuka mata ketika merasakan ada tetesan hangat yang membasahi wajahnya.Dengan tatapan samar dia masih dapat melihat seseorang yang tadi menyeksanya habis-habisan kini sedang memeluknya.Tunjuki aku pada jalan yang telah engkau tempuhi Abi, tunjukkan aku pada jalan itu… ” Terdengar suara Roberto meminta belas.

Sang ustaz tengah mengatur nafas untuk berkata-kata, lalu memejamkan matanya. Air matanya pun turut berlinang. Betapa tidak, jika setelah puluhan tahun, ternyata ia masih sempat berjumpa dengan buah hatinya,di tempat ini.

Sungguh tak masuk akal Ini semata-mata bukti kebesaran Allah. Sang Abi dengan susah payah masih boleh berucap. “Anakku, pergilah engkau ke Mesir. Di sana banyak saudaramu. Katakan saja bahwa engkau kenal dengan Syaikh Abdullah Fattah Ismail Al- Andalusy. Belajarlah engkau di negeri itu,”

Setelah selesai berpesan sang ustaz menghembuskan nafas terakhir dengan berbekal kalimah indah “Asyahadu anla Illaaha ilALlah, waasyahadu anna Muhammad Rasullullah… ‘. Beliau pergi dengan menemui Rabbnya dengan tersenyum,setelah sekian lama berjuang dibumi yang fana ini.

Kini Ahmah Izzah telah menjadi seorang alim di Mesir. Seluruh hidupnya dibaktikan untuk agamanya, “Islam, sebagai ganti kekafiran yang di masa muda sempat disandangnya. Banyak pemuda Islam dari berbagai penjuru berguru dengannya… ” Al-Ustadz Ahmad Izzah Al-Andalusy.

Benarlah firman Allah…

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama ALLAH, tetaplah atas fitrah ALLAH yang telah menciptakan manusia menurut fitrahnya itu. Tidak ada perubahan atas fitrah ALlah. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS30:30)

24 Protokol Yahudi Anda Perlu Tahu

0 comments

Protokol Yahudi telah dibawa ke pengetahuan umum pada tahun 1901M, apabila seorang wanita perancis telah mencuri naskhah protokol ini daripada seorang pemimpin tertinggi Freemasonary. Wanita tersebut telah mencurinya diakhir muktamar rahsia (Jewish Masonic Conspiracy) yang diadakan di Perancis. 

Di dalam naskhah asalnya tidak digunakan kalimah "Yahudi" kecuali di dalam dua tempat sahaja. Ianya hanya menggunakan perkataan "Kita" dan "Orang bukanYahudi". Protokol-protokol ini telah diterjemahkan ke bahasa Arab oleh Ust Mohd Khalifah Attunisi. Di bawah tajuk "Protokol Hukama Sohyuni"

1. Cara memerintah sebaik-baiknya ialah dengan menggunakan kekerasan dan keganasan bukan dengan perbincangan ilmiah. Hak itu terletak kepada kekuatan. Siapa kuat, dialah berhak, kerana dalam hukum alam, kebenaran terletak dengan kekuatan. Sesungguhnya politik tidak sesuai dengan akhlak. Pemerintah yang berpandukan moral bukanlah ahli politik yang bijak. Merekayang ingin memerintah, mestilah pandai menggunakan tipu helah dan matlamat menghalalkan cara. Minuman keras haruslah digunakan untuk mencapai tujuan itu.

2. Bantuan-bantuan yang diberikan oleh bangsa yahudi melalui agen-agen Yahudi akan memperkuatkan kaum yahudi. Yahudi akan memerintah bangsa lain seperti bangsa itu memerintah negaranya sendiri, tanpa disedari bahawa mereka telah berada di bawah genggaman yahudi. Ketua pentadbir yang dilantik untuk mengatur pentadbiran negara, mestilah terdiri daripada orang-orang yang berjiwa budak, yang mudah diarah untuk kepentingan Yahudi. Melalui akhbar, Yahudi menggerakkan fikiran orang ramai serta mengambil kesempatan untuk mendapatkan emas, meskipun dari lautan darah dan airmata. Pengorbanan adalah perlu, kerana setiap nyawa dikalangan yahudi berharga seribu orang bukan Yahudi.


3. Yahudi akan menjadikan negara bukan Yahudi, sebagai gelanggang pertelagahan manusia yang boleh membawa huru hara, seterusnya menyebabkan kemerosotan ekonomi. Yahudi akan berlagak sebagai penyelamat dengan mempelawa masuk ke'pasukan kita' iaitu Sosialis, komunis dan lain-lain yang dapat memberi ruang kepada Yahudi untuk menguasai bangsa bukan Yahudi. Dalam alam fikiranYahudi, wajib ditanam perasaan bahawa semua haiwan itu (bukan bangsa Yahudi) akan tidur nyenyak apabila kenyang dengan darah. Ketika itulah senang bagi Yahudi memperhambakan mereka.

4.
Bangsa Yahudi mestilah menghapuskan segala bentuk kepercayaan agama serta mengikis daripada hati orang bukan Yahudi prinsip ketuhanan dan menggantikannya dengan perkiraan ilmu hisab serta lain-lain keperluan kebendaan. Fikiran orang bukan Yahudi mestilah dialihkan ke arah memikirkan soal perdagangan dan perusahaan supaya mereka tidak ada masa untuk memikirkan soal-soal musuh mereka. Akhirnya segala kepentingan akan jatuh ke tangan Yahudi.

5. Sekiranya ada di kalangan orang bukan Yahudi cuba mengatasi bangsa Yahudi dari segi sains, politik dan ekonomi, maka bangsa Yahudi mestilah menyekat mereka dengan cara menimbulkan pelbagai bentuk perselisihan sehingga wujud konflik sesama mereka. Kesannya, mereka mengambil keputusan untuk tidak mencampuri permasalahan tersebut kerana ianya hanya difahami oleh orang-orang yang memimpin rakyat sahaja.

6. Untuk memusnahkan perusahaan bangsa bukan Yahudi, ialah dengan cara merosakkan sumber pengeluaran dengan memupuk tabiat membuat kejahatan dan meminum minuman keras di kalangan pekerja, serta mengambil langkah menghapuskan orang orang terpelajar dari kalangan bangsa bukan Yahudi. Semua bangsa bukan Yahudi mestilah dipastikan menduduki mertabat kaum buruh yang melarat.

7. Orang-orang Yahudi wajib menabur fitnah supaya timbul kekacauan, pertelagahan dan permusuhan di kalangan manusia. Bila timbul penentangan terhadap bangsa Yahudi, maka wajiblah orang Yahudi menyambutnya dengan peperangan secara total di seluruh dunia.

8. Pemerintah Yahudi akan dikelilingi oleh segolongan besar ahli-ahli ekonomi dan orang Yahudi sendiri akan dikelilingi oleh ribuan ahli-ahli korporat, jutawan dan usahawan.

9.
Yahudi akan mendirikan kerajaan diktator dengan membuat dan melaksanakan undang-undang yang tegas, iaitu undang-undang yang akan membunuh tanpa pengampunan. Yahudi akan merosakkan moral pemuda-pemuda bukan Yahudi dengan menanamkan teori-teori palsu dan ilmu-ilmu yang batil.

10. Yahudi akan membawa masuk racun 'Liberalisma' ke dalam negara-negara yang bukan Yahudi supaya menggugat kestabilan politik. Pilihanraya diatur supaya boleh memberi kemenangan kepada pemimpin-pemimpin yang dapat bertugas sebagai agen yahudi dalam melaksanakan rancangan rancangan Yahudi.

11. Bangsa Yahudi menyifatkan diri mereka sebagai serigala dan bangsa lain sebagai kambing. Bagi mereka, Yahudi merupakan bangsa yang terpilih dan mereka bertebaran ke atas muka bumi ini sebagai satu rahmat. Berada diperantauan atau negara asing yang nampak sebagai kelemahan, sebenarnya mencerminkan kekuatan yang dapat membawa bangsa itu ke pintu kekuatan di seluruh dunia.

12. Yahudi akan mengubah pengertian tentang kebebasan atau kemerdekaan dengan mentafsirkan istilah itu sebagai mengamalkan apa-apa yang diperkenalkan atau dibenarkan oleh undang-undang sahaja. Kalau bangsa bukan Yahudi diberi permit menerbitkan sepuluh akhbar atau majalah, maka bangsa Yahudi mesti menerbitkan 30 akhbar atau majalah. Perkara ini amat penting kerana ia adalah alat untuk mengubah fikiran rakyat.

13. Bagi memastikan kejayaan usaha-usaha memonopoli dan mempercepatkan proses keruntuhan, maka bangsa Yahudi hendaklah menghapuskan golongan korporat dari bukan bangsa Yahudi di samping mengadakan spekulasi dan menyebarkan projek mewah, pesta-pesta serta pelbagai bentuk hiburan lain di kalangan bangsa bukan Yahudi kerana semua ini akan menelan kekayaan mereka. Untuk mengalih perhatian orang bukan Yahudi daripada memikirkan persoalan politik, maka agen Yahudi hendaklah membawa mereka kepada kegiatan-kegiatan hiburan, olahraga, pesta-pesta, pertandingan kesenian, kebudayaan dan lain-lain lagi.

14.
Para filosuf Yunani mestilah membincangkan kekurangan-kekurangan serta mendedahkan keburukan agama-agama lain. Para penulis Yahudi harus menonjolkan tulisan-tulisan pornografi iaitu mengadakan sastera yang tidak bermakna, kotor dan keji.

15. Apabila mendapat kekuasaan, bangsa Yahudi akan membunuh tanpa belas kasihan terhadap setiap orang yang menentangnya. Setiap pertubuhan yang merancang untuk menentangnya mestilah dihukum dan ahli-ahlinya dibuang negeri. Oleh itu, mesti didirikan sebanyak-banyaknya 'FREMASONIC LODGE' iaitu tempat-tempat pertemuan rahsia orang orang Yahudi.

16. Yahudi akan mendirikan universiti mengikut rancangan yang begitu tersusun. Pensyarah-pensyarah akan mendidik dan membentuk para pemuda supaya menjadi manusia yang patuh kepada pihak berkuasa (Yahudi). Bagaimanapun, ajaran-ajaran mengenai undang-undang negeri dan politik tidak akan diajar kecuali beberapa orang sahaja yang dipilih kerana kebolehan mereka.

17.
Yahudi meletakkan kehakiman dalam bidang yang sempit dan terhad. Guaman akan melahirkan orang-orang kejam, tidak berperikemanusiaan dan mempunyai tabiat buruk untuk mencapai kemenangan bagi orang yang dibelanya, walaupun terpaksamenghancurkan semangat keadilan dan mengorbankan kebajikan masyarakat.

18.
The Kings of Jews akan dikawal oleh pengawal pengawal rahsia, kerana orang-orang yahudi tidak akan membuka pinti kepada kemungkinan adanya perancangan untuk menentang kegiatan Yahudi.

19.
Bangsa Yahudi akan membicarakan orang orang yang melakukan kesalahan politik sama seperti orang yang mencuri, membunuh dan kesalahan-kesalahan yang lain. Orang ramai akan memandang kesalahan politik itu sebagai satu kesalahan yanghina dan timbul rasa benci kepada mereka yang melakukannya.

20. Bank Antarabangsa Yahudi akan memberi pinjaman kepada bangsa bukan Yahudi dengan kadar bunga yang tinggi. Pinjaman yang sedemikian, akan menyebabkan pertambahan kadar hutang berlipat kali ganda. Ekonomi orang bukan Yahudi akan lumpuh secara outomatik kesan pertambahan hutang tersebut.

21.
Yahudi menggantikan pasaran wang dengan institusi hutang kerajaan yang bertujuan untuk menetapkan nilai perusahaan mengikut pendapatan kerajaan. Institusi ini akan menawarkan pasaran 500 sijil pinjaman perusahaan dalam sehari atau membeli sebanyak itu juga. Dengan cara inilah segala perusahaan akan bergantung kepada Yahudi.

22. Untuk sampai ketujuan yang baik iaitu kekuasaan Yahudi yang berkuasa penuh dalam rangka meletakkan dunia dalam pemerintahannya, kadang-kadang kekerasan akan digunakan. Di tangan Yahudilah terletaknya pusat kekuasaan yang paling besar.

23.
Orang Yahudi wajib melatih seluruh umat manusia dalam meningkatkan rasa segan dan malu agar mereka terbiasa dengan sifat patuh dan setia kepada arahan Yahudi.

24.
Kerajaan tidak boleh diserahkan kepada mereka yang tidak tahu selok belok pemerintahan. Hanya mereka yang boleh menunjukkan sikap keras, kejam dan boleh memerintah dengan tegas akan menerima teraju kerajaan daripada pemimpin-pemimpin kita (Yahudi).


*Source Persada Ilmu 

Sai Baba Akhirnya Mati

0 comments

Sai Baba adalah seorang manusia biasa macam kita yang telah dikatakan Dajal oleh sesetengah pihak disebabkan kebolehan dia untuk merawat sakit, menghidupkan orang yang dah mati serta membuat beberapa benda magik. Siapa yang masih tak tahu pasal hal ni boleh search di internet dengan key word Sai Baba.)

Aku explain sikit pasal Sai Baba ni..

Sai baba dilahirkan di India dan mula dikatakan mempunyai kuasa luar biasa apabila dia di sengat oleh kala jengking. Beberapa bomoh india yang merawatnya mengatakan yang Sathya Sai Baba dilahirkan semula dari jelmaan Sai Baba yang lepas iaitu Shirdi Sai Baba. Kata-kata itu dibuktikan dengan kebolehan Sathya Sai Baba untuk menyusun nama Shirdi Sai Baba menggunakan bunga jasmin tanpa memegangnya. Dari situ dia mula menjelajah sekitar pelusuk India untuk mengumpulkan pengikut.

Korang tengok la sendiri berapa ramai yang dia tipu. Sekali dengan raja-raja dan menteri-menteri dia tipu.


Kata Tuhan/Dajal. Mana ada sakit. Ni nak potong riben pun mintak orang potongkan. Sah-sah penipu
Yang penting bagi aku, sudah mati seorang lagi PENIPU BESAR di dunia ni. Dan harap takkan ada lagi penipuan sebegini. Mereka yang menipu dan menggangap diri mereka tuhan boleh digelar sebagai orang kurang kasih sayang. Diorang ni tak layak hidup di dunia ni sebenarnya. So sebagai manusia kita kena sentiasa berjaga-jaga supaya tak mudah ditipu sebegini. Sekian. Salam, 




*Source Hakimy

Thursday, April 29, 2010

Unta jadi Saksi Perbicaraan

0 comments


Pada zaman Rasulullah s.a.w, ada seorang Yahudi yang menuduh orang Muslim mencuri untanya. Maka dia datangkan empat orang saksi palsu dari golongan munafik. Nabi s.a.w lalu memutuskan hukum unta itu milik orangYahudi dan memotong tangan Muslim itu sehingga orang Muslim itu kebingungan.

Maka ia pun mengangkatkan kepalanya menengadah ke langit seraya berkata, "Tuhanku, Engkau Maha Mengetahui bahwa sesungguhnya aku tidak mencuri unta itu."

Selanjutnya orang Muslim itu berkata kepada Nabi s.a.w, "Wahai Rasulullah, sungguh keputusanmu itu adalah benar, akan tetapi mintalah keterangan dari unta ini."

Kemudian Nabi s.a.w bertanya kepada unta itu, "Hai unta, milik siapakah engkau ini ?"

Unta itu menjawab dengan kata-kata yang fasih dan terang, "Wahai Rasulullah, aku adalah milik orang Muslim ini dan sesungguhnya parasaksi itu adalah dusta."

Akhirnya Rasulullah s.a.w berkata kepada orang Muslim itu, "Hai orang Muslim, beritahukan kepadaku, apakah yang engkau perbuat, sehingga Allah Taala menjadikan unta ini dapat bercakap perkara yang benar."

Jawab orang Muslim itu, "Wahai Rasulullah, aku tidak tidur di waktu malam sehingga lebih dahulu aku membaca selawat ke atas engkau sepuluh kali."

Rasulullah s.a.w bersabda,

"Engkau telah selamat dari hukuman potong tanganmu di dunia dan selamat juga dari seksaan di akhirat nantinya dengan sebab berkatnya engkau membaca selawat untukku."

Memang membaca selawat itu sangat digalakkan oleh agama sebab pahala-pahalanya sangat tinggi di sisi Allah. Lagi pula boleh melindungi diri dari segala macam bencana yang menimpa, baik di dunia dan di akhirat nanti.Sebagaimana dalam kisah tadi, orang Muslim yang dituduh mencuri itu mendapat perlindungan daripada Allah melalui seekor unta yang menghakimkannya.


Wednesday, April 28, 2010

Rasulullah S.A.W Dengan Sebiji Limau

0 comments


Suatu hari Rasulullah s.a.w didatangi seorang wanita kafir. Ketika itu baginda beberapa orang sahabat. Wanita itu membawa beberapa bijibuah limau sebagai hadiah untuk baginda. Cantik sungguh buahnya siapa yang melihat pasti terliur. Baginda menerimanya dengan senyuman gembira. Hadiah itu dimakan oleh Rasulullah s.a.w seulas demi seulas dengan tersenyum.

Biasanya Rasulullah s.a.w akan makan bersama para sahabat, namun kali ini tidak. Tidak seulas pun limau itu diberikan kepada mereka.Rasulullah s.a.w terus makan . Setiap kali dengan senyuman, hinggalah habis semua limau itu. Kemudian wanita itu meminta diri untuk pulang, diiringi dengan ucapan terima kasih dari baginda. 

Sahabat-sahabat agak hairan dengan sikap Rasulullah itu,lalu mereka bertanya dengan tersenyum Rasulullah s.a.w menjelaskan “Tahukah kamu, sebenarnya buah limau itu terlalu masam semasa saya merasainya kali pertama. Kiranya nya kalian turut makan bersama, saya bimbang ada di antara kalian yang akan mengenyetkan mata atau memarahi wanita tersebut. Saya bimbang hatinya akan tersinggung. Sebab itu saya habiskan semuanya.”

Begitulah akhlak Rasulullah s.a.w, baginda tidak akan memperkecil-kecilkan pemberian seseorang biarpun benda yang tidak baik, dandari orang bukan Islam pula. Wanita kafir itu pulang dengan hati yang kecewa mengapa? Sebenarnya dia bertujuan ingin mempermain-mainkan Rasulullah s.a.w dan para sahabat baginda dengan hadiah limau masam itu. Malangnya tidak berjaya rancangannya ditewaskan oleh akhlak mulia Rasulullah s.a.w.

*Source Mingguan Perdana.


Wednesday, February 10, 2010

Doktor Menerima Rawatan

0 comments


Syeikh Asy-Syibli pernah ditimpa sakit. Apabila berita ini diketahui oleh Ali bin Isa yang merupakan wazir ketika itu, dia terus melaporkannya kepada Khalifah dengan mengirimkan sepucuk surat.

Sebaik sahaja surat itu diterima, Khalifah segera menghantar seorang doktor pakar untuk mengubati penyakit yang sedang dihadapi olehAsy-Syibli. Doktor itu beragama Kristian. Doktor itu pun memeriksa badan Asy-Syibli untuk mengetahui apakah penyakit yang sedang  diderati oleh Syeikh tesebut.

Setelah lama memeriksa, doktor itu masih tidak dapat mengesan apa-apa penyakit. Doktor itu cuba dengan sedaya upayanya untuk mengubati Asy-Syibli namun usahanya tidak mendatangkan sebarang hasil.Asy-Syibli tetap menderita sakit.

“Wahai Syeikh, jika penyakit tuan ini hanya boleh diubati dengan memindahkan seketul daging saya, saya tidak teragak-agak lagi untuk melakukannya. Akan tetapi masalahnya sekarang inilah, saya tidak tahu apakah penyakit yang sedang dideritai oleh tuan,” kata doktor itu mengalah.

Asy-Syibli lalu menjelaskan,”Sebenarnya, ubat untuk menyembuhkan diriku bukanlah semua itu semua.”

“Jadi, apakah ubat yang boleh menyembuhkan tuan?” Tanya doktor Kristian itu.

“Engkau tanggalkan salib pada tubuhmu itu!” Kata Asy-Syibli.

Tanpa berfikir panjang, doktor itu terus menaggalkan salib tersebut. Kemudian dia pun melafazkan, 

“Asyhadu alla ilaha ilallah, wa asyhaduanna muhammadar rasulullah.”

Berita doktor kristian yang sudah memeluk Islam itu sampai kepada pengetahuan khalifah. Khalifah lalu menangis, dia berasa bersyukur.

Katanya, “Aku menyangka dengan menghantar doktor itu, diaakan mengubati orang sakit, tetapi rupa-rupanya aku menghantar orang sakituntuk diubati oleh seorang doktor.”

*Sumber Buku Kisah-Kisah Sufi.


Thursday, January 7, 2010

Hari Sabtunya Orang Yahudi

0 comments
Hari Sabtunya Orang Yahudi

Dan tanyakanlah kepada Bani Israel tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabtu, di waktu datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka terapung-apung di permukaan air, dan di hari-hari yang bukan Sabtu, ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami mencoba mereka disebabkan mereka berlaku fasik. 

Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata: "Mengapa kamu menasihati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau mengazab mereka dengan azab yang amat keras?" Mereka menjawab: "Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu, dan supaya mereka bertakwa".

Maka tatkala mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang dari perbuatan jahat dan Kami timpakan kepada orang-orang yang lain siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik. Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang mereka dilarang mengerjakannya, Kami katakan kepadanya: "Jadilah kamu kera yang hina". 

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu memberitahukan, bahwa sesungguhnya Dia akan mengirim kepada mereka (orang-orang Yahudi) sampai hari kiamat orang-orang yang akan menimpakan kepada mereka azab yang seburuk-buruknya. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksa-Nya, dan sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan Kami bagi-bagi mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan di antaranya ada orang-orang yang saleh dan di antaranya ada yang tidak demikian. Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran). (Al-A'Raaf: 63-68)

Kisah ini menceritakan tentang sebuah desa orang-orang Yahudi yang terletak di pesisir lautan, yaitu sebuah desa pesisir di antara desa-desa yang mereka diami. Orang-orang Yahudi setempat telah diperintahkan Allah untuk tidak berburu dan menangkap ikan pada hari Sabtu dan mereka dibolehkan untuk menangkap pada hari-hari lain dalam sepekan.

Allah telah menguji mereka dengan kewajiban ini, di mana ikan-ikan itu menjauhi mereka dan jarang ditemui pada hari-hari dibolehkannya menangkap ikan, sementara pada hari Sabtu ikan-ikan itu justru banyak mendatangi mereka dengan terapung-apung di sekitar mereka.

Setan pun membisiki hati sekelompok orang dari penduduk desa dan membujuk mereka untuk menangkap ikan. Akan tetapi, bagaimana caranya mereka dapat mengelak dari perintah Allah tersebut? Setan menunjukkan alibi, cara tipu daya, serta membimbing mereka agar dapat menangkap ikan pada hari Sabtu.

Penduduk desa itu terbagi menjadi dua kelompok dalam menghadapi kelompok yang melanggar batas tersebut. Kelompok pertama adalah orang-orang saleh dari para dai yang menjalankan kewajiban mereka dalam dakwah dan memprotes orang-orang yang mengakali perintah-perintah Allah dengan berbagai alibi, pelanggaran, dan perburuan mereka pada hari Sabtu.

Kelompok kedua adalah orang-orang yang berdiam diri, yang diam melihat pelanggaran orang-orang yang melampaui batas, dan mereka justru melontarkan celaan dan penentangan terhadap orang-orang saleh yang berdakwah, dengan alasan bahwa tidak ada manfaatnya menasihati dan memperingatkan sekelompok orang yang memang sudah sepantasnya binasa dan akan mendapat azab.

Orang-orang saleh itu menjelaskan kepada orang-orang yang mencela mereka dan mendiamkan kemungkaran itu bahwa mereka memprotes kemungkaran itu dengan tujuan melepaskan tanggung jawab di hadapan Allah dan demi menunaikan kewajiban serta agar mereka mau bertakwa.

Ketika azab Allah menimpa orang-orang yang melampaui batas itu, maka Allah mengubah wujud mereka menjadi monyet-monyet hina. Perubahan bentuk wujud itu memang terjadi sesungguhnya. Tidak lama setelah berubah wujud menjadi monyet yang tidak mempunyai keturunan, mereka akhirnya mati.

Allah menyelamatkan orang-orang saleh para dai itu. Sementara itu, Al-Quran tidak menjelaskan nasib orang-orang yang diam, barangkali karena mereka tidak berarti dan hina di mata Allah. Karena mereka tidak disebutkan bersama orang-orang yang selamat maka tampaknya mereka termasuk orang-orang yang binasa dan terkutuk.



ShareThis

 

Kisah Kisah Islam Copyright © 2011 | Template created by O Pregador | Powered by Blogger